Waspadailah Resiko-Resiko Yang Terjadi Saat Persalinan

Waspadailah Resiko-Resiko Yang Terjadi Saat Persalinan

Saat-saat sebelum melahirkan merupakan saat yang menegangkan bagi para ibu hamil. Bagaimana tidak, proses melahirkan atau persalinan merupakan momen yang tidak dapat ditebak. Ada yang berjalan lancar, namun tidak menutup kemungkinan ada berbagai komplikasi yang membahayakan keselamatan ibu saat persalinan.

Oleh sebab itu, ketahui apa saja resiko yang bisa saja terjadi menjelang persalinan. Sehingga, calon bapak dan ibu serta keluarga besar lainnya dapat mempersiapkan proses persalinan dengan matang.  Simak apa saja tanda bahaya saat menjelang persalinan dan cara mengatasinya di bawah ini:

1.Posisi Bayi Sungsang

Bayi sungsang merupakan suatu kondisi saat bayi keluar dengan posisi kaki terlebih dahulu. Kelainan ini juga disebut dengan footling breech. Hal ini bisa terjadi karena memang posisi bayi dapat berubah sewaktu-waktu dalam perut ibunya. Sayangnya belum diketahui secara pasti apa penyebab dari bayi sungsang.

Sebagian besar bayi yang berada dalam kondisi ini akan dilahirkan melalui operasi caesar. Hal ini disebabkan karena biasanya bayi yang sungsang akan lebih sulit dilahirkan per vaginam (normal). Salah satu cara mengatasi bayi sungsang adalah melakukan senam khusus secara teratur.

2. Terjadinya Perdarahan Berlebih

Umumnya, wanita akan kehilangan darah sebanyak 500 ml saat proses persalinan normal. Jika proses melahirkan dilakukan melalui operasi caesar, ada sekitar 1000 ml darah yang hilang. Namun, berbahaya sekali jika darah yang hilang lebih dari jumlah di atas.

Pendarahan berlebih dapat terjadi karena lemahnya otot rahim, adanya robekan di rahim atau vagina, dan lain-lain. Konsekuensinya dapat menyebabkan gagal organ, hipotensi, bahkan kematian. Ibu hamil dapat mencegah resiko pendarahan dengan rutin memeriksa kandungan ke dokter dan menjauhi faktor resikonya.

3. Proses Persalinan terlalu lama

Prolonged labor atau persalinan terlalu lama adalah fase pembukaan hingga persalinan membutuhkan waktu yang terlalu panjang. Rentang waktu persalinan yang terlalu lama ini berbeda. Untuk kehamilan pertama, proses persalinan dikatakan lama jika lebih 20 jam bayi tidak kunjung lahir. Sedangkan pada kehamilan berikutnya, rentang waktunya adalah 14 jam.

Penyebab kondisi ini beragam. Misalnya, lambatnya pembukaan serviks, bayi terlalu besar atau kembar, atau faktor emosional seperti stress. Untuk mengatasinya pun disesuaikan dari penyebabnya. Namun hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya yaitu menghindari olahraga ekstrim saat hamil, serta rutin periksa kehamilan ke dokter.

4. Kejang (Eclampsia)

Kejang-kejang saat melahirkan atau eklampsia merupakan komplikasi dari preeklamsia. Tanda-tandanya yaitu menurunnya kewaspadaan, tatapan mata seperti kosong, serta tubuh bergerak tak terkendali. Kondisi ini bahkan dapat terjadi meskipun tidak punya riwayat kejang-kejang.

Untuk mencegahnya, ibu dapat mengkonsumsi suplemen tambahan dan menerapkan gaya hidup sehat. Itulah beberapa resiko yang dapat terjadi saat melahirkan. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, pastinya dibutuhkan persiapan matang. Misalnya dengan rutin memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan dan mengonsumsi makanan bergizi.

Selain mempersiapkan diri, pastinya juga penting mempersiapkan peralatan untuk sang buah hati. Misalnya botol susu, kasur, baju, dan lain-lain. Rekomendasi botol susu terbaik untuk bayi adalah botol susu dari Dr.Brown. Selain bentuknya yang ergonomis dan unik, botol susu Dr. Brown dapat mengatasi kolik pada bayi.

You May Also Like

About the Author: admin_gogirl.id