Inilah Alasan Beberapa Orang Masih Memilih Bacaan Seperti Buku Novel Non Fiksi

buku novel non fiksi

Istilah “masuk ke dunia buku dapat membuka dunia” kerap terdengar sebagai motivasi. Semakin banyak belajar dan membaca maka akan semakin banyak dunia yang akan dijelajahi. Banyak pilihan salah satunya untuk anak muda adalah buku novel non fiksi.

Seorang kutu buku atau yang biasa membaca tentunya mengetahui bahwa memanfaatkan waktu luang akan lebih baik dengan membaca. Di era modern ini ada pula aplikasi digital library yang lebih praktis saat berada di luar ruangan. Ada pula yang mengunjungi website seperti mustakim.org yang menyediakan banyak pembahasan mengenai literasi.

Untuk bahan bacaan tentunya yang sesuai dengan minat masing-masing. Dua jenis buku yang bisa dibaca di antaranya jenis buku fiksi maupun nonfiksi. Masing-masing memiliki penggemar tersendiri.

Perbedaan Buku Fiksi dan Non Fiksi

Buku fiksi adalah sebuah buku yang yang berisi cerita yang imajinatif. Jika ingin membuat buku jenis ini maka tidak membutuhkan pengamatan karena idenya berdasarkan khayalan atau imajinasi. Penulis buku fiksi terkadang melakukan pengamatan terlebih dahulu agar cerita benar-benar mengalir baik. Bagi pemula yang ingin memiliki karya fiksi bisa mendapatkan tips menulis yang ada di situs literasi.

Bahasa yang digunakan merupakan bahasa populer dan ringan misalnya yang ada pada novel cerpen komik fabel dan lainnya. Sedangkan yang dimaksud dengan buku non fiksi merupakan buku yang didalamnya berisi tentang kejadian sebenarnya.

Penulis buku non fiksi perlu melakukan pengamatan terlebih dahulu mengenai fakta-fakta sebenarnya dan harus mempertanggungjawabkan tulisan tersebut. Bahasa yang digunakan biasanya cukup formal dan kaku.  Contoh buku non fiksi seperti jurnal, biografi, laporan ilmiah, ensiklopedia, sejarah dan lainnya.

Salah satu yang cukup unik adalah buku novel non fiksi yang bergenre sastra dan secara garis besar menggambarkan tentang salah satu tokoh sejarah nyata dengan peristiwa nyata pula namun terjalin dengan percakapan fiktif. Cerita di dalamnya merupakan genre yang longgar dan fleksibel.

Alasan Membaca Literasi atau Buku

Di zaman yang canggih dan digital ini beberapa masih setia membaca dari buku. Sebagian sudah beralih dengan e-book ataupun melalui website. Berikut ini beberapa alasan banyak orang tetap membaca!

Sebagai Hiburan di Waktu Luang

Para pecinta buku fiksi terhibur dengan alur cerita yang dianggap dapat merangsang otak untuk refreshing. Otak perlu istirahat sejenak agar bisa beraktifitas kembali. Cerita yang unik seru ataupun lucu bisa dapat menjadi mood booster.

Menambah Pengalaman

Membaca buku secara tidak langsung menambah pengalaman bukan hanya ilmu saja. Saat Anda membaca sebuah cerita seolah-olah berada dalam sudut pandang tokoh dalam buku tersebut. Hal ini tentunya akan menyenangkan dan menambah pengalaman.

Melatih Daya Imajinasi

Dalam suatu cerita ada beberapa kalimat atau percakapan yang menimbulkan imajinasi pembaca. Pembaca dibawa masuk ke dalam cerita tersebut dan membayangkan bagaimana situasinya.

Menjadi Bahan untuk Inspirasi

Beberapa orang memiliki hobi atau cita-cita menjadi seorang penulis editor ataupun lainnya yang berhubungan dengan literasi. Dengan membaca maka ia bisa mendapatkan inspirasi untuk menulis. Semakin banyak anda baca maka akan bertambah pula kosakata. Dan hal tersebut baik bagi yang ingin menghasilkan sebuah karya literasi.

Sebagai Bahan Referensi untuk Tugas Sekolah

Bagi pelajar atau mahasiswa membaca bisa menjadi referensi untuk tugas sekolah. Contohnya seperti biografi yang akan memberikan informasi mengenai tokoh-tokoh.

Itulah beberapa alasan di mana banyak yang masih senang membaca buku seperti buku novel non fiksi. Manfaat yang didapat bisa meningkatkan kepekaan sosial dan bahkan menjadi motivasi dari apa yang dibaca.

You May Also Like

About the Author: admin_gogirl.id