FLUENCY VS ACCURACY BUAT BELAJAR BAHASA INGGRIS, MANA LEBIH PENTING?

FLUENCY VS ACCURACY BUAT BELAJAR BAHASA INGGRIS, MANA LEBIH PENTING?

Fluency (kefasihan) vs accuracy (keakuratan), udah pada kenal istilah ini belum? First of all, sebelum ngomongin jauh soal mana yang lebih penting antara kefasihan dan keakuratan dalam berbahasa, kita cari tahu sama-sama yuk apa bedanya!

 

Fluency bisa kita artiin sebagai kefasihan dalam komunikasi, mau grammar-nya salah, pokoknya lancar aja dulu. Sementara accuracy, sebaliknya, pokoknya grammar harus bener. Dua-duanya ini bisa jadi tolak ukur buat ngenilai kemampuan bahasa asing seseorang guys.

“Fluency and accuracy are two factors which can determine the success of English language for us in the future. Basically, accuracy is the ability to produce gramatically and lexically accurate sentence, fluency on the other hand is the ability to produce it effortlessly” kata Ryan Klaschinsky, British Council myClass Academic Manager di acara workshop yang ngebahas mana yang lebih penting antara fluency dan accuracy yang diadain di British Council Learning Center lt.4 Lotte Shopping Avenue. Kalo ngutamain keakuratan, kita nggak bakal berani ngomong dan praktek bahasa Inggris karena takut diketawain orang, tapi kalo nggak akurat, kapan kita bisa fasih berbahasa Inggris ya kan?

Klaschinsky bilang, buat skill komunikasi, kefasihan pasti lebih diutamain. Soalnya belajar keakuratan berbahasa ini butuh banyak waktu dan latihan yang terus terusan. Daripada takut ngomong karena nggak PD, mending ngomong dulu sambil belajar gitu kan? Makanya nggak semua orang yang nilai bahasa Inggrisnya tinggi, belum tentu jago ngomong. Begitupun sebaliknya. Karena belajar bahasa juga belajar nyesuain diri sama situasi. Di dunia akademik, accuracy jadi kunci utama, tapi di komunikasi, fluency lebih dibutuhin. Jadi emang nggak bakal dipisahin kayak kita sama si dia ^^

Apa aja tips dari Klaschinsky buat kita yang lagi belajar ngomong bahasa Inggris?

  1. Jangan ngomong terlalu cepet biar orang yang dengerin kita paham.
  2. Jangan nerjemah saklek bahasa Ibu ke bahasa Inggris, soalnya nanti malah aneh dan nggak natural.
  3. Biasain nulis apa yang mau kita omongin, biar bisa teliti ngamatin mana yang terkesan aneh didenger sama nyari kalimat yang lebih tepat. Bisa di kamus online atau Google translate nanti nanya ke temen atau orang yang lebih jago biar dikoreksiin, harus percaya diri buat nanya dong!
  4. Banyak-banyak baca tulisan buat memperkaya vocab dan ngelatih kemampuan berbahasa kita.

 

Wowowowowow, let’s do this!

You May Also Like

About the Author: admin_gogirl.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *