YUK LEBIH BIJAK MENANGGAPI KOMENTAR NEGATIF DI DUNIA MAYA

September 05, 2018

YUK-LEBIH-BIJAK-MENANGGAPI-KOMENTAR-NEGATIF-DI-DUNIA-MAYA

 

Bukan rahasia kalo netizen Indonesia luar biasa nyinyirnya – atau lebih tepatnya ofensif, seperti yang sebelumnya pernah Gogirl! bahas di artikel “GINI CARA MENGHADAPI ORANG NYINYIR DI MEDSOS. We can literally find hate comments everywhere on the internet, bahkan di berita-berita membahagiakan kayak suksesnya Opening Ceremony Asian Games 2018 dan kemenangan para atlet yang merupakan isu hangat beberapa minggu belakangan.

 

Misalnya aja, gimana Via Vallen sempet dikritik karena tampil lip sync dan gimana atlet bulu tangkis Anthony Sinisuka Ginting langsung diserang komentar negatif ketika kalah tipis melawan Shi Yuqi asal Cina, bahkan setelah ia berjuang mati-matian di lapangan dan berakhir cedera. Melihat komentar-komentar nggak mengenakkan ini, banyak di antara kita yang dibuat greget, kesel, bahkan bertanya-tanya, “Duh, gini amat sih netizen Indonesia?”. Nggak heran juga kalo terkadang kita ikut tersulut emosi dan berakhir berdebat dengan oknum-oknum yang nggak bisa kita pahami isi kepalanya ini. Padahal kalo dipikir-pikir lagi, sebenernya apa sih yang kita dapet dari menanggapi komentar-komentar negatif tersebut?

 

MEREKA YANG BAIKNYA KITA ABAIKAN

Percaya nggak kalo Gogirl! bilang ada orang-orang yang sengaja membuat akun palsu untuk meninggakan komentar-komentar negatif di dunia maya? Isu ini sempet viral di Twitter setelah dibahas oleh fotografer, filmmaker, dan founder ceritera.id Edward Suhadi. Lewat thread yang dibagikannya pada Jumat (24/8) lalu, Edward merepost Instagram story Niko Aditya Rahmawan terkait akun-akun penyebar ujaran kebencian yang diduganya sengaja dibayar untuk meninggalkan komentar-komentar nggak mengenakkan di berita-berita bahagia. Tujuannya? Buat ‘mengacak-acak’ positive vibes kita.

 Buktinya apa nih? Katanya sih Niko menemukan komentar negatif yang ditinggalkan oleh akun yang sama di post Instagram atlet bulu tangkis Jonathan Christy dan creative director Opening Ceremony Asian Games 2018 Whisnutama, di mana setelah ditelusuri, akun tersebut ternyata adalah fake account alias akun dengan identitas nggak jelas tanpa konten dan followers. Dikutip dari Tribun News, sebelumnya seorang informan yang diundang oleh Trans TV di acara “Pagi Pagi Pasti Happy” pada Selasa (21/8) lalu juga sempet mengaku sebagai salah satu oknum yang dibayar untuk meninggalkan komentar negatif soal penampilan Via Vallen di acara pembukaan pesta olahraga terbesar di Asia ini. Katanya, orang yang memerintahkannya untuk melakukan hal tersebut adalah pihak yang nggak mau Asian Games 2018 sukses, walaupun tentunya Gogirl! nggak bisa menjamin kebenaran pengakuan ini.

Anyway, di luar bener atau nggaknya dugaan adanya komentator bayaran (yang kalo dipikir-pikir mungkin aja bener), hal penting lain yang berusaha ditekankan oleh Niko lewat Instagram story-nya adalah gimana jumlah komentar negatif pada kebanyakan kasus sebenernya kalah banyak dari jumlah komentar positif yang ada di post yang sama, hanya aja komentar-komentar ini selalu jadi top comment karena banyaknya feedback netizen lain yang “gatel” ingin membalas nyinyiran mereka. Artinya, terkadang emang kitalah yang tanpa sadar memberikan panggung buat orang-orang tersebut.

Oleh sebab itu, Niko mengajak kita semua buat berhenti meladeni komentar-komentar negatif yang kita temui di dunia maya. Apa lagi ketika kita tau komentar tersebut ditinggalkan oleh fake account, spam, ataupun bot. Karena dengan melakukannya, kita cuma bakal membuat ujaran-ujaran kebencian tersebut makin populer dan dibaca oleh makin banyak orang – which will kill the positive vibes, seperti tujuan mereka. Well, good point sih. Gogirl! setuju banget dengan saran ini. Lagipula, apa sih yang kita dapet dari berdebat dengan mereka? Adanya kita malah makin gondok, ya nggak?

 

LAWAN DENGAN KOMENTAR YANG LOGIS DAN POSITIF

Kalo kita ‘gatel’ banget pengen menanggapi komentar-komentar yang udah kelewat batas wajar atau argumen-argumen nggak nyambung yang sesat pikir, kembali mengutip saran Niko, ada baiknya kalo kita membalas komentar-komentar tersebut lewat direct message (DM) aja. Tentunya kalo setelah ditelusuri, akun tersebut bener-bener akun pribadi ya, bukan fake account, apa lagi spam dan bot yang nggak ada gunanya kita ladeni. Tapi inget! Jangan sampe kita ikut-ikutan jadi netizen ofensif dengan membalas komentar mereka secara emosional. Pastikan juga kita punya argumen yang logis dan dapat dipertanggungjawabkan untuk melawan argumen mereka kalo kita emang mau berdebat. Karena dengan begini kita mengajak mereka buat berdiskusi, bukan berkelahi.

 Sebuah thread viral di Twitter menunjukkan kalo salah seorang netizen bernama Safira Larasati (@safrlars) telah mencoba untuk menerapkan cara tersebut. Dikutip dari BBC Indonesia, cewek 25 tahun ini mengirimkan DM satu per satu ke akun-akun yang meninggalkan komentar negatif di post Instagram para atlet Asian Games 2018, di antaranya mereka yang sempet menghujat kiper Tim Nasional Sepak bola Indonesia U-23 Andritany Ardhiyasa karena dianggap menjadi penyebab kekalahan Indonesia dari Uni Emirat Arab. Pesan yang disampaikan Safira berbunyi, “Omongannya dijaga ya kak :) kalo kakak kecewa Indonesia kalah, para atlet kita lebih kecewa karena pengorbanannya lebih besar. Be kind always <3”.

Tentunya nggak semua menanggapinya dengan baik. Setelah mengirimkan pesan di atas ke puluhan orang, beberapa di antara mereka malah balik membalasnya dengan sumpah serapah yang nggak sopan. Tapi Safira nggak menyerah. "Saya tetap melanjutkan karena mungkin mereka cuma sedang emosi sesaat dan kecewa karena Indonesia kalah. Saya positive thinking aja, karena saya tidak bermaksud menasehati atau menghakimi," katanya kepada BBC Indonesia ketika ditanya soal motivasinya tetap mengirimkan pesan-pesan tersebut.

Untungnya perjuangannya nggak sia-sia. Walaupun ada beberapa orang yang menjawab DM-nya dengan nada nggak enak, ada juga beberapa di antara mereka yang setelah diajak ngobrol baik-baik mengaku kalo mereka emang cuma terbawa emosi ketika meninggalkan komentar negatif tersebut dan akhirnya memutuskan buat menghapusnya. Mengetahui kemungkinan dampak positif ini, pengalaman Safira yang diceritakannya lewat Twitter telah diretweet oleh 4,5k pengguna dan bahkan menginspirasi beberapa netizen untuk melakukan hal serupa.

 

JANGAN LUPA LAPORKAN!

Last but not least, seperti yang sebelumnya udah pernah Gogirl! bahas juga di artikel “GINI CARA MENGHADAPI ORANG NYINYIR DI MEDSOS”, cara terbijak menghadapi komentar negatif maupun tindakan nggak menyenangkan apapun di dunia maya adalah dengan melaporkannya – baik ketika kita memutuskan buat menanggapi ataupun mengabaikannya. Setiap media sosial pasti punya regulasi tersendiri mengenai hal ini yang udah sepatutnya kita manfaatkan. So, coba pelajari lagi deh tata caranya!

 

You may also want to read:

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
Pexels (photo by: Andrik Langfield)
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar