YANG TERSEMBUNYI DI BALIK LABEL SUPEL PARA EKSTROVERT

October 22, 2018

 

YANG-TERSEMBUNYI-DI-BALIK-LABEL-SUPEL-PARA-EKSTROVERT

Siapa di sini yang merasa dirinya ekstrovert? Kalau ada, berarti udah paham betul dong karakteristik ekstrovert itu kayak gimana? Biar nggak salah paham, baiknya kita ngerti bener-bener dulu apa itu ekstrovert. Berdasarkan penjelasan dalam Myer Brigss Type Indicator (MBTI), ekstrovert adalah kecenderungan individu mendapat energi dari ransangan eksternal. Artinya, rangsangan yang efektif bagi ekstrovert untuk membuatnya merasa berenergi datang dari luar, entah itu lingkungan atau orang lain. Beda sama introvert yang rangsangannya berasal dari dalam diri, dengan kata lain lebih senang tenggelam dalam alam pikirannya sendiri.

 

Rangsangan terhadap energi ini kemudian berpengaruh juga pada cara individu memeroleh energi itu sendiri. Ekstrovert lebih senang menge-charge dirinya dengan mengikuti kegiatan di luar dan bertemu dengan teman-teman. Sementara itu, introvert lebih senang menge-charge dirinya dengan berkutat dengan bermain-main dengan alam pikirannya sendiri, yang diwujudkan lewat menulis, melukis, dan membaca.

Masalahnya, karena kecenderungan itu, baik ekstrovert maupun introvert jadi kena label alias stereotip tertentu. Introvert jadi digambarin pemalu dan nggak suka bersosialisasi, dan ekstrovert jadi digambarin seneng dateng ke pesta dan nggak bisa hidup sendirian. Kalo ada satu kata dominan yang menggambarkan ekstrovert, mungkin itu adalah ‘supel’. Well, kali ini Gogirl! bakal jabarin stereotip yang sering dialami ekstrovert dan membuat mereka struggle karena sebetulnya mereka nggak seperti itu.

 

SERING DIKIRA FLIRTING KE LAWAN JENIS

YANG-TERSEMBUNYI-DI-BALIK-LABEL-SUPEL-PARA-EKSTROVERT

Beberapa ekstrovert emang cepet banget akrab dan cara mereka mengakrabi orang baru kadang suka unik dan lucu. Nggak jarang mereka menggoda lawan bicaranya dengan cara yang nggak biasa, entah itu mengejek atau memuji. Tujuannya bukan buat nge-bully, tapi mencairkan suasana alias membuat orang lain juga ikutan merasa akrab. Nah, gara-gara inilah kadang sikap ‘mengakrabkan diri’ yang dilakukan ekstrovert jadi terkesan flirting kalo dilakukan ke lawan jenis. Entah itu lawan jenisnya sendiri yang merasa atau orang-orang sekitar, dikira flirting ini kadang berakibat buruk juga, lho. Para ekstrovert ini nggak pernah tahu kapan aja pada akhirnya mereka bikin orang lain gede rasa alias GR atau jadi bawa perasaan alias baper. Padahal mah… maksud mereka nggak seperti itu!

 

SERING DIKIRA NGGAK BISA SEDIH DAN TERPURUK

 YANG-TERSEMBUNYI-DI-BALIK-LABEL-SUPEL-PARA-EKSTROVERT

Karena cenderung gampang mengakrabi orang lain, para ekstrovert terkesan punya karakter yang outgoing. Padahal mah, sifat ini tuh terlatih gara-gara mereka sering bepergian ke tempat yang membuatnya bertemu dengan orang lain dan bersosialisasi. Kesan ini membuat orang menganggapnya sebagai sosok yang selalu ceria dan nggak mudah tersinggung, sehingga mereka dikira jarang banget sedih dan terpuruk. Happy go lucky banget, deh! Karena mereka suka menggoda orang lain buat mengakrabkan diri, akibatnya jadi sebaliknya, yaitu mereka juga sering digoda orang lain dan dikira nggak bakal tersinggung karena godaan yang mengarah ke bullying sekali pun. Mereka juga dikira jarang sedih dan terpuruk, karena dianggap jarang termakan oleh pikiran negatifnya sendiri. Padahal mah, ketika mereka sedih dan tepuruk, mereka jago aja menyembunyikannya!

 

SUKA KENA STEREOTIP “BUKAN ORANG YANG DEEP”

YANG-TERSEMBUNYI-DI-BALIK-LABEL-SUPEL-PARA-EKSTROVERT

Biasanya, karakter pemikir melekat sama para introvert, sehingga membuat para ekstrovert jadi kena stereotip sebaliknya. Mereka dianggap bukan pemikir dalam alias bukan orang yang deep. Mereka sering dikira dangkal dan menye-menye, sebab kelihatannya mereka begitu outgoing dan gampang akrab sama orang lain. Soalnya, gampang akrab itu identik sama jago basa-basi dan jago menggiring topik obrolan. Padahal, mereka juga bisa deep banget loh ketika ngobrol topik-topik tertentu sama orang lain. Banyak ekstrovert yang suka baca dan mengamati perkembangan informasi, sehingga wawasan mereka jadi luas banget. Cuma gara-gara jago basa-basi, bukan berarti mereka nggak suka sesuatu yang nggak basa-basi, bukan?

 

DISANGKA NGGAK PERNAH BISA SENDIRIAN

YANG-TERSEMBUNYI-DI-BALIK-LABEL-SUPEL-PARA-EKSTROVERT

Karena lebih senang berinteraksi sama orang lain buat nge-charge energi, ekstrovert seringkali dikira nggak bisa sendirian. Padahal, ekstrovert juga bisa capek kalo kelamaan berinteraksi dengan orang-orang yang nggak mereka kenal-kenal amat. Ada kalanya mereka pengen pergi ke keramaian dengan orang-orang yang dekat dengan mereka aja. Di saat-saat lelah, mereka juga pengen sendirian biar bisa lebih produktif menjalani keseharian. Cap nggak bisa sendirian ini membuat mereka jadi dianggap nggak  pernah mau kesepian. Padahal yaa… siapa sih yang mau kesepian di dunia ini?

 

DIEKSPEKTASIKAN BUAT JADI PENGHIDUP SUASANA

 

YANG-TERSEMBUNYI-DI-BALIK-LABEL-SUPEL-PARA-EKSTROVERT

Sifat outgoing yang mereka punya membuat banyak orang berekspektasi mereka selalu bisa menghidupkan suasana, di mana pun dan dalam situasi apa pun. Kalo lagi ngumpul, mereka diharapkan bisa selalu jadi orang yang menggiring obrolan biar perkumpulan jadi nggak membosankan, serta selalu diharapkan jadi pihak yang ngajak ngobrol duluan. Padahal, kadang ketika mereka capek atau lagi kena masalah, mereka juga perlu jadi pihak yang dirangkul dan diajak duluan. Selain itu, sekali pun outgoing, belum tentu mereka nggak tersinggung atas segala candaan yang dilontarkan ke mereka, lho! Biasanya kan penghidup suasana selalu dijadiin clown alias bahan candaan itu sendiri.

 

KENA EKSPEKTASI SELALU PERCAYA DIRI

 YANG-TERSEMBUNYI-DI-BALIK-LABEL-SUPEL-PARA-EKSTROVERT

Mirip sama diekspektasikan jadi penghidup suasana, ekstrovert juga diekspektasikan selalu percaya diri, terutama dalam hal berbicara di depan umum. Padahal, nggak semua ekstrovert berani berbicara di depan umum, lho. Alasan kenapa mereka dianggap percaya diri dan nggak pemalu sebenernya adalah stereotip awal yang salah terhadap ekstrovert dan introvert. Kalo kita paham ekstrovert-introvert itu kaitannya sama cara seseorang meningkatkan energi, kita juga bakal paham kalo ekstrovert bisa punya sifat pemalu. Merasa nyaman berada di sebuah pertemuan dan senang bersosialisasi dengan orang untuk menge-charge diri nggak lantas membuat seseorang jadi pemberani berbicara di depan umum.

 

BACA JUGA:

KAMU TIPE INTROVERT, EXTROVERT ATAU AMBIVERT?

JANGAN SALAH PAHAM, INTROVERT ITU BUKAN PEMALU LHO

MEMAHAMI ISI KEPALA SEORANG INTROVERT

Written by Asmi Nur Aisyah
Photo Source:
Priscilla Du Preez / Unsplash
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar