TOMMY HILFIGER NEW COLLECTIONS DAN PERJALANAN FASHION DIFABEL

April 05, 2018

TOMMY-HILFIGER-NEW-COLLECTIONS-DAN-PERJALANAN-FASHION-DISABILITAS

sumber foto: courtesy of Tommy Hilfiger

 

Tommy Hilfiger, fashion designer kenamaan Amerika meluncurkan koleksi Spring 2018 buat kaum difabel pada Selasa (3/3). Dalam peluncurannya, Hilfiger menggaet beberapa influencers, atlet, dan kaum difabel buat jadi model dari koleksi terbarunya itu. Salah satu modelnya adalah atlet peraih medali emas Summer Paralympic 2008 di Beijing Tiongkok Jeremy Campbell. Campbell jadi model produk celana jins koleksi Hilfiger yang dilengkapi perekat magnetik buat menyesuaikan kaki palsunya. Ada juga blogger sekaligus penari Chelsie Hill yang memakai dress dengan perekat magnetik buat memudahkan dia berpakaian di kursi rodanya.

 

 

Pada 2017, Hilfiger udah sempet mengeluarkan clothing line bernama Tommy Adaptive yang disasarkan buat orang dewasa penyandang difabel. Koleksi Tommy Adaptive pertama saat itu berjumlah 37 produk buat laki-laki dan 34 produk buat perempuan. Setahun sebelumnya Hilfiger bekerja sama dengan Runway of Dreams meluncurkan produk fashion untuk anak-anak difabel. Kerja sama inilah yang menjadi cikal bakal dari Tommy Adaptive.

 

 

Brooke!

A post shared by Runway of Dreams (@runwayofdreams) on

 

“Inklusivitas dan demokratisasi di dunia fashion selalu jadi inti dari identitas brand saya. Koleksi-koleksi saya ini mencoba membangun visi tersebut, dan bertujuan empowering orang dewasa penyandang disabilitas buat berekspresi lewat fashion,” kata Hilfiger ke CNN yang dikutip oleh Teen Vogue.

 

BRAND FASHION BUAT PENYANDANG DIFABEL

 

TOMMY-HILFIGER-NEW-COLLECTIONS-DAN-PERJALANAN-FASHION-DISABILITAS

sumber: online-zeitung.de

 

Selain Hilfiger, ternyata desain fashion buat penyandang difabel udah sempet booming sebelumnya. Pada 2014, Lucy Jones memenangkan Designer of The Year di The Parsons School of Desing New York karena koleksi fashion minimalisnya yang disasarkan buat pengguna kursi roda. Lewat situs web pribadinya, Jones cerita kalo proses pembuatan koleksinya berbeda dengan fashion kebanyakan yang didesain untuk posisi berdiri. Sebaliknya, Jones mendesain pakaian buat orang dalam kondisi duduk, yang membuat karya-karyanya mayoritas berlengan panjang dengan bagian badan yang pendek. Karier desainnya membuat dia masuk Forbes 30 Under 30 Class of 2016.

Selain karya Lucy Jones, brand lain yang ditujukan buat kaum difabel adalah MagnaReady karya Maura Horton, Bezgraniz Couture karya Tobias Reisner dan Yanina Urusova, sama koleksi-koleksi Sophie Neff. MagnaReady adalah brand kemeja yang didesain khusus menggunakan magnet sebagai pengganti kancingnya. Brand ini terinspirasi dari suami sang founder yang punya penyakit parkinsons dan kesulitan mengancingkan kemeja sendiri. Sementara itu, brand Bezgraniz Couture fokus pada rebranding persepsi fashion difabel. Setiap memamerkan koleksinya, Bezgraniz Couture nggak memisahkan produk fashion difabelnya dari produk fashion biasa. Terakhir, Sophie Neff meluncurkan koleksi ‘inclusive knits’, beraneka ragam desain knitwear buat kebutuhan yang beda-beda, termasuk penyandang difabel. Desain-desainnya memungkinkan penyandang difabel memakai outer dengan struktur rajutan dan metode teknik khusus buat mereka.

 

 

 

FASHION SHOW DIFABEL

 

TOMMY-HILFIGER-NEW-COLLECTIONS-DAN-PERJALANAN-FASHION-DISABILITAS

sumber: independent.co.uk, pulptastic.com, pulptastic.com

 

Selain di fashion show brand khusus disabilitas, penyandang disabilitas juga udah banyak mendapat kesempatan melakukan fashion show di event fashion tersendiri. Salah satunya diwujudkan oleh Runway of Dreams yang sering melakukan event dan kampanye fashion, termasuk fashion show. Selain Runway of Dreams, fashion difabel juga tampil di beberapa event fashion kelas dunia, di antaranya New York Fashion Week, London Fashion Week, Moscow Fashion Week, dan Toronto Fashion Week.

Di New York Fashion Week, misalnya, model difabel pertama kali muncul pada 2015. Para model itu menampilkan koleksi karya Antonio Urzi berjudul ‘FTL Moda Loving You’. Masih pada tahun yang sama, New York Fashion Week juga pertama kalinya menampilkan Jamie Brewer, model penyandang down syndrome. Sementara itu, di London Fashion Week, model difabel pertama kali muncul pada 2017. Tiga desainer yang menggaet model-model difabel tersebut adalah Richard Malone, Teatum Jones, dan Fyodor Golan. Sejak 2015, Moscow Fashion Week juga menampilkan model-model pengguna kursi roda yang memakai koleksi fashion Bezgraniz Couture. Begitu juga Toronto Fashion Week yang menampilkan mantan atlet atletik Rachel Romu sebagai model masih pada 2017.

 

 

DIFABEL SEBAGAI FASHION STATEMENT

Pada Februari lalu, jagat media sosial sempet heboh sama munculnya seorang perempuan berkursi roda yang bilang kalo difabel adalah fashion statementnya. Dia bernama Elsie Tellier, mahasiswa Ivy League College penyandang cystic fibrosis, kelainan pada sistem pernapasan yang membuatnya terpaksa memakai kursi roda ke mana-mana. Tellier menghias kursi rodanya dan mengecatnya sedemikian rupa, menjadikannya sebagai bagian dari akutalisasi kecintaannya terhadap dunia fashion. Menurutnya, kursi roda bukan cuma alat bantu mobilitas, tapi juga bisa jadi aksesori fashion buat kaum difabel.

 

 

wheelchairs are not only mobility aids, they can also be great fashion accessories ???? .... ???? @madelinerosedorroh  #disability #wheelchair #fashion #pink #roses #harvard #pdbae

A post shared by Elsie Tellier (@65pinkroses) on

 

 

“Aku melihat fashion sebagai starting point. Buat banyak orang disabilitas itu masih asing, tapi fashion bisa jadi sarana buat melampaui perbedaan yang membatasi kita semua. Menurutku, penyandang diasbilitas adalah kaum minoritas terbesar di dunia, tapi cuma punya sedikit representasi (di dunia fashion). Dan aku suka berpakaian dengan cara-cara unik yang bisa membuatku merasa seneng. Soalnya, gara-gara itu orang lain jadi memulai pembicaraan tentang style fashionku,” cerita Tellier, dikutip dari Teen Vogue.

 

 

BACA JUGA:

 

 

 

Written by Asmi Nur Aisyah
Photo Source:
courtesy of Tommy Hilfiger, online-zeitung.de, independent.co.uk, pulptastic.com
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar