TIPS SUKSES BERBISNIS DI INSTAGRAM LANGSUNG DARI PARA PELAKUNYA

November 03, 2018

TIPS-SUKSES-BERBISNIS-DI-INSTAGRAM-LANGSUNG-DARI-PARA-PELAKUNYA

 

Pernah nggak kita bertanya-tanya, sebenernya apa sih yang dilakukan oleh para pemilik online shop sukses di Instagram buat menggaet banyak pembeli dan mendapatkan keuntungan sebesar sekarang? Gimana juga cara mereka membuat brand-nya yang bener-bener dimulai dari nol bisa dikenal oleh masyarakat luas?

 

Dalam rangkaian perjalanan Instagrammable Business yang diadakan pada 11-12 Oktober 2018 lalu, Gogirl! dan rekan-rekan media lainnya diberikan kesempatan buat ketemu langsung dan ngobrol bareng para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berhasil sukses berkat Instagram. Mereka adalah owner Massicot Jewelry Amanda Mitsuri, owner La Douche Vita dan Tigah Home Asti Surya, owner Jumma Kids Winny Caprina, dan owner Matoa Indonesia Lucky Dana Aria.

Banyak banget tips-tips bagus yang keempat pengusaha ini bagikan soal cara mengembangkan bisnis via Instagram, yang jujur aja belum pernah Gogirl! denger sebelumnya dan karenanya sangat amat membuat wawasan. Buat kalian yang tertarik memulai bisnis dengan bantuan platform media sosial (medsos) yang satu ini tapi masih bingung gimana caranya, nih Gogirl! bocorin lima tips penting dari sesi sharing bareng mereka. Yuk simak!

 

1. EKSPLORASI SELURUH METODE MARKETING YANG ADA

Setelah buat akun Instagram, upload foto-foto produk yang mau kita jual, terus apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Biasanya pertanyaan inilah yang bakal pertama kali muncul di kepala kita para pemula, ya nggak? Tentu aja kalo keputusan kita adalah sekedar menunggu pembeli tanpa melakukan apapun, usaha kita nggak bakal bergerak ke mana-mana. Oleh sebab itu hal pertama yang harus kita lakukan adalah mempromosikan bisnis kita ke sebanyak-banyaknya orang lewat berbagai cara.

“Pertama kali memulai Jumma Kids aku cuma bermodal logo. Aku kirim gambarnya ke lima temenku dengan pesan, ‘Aku mau buat brand nih.. tolong bantu post dong. Ini caption-nya’. Dari situ followers Instagram Jumma Kids yang tadinya cuma aku dan suami bertambah jadi 10 he he.. lumayan,” cerita Mbak Winny mengenang masa-masa awalnya merintis brand kids fashion-nya di tahun 2013. Mbak Winny juga sempet dibantu promosi oleh temennya yang udah terlebih dahulu mendirikan online shop dan coba-coba mengirimkan barang gratis buat rekannya yang kebetulan adalah selebriti. Dari situ followers Instagram Jumma Kids pun bertambah lagi menjadi 100, kemudian 1000.

“Aku bahkan pernah coba DM Dian Sastro, bilang mau ngirim baju untuk anaknya. Pede aja nggak tau malu. Eh, dijawab dan dikasih alamatnya. Begitu di-share sama dia, followers kita nambah lagi seribu. Tapi kalo influencer zaman sekarang yang minta bayaran buat endorse, biasanya aku nggak mau. Karena artinya mereka nggak bener-bener suka produk aku. Lebih baik aku pake sponsored ads Instagram aja sekalian. Tapi overall segala cara udah aku cobain sih kecuali beli followers,” lanjutnya bercerita.

Yap, mau nggak mau di awal kita emang harus bekerja keras buat memperkenalkan brand kita kepada khalayak. Intinya sih mulai dari sekedar minta temen-temen buat follow back akun online shop kita, menggunakan sponsored ads, meminta bantuan influecer buat endorse, sampe memberikan diskon atau mengadakan giveaway, eksplorasilah seluruh metode marketing yang ada sampe akhirnya kita dapet yang works dan paling efektif buat kita.

 

2. BUKAN PERBANYAK FOLLOWERS, TAPI TINGKATKAN ENGAGEMENT

 

TIPS-SUKSES-BERBISNIS-DI-INSTAGRAM-LANGSUNG-DARI-PARA-PELAKUNYA

 

Nggak bisa dipungkiri kalo banyaknya followers emang seringkali diliat oleh pembeli untuk menilai apakah suatu online shop trusted atau nggak, di mana ketika suatu akun hanya diikuti oleh sedikit orang, somehow kredibilitasnya menjadi diragukan. Oleh sebab itu membeli followers palsu seringkali dijadikan pertimbangan oleh para pengusaha pemula, berhubung kita nggak tau cara mendapatkan banyak followers dalam waktu yang singkat. Padahal sebenernya metode ini nggak disarankan lho oleh keempat pengusaha yang Gogirl! temui. Karena apa gunanya followers palsu yang pada akhirnya nggak bakal membeli produk kita, ya nggak? Apalagi mengingat gimana saat ini udah makin banyak pembeli cerdas yang tau cara membedakan followers asli dan palsu.   

Instead of followers, hal yang harusnya lebih kita perhatikan adalah tingkat keterlibatan atau engagement rate. Statistik ini bisa diliat dari jumlah likes, komentar, dan waktu yang dihabiskan orang untuk melihat konten kita, di mana seluruh informasi tersebut bisa kita dapet dan pantau kalo kita menggunakan Instagram for Business. Jadi bakal lebih baik bagi kita buat sedikit demi sedikit mengumpulkan followers asli yang bener-bener tertarik dengan brand dan produk kita, serta mempertahankan interaksi dengan mereka buat meningkatkan engagement rate. Karena merekalah yang pada akhirnya bakal bener-bener menjadi pembeli kita dan mungkin banget merekomendasikannya kepada orang lain kalo mereka emang bener-bener suka.

 

3. TUNJUKKAN KARAKTER, BUKAN PRODUK

Terus, gimana caranya mendapatkan followers asli dan meningkatkan engagement rate yang pada akhirnya juga bakal meningkatkan penjualan kita? Salah satu pelajaran utama yang Gogirl! dapet dari owner Matoa Indonesia Lucky Dana Aria adalah gimana kita harus menunjukkan karakter brand kita lewat Instagram, bukan sekedar produk yang kita jual. “Jadi kita bener-bener memperlakukan akun Instagram ini seperti hidup,” kata pengusaha yang nggak cuma memiliki brand jam tangan kayu ini, tapi juga berbagai usaha lain yang dia pastikan punya karakternya masing-masing.

Anggaplah Instagram sebagai etalase toko kita. Orang-orang bakal melihat postingan kita dan mengunjungi profil Instagram kita buat memutuskan apakah mereka bakal menjadi konsumen kita atau nggak. Oleh sebab itu tampilan Instagram kita, mulai dari nama bisnis, bio, dan feed harus menampilkan sisi otentik yang menunjukkan karakter brand kita dan bakal membedakannya dari brand lain, sekaligus menjadi daya tarik yang berpotensi menggaet calon pembeli. Karena dijamin deh, pasti ada aja orang lain yang juga menjual produk yang mirip dengan kita, entah karena emang udah nggak ada yang baru lagi di dunia ini atau pada akhirnya ide brilian kita dicontek oleh orang lain – seperti yang terjadi pada para pengusaha yang Gogirl! temui ini.

Lagipula salah satu kelebihan Instagram bila dibandingkan dengan platform online lain yang bisa kita gunakan buat berjualan adalah gimana medsos yang satu ini sengaja dibuat bersifat sangat personal. Hal tersebutlah yang bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya buat menunjukkan karakter brand kita, humanizing it, juga buat menjalin hubungan dengan calon pembeli yang bener-bener bakal menjadi pelanggan atau seenggaknya followers loyal kita. “Alesan kenapa profil bisnis di Instagram dibuat sama persis dengan profil personal adalah biar ketika pengguna berinteraksi dengan sebuah bisnis, rasanya sama aja kayak ketika mereka berintarksi dengan orang lain,” kata Communication Manager Instagram Asia-Pasifik Putri Silalahi.

 

4. MAKSIMALKAN BERBAGAI FITUR YANG ADA UNTUK MEMBUAT KONTEN YANG MENARIK

Seperti yang sebelumnya sempet Gogirl! bahas di artikel “BISNIS FASHION LEBIH MUDAH DENGAN ADANYA INSTAGRAM”, kelebihan lain yang bisa kita dapet dari berbisnis menggunakan Instagram adalah banyaknya fitur terukur yang bisa kita manfaatkan buat menjalin engagement dengan pembeli dan calon pembeli, serta gimana Instagram lebih dapat menonjolkan konten visual yang bisa menarik perhatian. Sehubungan dengan dua kelebihan yang baiknya kita maksimalkan ini, salah satu tips paling menarik yang Gogirl! dapet dari Mbak Amanda dkk adalah gimana kita nggak dianjurkan buat terus-terusan jualan. Kita juga perlu membagikan konten-konten menarik dan bermanfaat lain yang bakal membuat orang-orang terus mengikuti Instagram kita. Intinya sih jangan sampe mereka follow, beli sekali, terus unfollow karena merasa terganggu dengan postingan kita.

 “Kalo jualan mulu, takut orang bosen. Jadi kalo bisa jangan cuma posting gambar-gambar produk yang kita jual aja, tapi juga hal-hal informatif dan edukatif yang bakal membuat orang-orang tetep mengikuti konten kita,” kata Mbak Amanda yang masih mengurus Instagram Massicot Jewelry sendiri sampe sekarang. Misalnya aja, gimana dia seringkali berbagi tips, quotes, dan ilustrasi soal self-love di akun @massicot_yang target konsumennya emang perempuan.

 

 
 
 
View this post on Instagram

Another positive article that we want to share special for our lovely ladies ????. Love your self start from today ????

A post shared by MASSICOT (@massicot_) on

 

Kita juga bisa mencontek strategi Matoa Indonesia yang sengaja membangun cerita di balik setiap koleksi jam tangan terbarunya – yang selalu didukung oleh foto-foto dan video berkualitas tinggi bak trailer film, membuatnya menjadi jauh lebih menarik. “Mau nggak mau kita harus kreatif ketika membuat konten, apa lagi mengingat produk Matoa relatif sedikit. Selain story telling, kita juga mengangkat apa yang ada di balik Matoa. Misalnya aja behind the scene pembuatannya, menceritakan siapa yang merakitnya, dari mana bahan-bahannya, dsb” kata Mas Lucky.

 

 
 
 
View this post on Instagram

Yuhuuu.. mumpung liburan, main dengan binatang peliharaan sepertinya seru! . Penasaran nih, moms dan si kecil punya binatang peliharaan apa dirumah? . Kalau di Studio Jumma Kids, ada kucing kesayangan namanya Cheesu ???? . Kalau dirumah mom, bagaimana? . #JummaKids2018 #JummArt #pet #JummaKidsBuiltForKids

A post shared by JUMMA kids - INDONESIA (@jummakids) on

 

Teknik serupa juga diterapkan oleh Jumma Kids, misalnya aja gimana mereka menunjukkan proses mendesain baju, cerita di balik sebuah desain, dan aktivitas-aktivitas di balik layak lainnya dalam rangka membangun trust dengan pelanggan. Mbak Winny juga nggak lupa menjaga interaksi dengan followers lewat Q&A session yang sesekali dilakukannya, di mana selain menjawab pertanyaan-pertanyaan soal brand yang dirintisnya, ia juga seringkali berbagi soal tips parenting dan hal-hal personal lainnya.

Semua hal ini dapat dilakukan dengan bantuan berbagai fitur yang ada di Instagram, seperti Instagram stories, highlight, IG TV, Instagram Live, questions, dsb. Selain memungkinkan kita buat membagikan konten visual yang berkualitas dan interaktif, kelebihan fitur-fitur tersebut adalah gimana kita bisa mengukur engagment rate dari setiap postingan yang kita unggah. Jadi kita bisa melihat konten kayak gimana dan fitur apa yang paling efektif buat medatangkan likes dan komentar dari followers.

 

5. MANFAATKAN HASHTAG BUAT MEMBANGUN KOMUNITAS

Hashtag adalah salah satu fitur yang wajib kita manfaatkan ketika berjualan lewat Instagram, khususnya buat menjangkau calon pembeli baru dan membangun komunitas bagi pelanggan loyal yang emang merupakan penggemar produk kita. Kita sendiri pasti pernah kan menggunakan fitur ini untuk mencari sesuatu di Instagram? Asal tau aja, berkat hashtag inilah Mas Lucky dkk banyak mendapatkan pelanggan baru yang seringakali nggak cuma berasal dari luar kota, tapi juga luar negeri. So, fitur ini sebenernya bakal bermanfaat banget bagi kita buat menjangkau pasar yang lebih luas kalo kita bisa menggunakannya secara tepat.

Salah satu miskonsepsi yang seringkali dipercayai oleh para penjual adalah gimana kita harus menggunakan sebanyak-banyaknya hashtag buat dapat ditemukan oleh mereka yang sedang mencari apapun di Instagram. Padahal menurut para pengusaha yang Gogirl! temui dalam kesempatan kali ini, kita cuma perlu menggunakan hashtag yang relevan dengan produk kita aja – yang kalo bisa lebih spesifik dibandingkan general. Misalnya aja dibandingkan #makeup, kita bisa pilih hashtag #MOTD (makeup of the day) buat memperbesar kemungkinan postingan kita ditemukan. Karena bayangin deh, ada berapa juta orang di dunia ini yang menggunakan hashtag #makeup dalam captionnya? Adanya postingan kita malah bakal kekubur dan berakhir diskip gitu aja.

 

 
 
 
View this post on Instagram

Dalam pembuatan jam tangan MATOA, setiap pengrajin kami mengutamakan ketelitian pada setiap komponen dan detail terkecil. Dengan penuh dedikasi dan semangat, dalam setiap jam tangan terkandung harapan akan sebuah kualitas yang memberi kebanggaan untuk penggunanya. — In the creation of MATOA watches, our craftsmen prioritizes the thoroughness of each component and the smallest detail. With dedication and passion, in every watch contains a hope of a quality that gives pride to its users. #CreateYourTime #HowItsMade

A post shared by MATOA INDONESIA® (@matoa_id) on

 

Selanjutnya, tambahkan juga hashtag khusus yang unik buat brand kita dalam rangka mempermudah orang-orang buat menemukan dan mengikuti konten kita. Contohnya aja gimana Jumma Kids menggunakan hashtag khusus #JummaKids dan  #JummaKidsBuiltForKids atau Matoa Indonesia yang memiliki beberapa hashtag khusus dengan fungsinya masing-masing, di antaranya  #MatoaWanderlust (hashtag yang digunakan untuk berbagi foto-foto jam tangan kayu Matoa ketika dipake oleh para travelers), #HowWeDo (hashtag yang digunakan untuk menunjukkan tim yang bekerja di balik Matoa Indonesia), dan #HowItsMade (hashtag yang digunakan untuk menunjukkan behind the scene pembuatan jam tangan Matoa).

 

DAN YANG TERPENTING HARUS KONSISTEN!

Faktanya, tips-tips yang udah dijabarkan panjang lebar di atas nggak bakal berguna kalo kita nggak konsisten. Bahkan bisnis yang udah established sekalipun nggak bisa berhenti mempromosikan produk mereka kalo mau tetap esksis, apa lagi kita yang baru mulai merintis usaha? Selain untuk menggaet calon pembeli, kita harus terus mengupdate Instagram kita dengan konten-konten yang menarik buat menjaga loyalitas followers. Makanya kita seenggaknya harus mengupdate satu konten baru di Instagram kita setiap harinya, yang pastinya bakal memakan waktu dan tenaga, tapi harus dilakukan dan ditekuni kalo kita emang niat mengembangkan bisnis kita.

 

Baca juga:

 

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
mldspot.com, lorrainevirtual.com, Entrepreneur
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar