TIPE-TIPE TEMEN YANG PAS JADI TEMPAT CURHAT KITA

June 05, 2018

TIPE-TIPE-TEMEN-PAS-JADI-TEMPAT-CURHAT-KITA

Photo by Dani Vivanco on Unsplash

 

Percaya atau nggak, menceritakan masalah pribadi atau yang biasa disebut curhat adalah salah satu metode pertahanan diri. Soalnya, curhat bisa membantu kita mengurangi beban pikiran, apalagi kalo curhatnya dilakukan ke orang terdekat yang paham kita banget. Orang terdekat itu biasanya keluarga, sahabat, atau pacar kita. Sayangnya, dalam keadaan tertentu kita suka kelepasan curhat ke temen yang sebenernya nggak deket-deket banget. Curhat ke mereka bisa dibilang cukup berisiko, soalnya kita nggak sepercaya itu mereka bisa menjaga kerahasiaan curhatan kita. Tapi nggak apalah ambil risiko sedikit, yang penting beban pikiran kita berkurang dulu.

 

Anyway, disadari atau nggak, ada 5 tipe orang pas jadi tempat curhat kita, lho. Nah, tipe-tipe ini penting kita ketahui, soalnya kita jadi tahu di masa depan kita harus curhat ke siapa dalam keadaan tertentu. Curhat ke tipe orang yang salah bisa bikin kita mendapat respon yang nggak kita inginkan, lho. Ujung-ujungnya, suasana hati kita bukannya membaik, malah jadi semakin buruk, deh!

 

PENDENGAR TANPA SOLUSI

TIPE-TIPE-TEMEN-PAS-JADI-TEMPAT-CURHAT-KITA


Coba deh inget-inget, kita pasti punya temen curhat jenis yang satu ini. Ketika kita menceritakan segala keluh-kesah kita, dia mendengarkan dengan baik. Dia juga bahkan inget banget detail yang udah kita ceritain sebelumnya, dan mampu menyatukan semua potongan curhatan kita tanpa diminta. Ketika kita curhat sambil nangis, dia sabaaar banget duduk di samping kita sambil nepuk-nepuk punggung kita. Dia nggak bicara apa pun, tapi keberadaan dia bener-bener bisa bikin hati kita tenang. Kalo cerita sama dia, kita merasa sangat disimak dan diperhatikan deh, pokoknya!

Sisi menyebalkannya, dia jarang banget ngasih solusi atau saran buat masalah yang kita hadapi. Sekalinya berkomentar, dia cuma mengait-ngaitkan dengan curhatan kita sebelumnya. Kata-kata kayak “Kayak yang udah kamu bilang sebelumnya...”, “Kamu kan pernah bilang...”, dan “Bukankah menurutmu...” sering terlontar dari mulutnya. Itulah kenapa, pendengar curhat jenis ini kurang cocok buat kita yang lagi membutuhkan saran atau solusi dalam waktu cepat. Dia merasa nggak mumpuni memberi saran ke kita, sebab sering takut salah bicara. Tapi, dia cocok kita jadikan tempat curhat ketika kita lagi nge-down banget dan hanya butuh didengar sambil diberi pelukan semangat. Dalam keadaan terpuruk banget, seringkali kita hanya butuh penyemangat, bukan?

 

TUKANG INTEROGASI SEKALIGUS PENGANALISIS

TIPE-TIPE-TEMEN-PAS-JADI-TEMPAT-CURHAT-KITA


Tipe pendengar curhat kedua ini sebenernya juga pendengar yang baik. Bedanya dengan tipe pertama, dia nggak segan membantu kita menarik kesimpulan dari masalah yang kita hadapi. Tipe temen yang satu ini seringkali membuat kita menyadari hal-hal yang nggak kita sadari sebelumnya. Dia bukan sekedar pendengar, tapi sekaligus penganalisis yang baik. Kita nggak sekedar mengutarakan yang kita utarakan, tapi juga yang harus kita utarakan. Dia selalu bertanya hal-hal yang seharusnya kita sadari, terutama ketika masalah yang kita hadapi terlampau kusut dan susah diurai.

Setelah curhat ke tipe temen yang satu ini, kita jadi bisa mengambil kesimpulan dari banyak hal yang kita pertanyakan. Dia emang nggak langsung ngasih solusi, tapi jadi pembuka jalan buat kita mendapatkan solusi sendiri. Contohnya ketika kita punya masalah sama pasangan. Curhat ke dia mampu membuat kita mengurai apa aja penyebab keretakan hubungan kita dengan pacar. Pada akhirnya, curhat ke dia mampu membuat kita mengambil kesimpulan, langkah apa yang harus kita lakukan selanjutnya. Apakah kita harus mempertahankan hubungan kita dengan pasangan, atau malah harus mengakhirinya.

 

CURHAT BALIK TANPA NGASIH SOLUSI

TIPE-TIPE-TEMEN-PAS-JADI-TEMPAT-CURHAT-KITA


Tanpa kita sadari, kita selalu ketemu sama tipe pendengar curhat yang satu ini, seseorang yang malah curhat balik tanpa ngasih solusi. Setelah kita curhat panjang lebar soal masalah yang lagi kita hadapi, dia malah menceritakan pengalaman yang sama. Pada awalnya kita mengira dia menceritakan pengalaman yang sama karena dia merasa simpati pada kita. Tapi lama-lama dia malah keenakan curhat dan lupa kalo pada awalnya kitalah yang pengen curhat buat melegakan beban di kepala. Pendengar curahat jenis ini bisa saja merupakan temen kita yang nggak terlalu deket, dan kita terjebak malah curhat sama dia. Tapi, dia bisa juga temen terdekat kita yang juga lagi tertimpa masalah. Orang yang salah atau timing yang nggak tepat bisa membuat kita nyasar malah curhat ke orang jenis ini.

Ketika kita tanpa sengaja ketemu orang jenis ini ketika lagi butuh-butuhnya curhat, coba katakan baik-baik kalo kita nggak berkenan mendengar curhatan dia. Utarakan kalo kita lagi butuh menceritakan masalah kita terlebih dulu, sehingga kita belum siap mendengar masalah orang lain. Atau, coba hentikan baik-baik obrolan kita dengan dia ketika curhatannya semakin panjang lebar. Izin pamit atau pergi ke suatu tempat, atau simply izin mau mengerjakan urusan lain kalo curhatannya lewat chat atau telepon. Setelah itu, cobalah curhat pada temen deket lainnya. Buat menghindari terulangnya insiden ‘curhat balik’, utarakan sejak awal kalo kita sedang ingin didengar sampai curhatan kita tuntas.

 

CURHAT BALIK TAPI NGASIH SOLUSI

TIPE-TIPE-TEMEN-PAS-JADI-TEMPAT-CURHAT-KITA


Anehnya, ada lho tipe pendengar curhat yang curhat balik tapi tetep ngasih solusi. Kita tentu lebih respect sama tipe pendengar curhat yang satu ini, sebab tanpa dia sadari, dia selalu berusaha relate dengan curhatan kita. Ketika kita curhat masalah putus dengan pacar, dia juga menceritakan kisah masa lalunya saat dia putus dengan pacarnya. Dia nggak berani nge-judge kita tanpa melirik pengalamannya di masa lalu, dan itu membuat kita jadi dapet insight dari pengalaman orang lain. Kata-kata seperti “Kalo gue sih dulu gini...”, “Yang gue lakukan dulu adalah...”, atau “Pas gue alami yang lo alami, gue gini...” sering banget dia ucapkan.

Ketemu pendengar curhat jenis ini alasannya bisa dua kemungkinan. Pertama, dia emang lebih suka memberi referensi dari pengalaman nyata karena takut salah kalo ngasih pendapat pribadi sebagai solusi. Kedua, dia merasa empati karena pernah punya pengalaman yang sama, sehingga merasa mampu memberi saran dari pengalamannya itu. Well, apa pun alesannya, pola ‘pengalaman yang sama dan referensi ini bisa kita terapin’. Kalo kita mengenal sahabat-sahabat kita dengan biak, kita tentu tahu siapa aja yang punya masa lalu yang sama dengan kita, bukan? Nah, ketika kita dilanda masalah, coba pilih sahabat yang punya latar belakang masalah serupa buat dijadikan tempat curhat.

 

SI SOLUTIF YANG AGAK LEMOT

TIPE-TIPE-TEMEN-PAS-JADI-TEMPAT-CURHAT-KITA

Pernah curhat ke seorang sahabat atau temen yang nggak pernah bisa langsung ngasih saran atau solusi? Dia juga nggak bisa mencerna semua curhatan kita sekaligus, karena kadang-kadang dia suka meminta kita mengulang beberapa bagian dari curhatannya. Dia sering melontarkan kata-kata seperti, “Tunggu-tunggu. Yang tadi itu maksudnya...”, “Hah? Yang mana? Coba ulangi...”, atau “Sori, sori, bentar. Aku nggak ngerti bagian yang kamu ceritain sebelumnya...”

Kalo kita nggak sengaja curhat ke temen jenis ini, jangan langsung kesel sama dia. Coba tarik napas, bicara pelan-pelan. Bisa jadi justru memang cara bicara kita yang nggak beraturan gara-gara suasana hati kita lagi buruk. Coba keluarkan dulu emosi kita, tentu saja setelah minta maaf sama temen kita ini sebelumnya. Kalo kita marah, coba teriak buat ngeluarin kemarahan kita. Kalo kita kesel, coba nangis buat melampiaskan kekesalan. Setelah emosi keluar, baru deh cerita, siapa tahu struktur kalimat dari curhatan kita jadi lebih mudah dimengerti.

 

You may also want to read:

INGAT 5 HAL INI KETIKA RAGU MENGUNGKAPKAN ISI HATI DAN PIKIRAN

SEJAUH APA SIH KITA BOLEH CURHAT DI MEDIA SOSIAL?

UNTUNG RUGINYA SERING CURHAT SAMA TEMEN COWOK

 

 

Written by Asmi Nur Aisyah
Photo Source:
Photo by Dani Vivanco on Unsplash
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar