TEMEN TIBA-TIBA MEMUTUS HUBUNGAN, ADA APA YA?

July 09, 2018

TEMEN-TIBA-TIBA-MEMUTUS-HUBUNGAN-ADA-APA-YA

 

Pernah nggak kita punya temen yang secara tiba-tiba memutus hubungan tanpa alesan atau bahkan menghilang gitu aja tanpa kabar? Entah temen kita ini sebenernya masih aktif di media sosial (medsos) tapi sengaja mengabaikan pesan kita atau dia bener-bener lenyap sama sekali dari muka bumi dan nggak diketahui keberadaannya, tindakan kayak gini biasa disebut sebagai ghosting, salah satu masalah umum yang seringkali terjadi dalam hubungan pertemanan.

 

Dikutip dari Psychology Today, ghosting is the ultimate use of silent treatmet, yang seperti pernah Gogirl! bahas juga di artikel “5 HAL YANG NGGAK KITA SADARIN SAAT KENA ‘SILENT TREATMENT“ merupakan bentuk pasif agresif dari kekerasan emosional. Karena kita yang diabaikan pasti bakal berakhir mempertanyakan apa yang terjadi, apa salah kita, where things go wrong, dsb tanpa diberi kesempatan buat mendapatkan jawaban. Well, sakit banget emang, karena seperti mengutip perkataan psikolog dan penulis Jennice Vilahuer Ph.D., the opposite of love isn’t hate; it’s indifference. Terus apa dong yang sebaiknya kita lakukan ketika berhadapan dengan situasi semacam ini? Yuk simak!

 

ALESAN TEMEN MELAKUKAN GHOSTING

 

Dilansir dari Hello Giggles, berikut adalah beberapa alesan kenapa seseorang melakukan ghosting menurut para ahli:

 

1. ADA PERBUATAN KITA YANG MENYAKITINYA

TEMEN-TIBA-TIBA-MEMUTUS-HUBUNGAN-ADA-APA-YA



Well
, jujur deh, pasti hal pertama yang terlintas dalam pikiran kita ketika temen tiba-tiba memutus hubungan tanpa peringatan adalah “Apakah gue berbuat salah?”. Percaya nggak percaya, walaupun kebanyakan dari kita mungkin berpikir kalo kita adalah penyebab dari tindakan tersebut, para ahli menyatakan kalo ghosting sebenernya lebih merupakan refleksi dari kondisi sang pelaku. “It means the friend either does not have the energy, emotional readiness, time, or ability to confront the person they’re ghosting,” kata psikoterapis Dr. Kimberly Schaffer. Tapi bukan berarti kita nggak punya andil sama sekali ya. Perilaku dan tindakan kita di masa lalu mungkin aja berpengaruh terhadap keputusannya untuk memutus hubungan dengan kita. Jadi walaupun menghilang tanpa penjelasan yang dilakukannya ini nggak bijak, coba pikir-pikir lagi deh apakah kita pernah melakukan sesuatu yang menyebabkan temen kita berbuat demikian.

 

2. HAL LAIN MUNGKIN LAGI TERJADI DALAM HIDUPNYA


TEMEN-TIBA-TIBA-MEMUTUS-HUBUNGAN-ADA-APA-YA



Kembali mengutip Dr. Schaffer, walaupun sebaiknya nggak dilakukan, ghosting ternyata nggak selalu buruk lho, terutama buat sang pelaku. Ketika temen kita bener-bener menghilang tanpa jejak, bahkan dari sekolah/kampus/tempat kerja, temen-temen lain, dan medsos, mungkin banget lagi terjadi sesuatu dalam hidupnya yang nggak kita ketahui – di mana dia emang nggak ingin siapapun mengetahuinya. “The ghoster may have decided they do not have enough energy to give to the relationship. This is a positive for the ghoster, as self-care is extremely important,” Dr. Schaffer menjelaskan.

Yap, coba deh terbuka dengan kemungkinan kalo temen kita ini mungkin lagi menghadapi masa-masa yang sulit dan dia sengaja nggak memberitahu kita untuk menghindari rasa nggak nyaman dari berusaha dihibur/ditolong. Well, kita juga pasti pernah kan merasa ingin ditinggal sendiri dan nggak diganggu sama sekali? Mekanisme kontrol kayak gini emang seringkali membuat orang-orang terdekat bertanya-tanya, “Kenapa gue nggak diizinkan untuk membantu? Gue kan temen deketnya?”. Tapi coba deh pahami kalo not everyone copes in the same way. Memberi temen kita ruang bisa jadi adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan buat dia saat ini.

 

3. .. OR THEY’RE JUST NOT INTO YOU – AND THAT’S OKAY!


TEMEN-TIBA-TIBA-MEMUTUS-HUBUNGAN-ADA-APA-YA



One of the hardest truths to face about a friend who ghosts is when he/she is just not that into you,” ujar psikoterapis Dr. QuaVandra Perry. Nyesek sih emang, tapi nggak bisa dipungkiri kalo salah satu kemungkian alesan kenapa temen memutus hubungan tanpa penjelasan adalah karena dia emang nggak mau berteman lagi sama kita – terutama ketika dia jelas-jelas masih berkomunikasi dengan temen-temen lain dan aktif di medsos. And that’s totally okay, since not all friendships last forever. Malahan ketika temen memilih cara yang childish kayak gini buat mengakhiri hubungannya dengan kita instead of membicarakannya baik-baik, kayaknya udah saatnya deh bagi kita buat merefleksikan kembali arti pertemanan ini. Karena seperti yang udah sempet disinggung juga di atas, silent treatment (termasuk ghosting) adalah salah satu bentuk kekerasan emosional yang sebenernya nggak pantes diterima oleh siapapun.

 

 

TERUS, KITA HARUS GIMANA DONG?


TEMEN-TIBA-TIBA-MEMUTUS-HUBUNGAN-ADA-APA-YA


  1. Refleksikan penyebabnya. Berdasarkan kemungkinan-kemungkinan yang udah dijabarkan di atas, coba deh pikirkan kira-kira alesan mana yang paling cocok dan masuk akal dengan kondisi yang lagi kita dan temen sekarang. Inget-inget lagi interaksi terakhir kita dengan dia dan apakah ada perilaku atau tindakan kita sebelumnya yang mungkin menyakiti temen kita ini. Coba inget-inget juga masalah terakhir apa yang dia ceritakan ke kita. Barangkali aja dia emang lagi mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya.
  2. Berusaha ajak dia bicara untuk terakhir kali Dikutip dari Glamour, menurut psikolog klinis dan penulis buku Should I Stay or Should I Go? Ramani Durvasula, Ph.D, it’s a good idea to reach out one last time. Apakah kita udah berkali-kali mencoba mengubungi temen kita lewat berbagai cara? Kalo kita khawatir dengan kondisinya, apakah kita udah mencoba untuk menghubungi orang-orang terdekatnya atau bahkan mengunjungi dia ke rumahnya? Kalo setelah melakukan berbagai upaya kita berhasil membujuk dia untuk berbicara terakhir kalinya, coba deh minta temen kita ini buat terbuka soal perasaannya, keinginannya, dan gimana baiknya hubungan kita kedepannya.
  3. Putuskan, mau terus berusaha mempertahankan pertemanan atau move on? In the end, the choice is on us. Apakah kita masih ingin mempertahankan hubungan ini? Seberapa berarti dia buat kita dan seberapa penting kehadiaran dia dalam hidup kita? Kembali mengutip Durvasula, we live in a world in which everyone wants the question of ‘why’ answered. Sayangnya, banyak korban ghosting yang sampe akhir digantung dan karenanya nggak pernah tau alesan kenapa mereka diperlakukan demikian. Kalo menurut Gogirl! sih ketika temen terlihat udah nggak mau mempertahankan kita dalam hidupnya, buat apa kita mempertahankan dia. Maybe it’s time to let her/him go, simpan pertemanan kita sebagai kenangan, dan move on ke temen yang lebih bisa menghargai kita. Inget kalo the problem is usually not us, jadi jangan terlalu menyalahkan diri sendiri.
  4. Belajar dari pengalaman. Gimanapun akhir dari drama pertemanan kita, we can always learn from it, right? Dari kejadian ini kita terutama bisa belajar gimana cara menjadi temen yang lebih baik kedepannya, temen mana yang sebaiknya dipertahankan dan nggak, serta gimana baiknya kita nggak memutus hubungan dengan orang lain tanpa penjelasan – karena kita udah merasakan betapa nggak enaknya menjadi korban, ya nggak?

 

You may also want to read:

 

 

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
Man Repeller, Cosmopolitan (photo by: Abby Silverman), theforestscout.com
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar