TAKE IT OR LEAVE IT, PERTIMBANGIN HAL INI SEBELUM MEMUTUSKAN SESUATU!

November 29, 2018

TAKE-IT-OR-LEAVE-T.-WHAT-SHOULD-WE-DO?

 

Hidup akan selalu ngasih kita banyak pilihan. Apapun keputusannya, sedikit-banyak pasti akan selalu ada dampaknya. Tapi nggak usah bingung apalagi sampe takut ngambil keputusan. Here is Gogirl!’s guideline if we deal with a “take it or leave it” situation..

 

 

THERE’S NO TURNING BACK

Which clothes should we wear? What kind of food should we eat? Which wallpaper will match our bedroom floor? Kalo jenis pertanyaan kayak gitu sih, udah biasa kita hadapi sehari – hari. Kalo salah pas milihnya juga kayaknya efeknya nggak terlalu besar. Salah pilih baju? Yaa palingan jadi bahan ejekan teman – teman seharian. Tapi apakah akan sama ceritanya saat kita harus nentuin sesuatu yang besar dan penting? Misalnya moment “take it or leave it” kayak nerima atau nolak cowok setelah “ditembak”, memilih jurusan saat masuk kuliah, dan ngambil atau ngelepas sebuah kesempatan emas yang datang di saat yang kurang pas. Pilihan – pilihan kayak gitu yang bikin kita bingung. Semakin penting situasi yang kita hadapi, semakin banyak faktor yang harus dipertimbangin, dan semakin susah juga nentuin keputusannya. Because once we decide, there’s no turning back. Salah pilih pacar atau jurusan bisa bikin hati nggak nyaman ngejalaninnya. Kalo kita terus ngejalaninnya karena terpaksa, hasilnya pasti nggak oke. Mau mutusin pacar tapi nggak enak, mau pindah jurusan tapi terlanjur sayang sama waktu yang udah dihabisin. Yaah..sesekali dalam hidup, kita pasti pernah nyesel gara – gara salah milih sesuatu. Mungkin awalnya kita berharap bisa happy ngejalaninnya, tapi ternyata malah berjalan nggak sama yang kayak kita bayangin. So what should we do, when we already take something that actually we should leave at first or the other way around?

 

THERE’S NO WRONG DECISION

Ada aksi, ada reaksi. Begitupun setiap perbuatan atau tindakan, pasti ada resiko yang selalu ada di belakangnya. Let’s say we’re facing hard choices between take a once-in-lifetime opportunity to attend an international prestigious event, and having an interview for your dream job in the same time. Kira – kira, mana yang bakal kita pilih ya? Which one will we take? Undangan ke sebuah event bergengsi emang pengalaman yang berharga yang belum tentu dimiliki semua orang. Tapi memilihnya berarti ngelepasin kesempatan menuju karir impian. It shows us that in every choice we must make, we can choose our action. We also can choose our consequence. But remember that we can not choose both. Kita nggak bisa milih datang ke event itu tapi tetap punya kesempatan ngejalanin wawancara kerja. In the end, it doesn’t matter what we decide. In the end, there’s no such a thing as a wrong decision. Karena apapun pilihan yang kita buat, apapun hasilnya, dan apapun resikonya, bukanlah sesuatu yang salah bila kita bisa ngedapetin sesuatu dari pilihan tersebut. Kalo ternyata kita lebih milih untuk wawancara kerja dan gagal alias nggak keterima setelahnya, at least you make one move forward to your dream job. Kecewa sih pasti, mungkin sedikit nyesel. Tapi kenyataannya, kita rela ngorbanin sesuatu yang besar dan terhitung “langka” adalah bukti kalo karir impian kita emang layak diperjuangkan. Besides, there’s no shortcut to every place worth going, right?

 

THERE’S NOTHING TO LOSE

Bikin keputusan emang suatu situasi yang seringkali bikin kita nggak nyaman. Kita sering ngerasa takut kalo akhirnya keputusan yang kita buat salah atau bukan yang terbaik. Makin takut lagi kalo kita ngebayangin resiko dan segala kemungkinan terburuk yang datangnya dari keputusan itu. Masih wajar sih, asal jangan sampe hal itu ngemunculin lebih banyak masalah. Biasanya, ketakutan itu berpotensi bikin kita jadi indecisive alias bimbang, ragu – ragu dan nggak tegas dalam nentuin pilihan. Coba deh bayangin kalo ada keputusan yang harus kita buat dalam waktu yang singkat alias mendadak. Sifat indecisive itu bisa ngehambat dan ngulur waktu, sehingga bisa jadi kita malah nggak mutusin apa – apa. Instead of finding a best decision, why don’t we train ouselves to make a good enough decision? Tentunya bukan pilihan untung – untungan hasil hitung kancing atau lempar koin, tapi pilihan yang benar – benar udah dipikirin baik buruknya. We’re young, what’s the worst thing can come if our choice doesn’t turn our well? Whether we take it or leave it, we still can get something from it. Intinya, dalam setiap keputusan selalu ada harga yang harus kita bayar. Dalam setiap pilihan, tetap ada yang harus kita korbanin untuk ngedapetin sesuatu.

 

BEFORE YOU DECIDE

Take it? Or leave it? Nah, daripada bingung kelamaan sebelum netapin pilihan, ada baiknya pertimbangin dulu hal – hal berikut ini :

  • Fair Way to Compare

Untuk pilihan – pilihan yang sifatnya agak “berat”, anggap aja diri kita sebagai dewan juri sebuah ajang kontes cari bakat yang harus nentuin pemenangnya siapa. Maka tugas kita adalah ngenilai apa – apa yang jadi kelebihan dan kekurangan “para peserta”. Pelajari tiap – tiap kemungkinan dari pilihan yang tersedia, termasuk dampak jangka pendek dan panjang. Do some researches and observations and make list from the results. Dari situ kita bisa ngebandingin secara objektif, apa aja keuntungan dan kerugian kalo pilihan itu yang jadi “juaranya”.

  • Collect Some Advice

Boleh juga nambahin hasil “riset dan penelitian” dengan tanya – tanya atau minta pendapat dari orang lain. But remember, we are looking for second opinion, not third, fourth, nor fifth and sixth! Semakin banyak orang yang kita ajak diskusi sama pilihan itu, bakal makin banyak juga pendapat yang masuk. Alih – alih bikin keputusan dengan matang, bisa – bisa kita makin bingung karena banyaknya “suara”. Saran dari orang yang udah berpengalaman atau teman baik yang sangat kenal kita luar-dalam bisa jadi masukan berharga.

  • Focus on You

Di setiap pilihan yang kita punya dan keputusan yang kita buat, kita sendirilah yang bakal ngejalaninnya dan nanggung semua resikonya. So, leave everybody out of this. Termasuk segala macem tuntutan atau beban dari pihak yang bikin kita harus milih. Sekeras apapun tekanan yang kita rasain sebelum milih sesuatu, akan lebih keras lagi tekanannya yang kita rasain kalo kita regret our choices. Jadi putuskan segalanya berdasarkan hati dan keinginan kita, tapi pikirin baik – baik dampaknya bagi orang lain juga.

  • Take Some Steps

Ada penelitian yang bilang kalo manusia itu cenderung ngegunain rasionya untuk pilihan yang ringan. Tapi untuk pilihan yang complicated, maka insting atau intuisilah yang berperan lebih dominan. Menurut Profesor Ap Dijkterhuis asal Belanda, pikiran bawah sadar bisa ngebantu seseorang untuk nentuin sebuah keputusan penting. Tidur, bisa ningkatin daya analisa seseorang yang akhirnya bikin insting atau intuisi kita bekerja dengan baik.

 

 

Written by Ika V. Ayyudyah, rewritten by Nathania Clairine
Photo Source:
shutterstock
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar