BOSENNYA MENGHADAPI SAHABAT YANG NGGAK BISA MOVE ON

February 13, 2018

SAH-SAH-AJA-KOK-ISTIRAHAT-SEJENAK-DARI-SAHABAT-YANG-LAGI-NGEDOWN

sumber foto: shutterstock 

 

Akhir-akhir ini Dira bingung banget menghadapi  Yunita, sahabatnya. Masalahnya, Yunita putus sama pacarnya sebulan lalu. Gara-gara itu, Yunita seolah-olah kehilangan semangat. Mau makan lesu, diajak main males, ngerjain PR asal-asalan, ujian harian pun turun nilainya. Sebagai sahabat, Dira udah berusaha keras nyemangatin Yunita, nemenin terus setiap hari, jadi her shoulder to cry on, tapi Yunita nggak kunjung bersemangat. Lama-kelamaan Dira capek juga sama kesedihan Yunita yang berlarut-larut.

 

 

Siapa yang pernah merasakan apa yang Dira rasain tentang sahabatnya? Nggak cuma soal relationship, kasus yang sahabat kita hadepin bisa beda-beda: bisa jadi nilai sekolah yang jeblok, problem organisasi yang nggak kelar-kelar, atau masalah keluarga.

Kalo kita pernah ada di posisi Dira, tentu kita merasa serba salah. Mau bilang capek dicurhatin karena satu pun solusi yang kita kasih nggak didengerin, takut sahabat kita malah makin sakit hati. Mau maksa sahabat buat ngikutin saran kita, takut dia malah histeris dan mengira kalo kita nggak mau mengerti perasaan dia. Ujung-ujungnya bisa jadi kita malah kehilangan ketulusan dalam membantu masa-masa sulit dia. Kita mulai lelah mendengarkan cerita dan keluhan dia yang itu-itu lagi, tapi pada akhirnya toh kita dengerin juga.

Kita pengen banget teriak gini ke sahabat kita yang nggak selesai-selesai dengan perasaan sedihnya: “Keadaan nggak akan berubah kalo seseorang nggak mengubahnya, kan?”

 

KENAPA SIH DIA HARUS SEDIH BERLARUT-LARUT?

Ketika kita memberikan solusi yang realistis biar sahabat move on dari kesedihannya, dia bakal bilang, “Aku nggak bisa ngelupain dia. Nggak mungkin.”

Ketika kita lagi punya ide atau lagi mikirin suatu topik, otak kita bakal otomatis brainstorming. Pikiran kita bakal terhubung ke segala hal yang berkaitan sama ide atau topik yang lagi kita pikirin. Hal-hal yang nggak relevan bakal kita singkirin, dan pada akhirnya kita mampu ngerangkum ide atau topik itu dalam satu bentuk yang utuh.

Begitu juga pas lagi down apalagi depresi. Pikiran seseorang bakal terhubung ke segala hal yang berkaitan sama kesedihan itu. Hal-hal yang nggak relevan nggak bakalan masuk ke bagian brainstorming si penderita kesedihan. Itulah kenapa, dalam kondisi kayak gini, kata-kata negatif kayak “Aku nggak bakalan bisa melupakan dia” lebih kuat daripada ucapan positif “Kamu pasti bisa melupakan dia”.

Jalur brainstorming di dalam otak disebut arterior cingulate cortex (ACC). ACC ini memungkinkan terjadinya pergeseran cepat antara pikiran dan emosi, sehingga pada akhirnya otak kita mampu menyimpulkan solusi. Tapi, dalam keadaan depresi, jalur ACC ini jadi terganggu. Bisa jadi berputar di tempat tanpa bergerak, bisa juga bergerak terlalu lambat sehingga nggak bisa cepet menghasilkan solusi yang positif.

 

GIMANA CARA ISTIRAHAT DARI SAHABAT YANG LAGI DOWN?

Kalo sahabat udah terlalu berlarut-larut dalam kesedihan, kita juga yang seharusnya punya andil buat stop itu. Menghentikan sama sekali emang nggak mungkin, tapi seenggaknya kita bisa bikin sahabat kembali menjalankan kehidupannya sehari-hari dengan normal. Dan hal pertama yang kita mesti lakuin adalah istirahat dari kesedihan sahabat.

Di masa awal sahabat kita lagi sedih-sedihnya, tentu kesedihan dia jadi kesedihan kita juga. Tapi, seterusnya biarlah kesedihan itu jadi kesedihan dia sendiri. Coba minimalisir respon kita terhadap kesedihan dia, ingetin kalo kita punya hal-hal lain yang mesti dipikirin juga. Kalo dia masih suka nangis, coba untuk nggak kasih tanggepan saat dia curhat, cukup sediain pelukan. Kasih tanda kalo kita udah capek dengan kesedihan dia yang nggak kunjung berhenti.

Buat yang nggak terbiasa istirahat dari sahabat yang lagi down, cara kayak gini bakal terasa berat. Soalnya, ada kemungkinan sahabat bakal nyari tempat curhat lain yang masih mau mendengarkan kesedihan dia. Kalo udah gitu, coba hibur dia dengan nyinggung-nyinggung sifat positifnya. Kata-kata kayak “Mana nih kamu yang nyablak?” “Cewek cheerful kayak kamu masih broken heart?” bakal encourage dia buat kembali ke keceriaannnya yang dulu. Lama-kelamaan dia bakal sadar, sahabat yang baik adalah sahabat yang nggak membiarkan dia berlarut-larut dalam kesedihan.

 

COBAIN TEKNIK MAP: MOVE, ASK FOR INPUT, PLAY

Dilansir dari Psychology Today, pakar manajemen depresi Margaret Wehrenberg ngerangkum teknik MAP buat bikin orang lebih cepat sembuh dari depresinya. Teknik ini bisa kita terapin ke sahabat kita.

  • M (Move). Ajak temen kita buat literally move her body. Bagian otak yang stuck dalam berpikir jernih bakal kebantu terbuka ketika dia menggerakkan badannya. Ajak dia berenang, sepedahan, zumba, atau shopping bareng. Apa pun deh yang bikin badan dia bergerak dan membakar energi.
  • A (Ask for Input). Ketika kita udah mulai melancarkan aksi ‘istirahat’ dari curhatan sahabat, dia nyari orang lain yang bisa diajak curhat. Di tahap ini kita bisa arahin dia buat nyari dua atau tiga temen curhat lain yang pernah punya kesedihan yang sama. Saranin sahabat kita buat nanyain apa yang bikin mereka sembuh dan move on dari kesedihan itu. Soalnya, saran dari kita aja nggak bakalan mempan. Ada sisi sentimentil yang membuat kita cenderung selalu empati tanpa bener-bener ngasih solusi tiap kali sahabat curhat soal kesedihannya.
  • P (Play). Mainin sesuatu bareng dia. Literally mainin sebuah permainan, karena permainan bakal bikin otaknya terpaksa mikirin hal lain di luar kesedihan. Bermain bakal menstimulasi alias mancing otaknya buat berubah mood seketika. Coba deh ajak olahraga kayak badminton atau main PC game yang bisa multiple player. Ajak dia ke tempat bermain semacam Timezone juga bisa jadi pilihan, tuh.

 

Baca juga artikel tentang persahabatan di bawah ini:

 

 

Written by Asmi Nur Aisyah
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar