POLA MAKAN SEHAT: MULAI DARI MINDSET DAN JANGAN TEROBSESI

September 24, 2018

POLA-MAKAN-SEHAT-MULAI-DARI-MINDSET-DAN-JANGAN-TEROBSESI

 

Siapa di sini yang lagi berusaha memulai pola makan sehat? Nah, Gogirl! mau kasih insight nih soal gimana caranya memulai pola makan sehat. Di acara Wealth Wisdom 2018 pada 6 September lalu, Gogirl! dapet kesempatan wawancara eksklusif bareng Inge Tumiwa, penulis buku dan penggerak Project Eating Clean di Indonesia. Simak, yuk!

 

MEMAHAMI APA ITU EATING CLEAN SEBAGAI POLA MAKAN SEHAT

 POLA-MAKAN-SEHAT-MULAI-DARI-MINDSET-DAN-JANGAN-TEROBSESI

 

Eating Clean itu apa, sih? Boleh diceritain, nggak?

Eating clean adalah pola makan sehat yang mengutamakan nutrisi. Kata clean itu artinya makanan yang kita konsumsi nggak mengandung hormon, pestisida, logam berat, dan zat kimia yang bisa mengakumulasi jadi penyakit di tubuh kita. Jadi, kata clean itu adalah kita clean dari toksin yang tersembunyi, soalnya kan makanan sekarang kemasannya udah cantik-cantik dan nggak ada health warning-nya.

Lebih detail lagi, dalam perspektif eating clean makanan sehat alami itu apa sih?

Makanan yang dimakan oleh nenek-kakek kita dulu sebelum pertanian berubah jadi pertanian industri yang menggunakan pestisida dan bibit-bibit rekayasa. Jauh sebelum ada pabrik makanan. Contohnya keripik kentang yang beneran dibuat dari kentang, bukan yang udah diolah di pabrik dan dicampur dengan tepung, vetsin, dan lain-lain. Intinya, makanan yang bibitnya masih asli ciptaan Tuhan, ditanam dengan baik, tidak harus organik, kadar pestisidanya tidak tinggi, lalu diolah dengan cara yang benar. Nggak sekedar berhenti di bahannya. Kalo bahannya udah sehat tapi dimasak dengan cara yang salah, ya rusak juga kandungan nutrisinya. Cara memakannya juga harus benar, dikunyah. Sayang udah beli sayur mahal-mahal, masaknya, terus nggak dikunyah. Nggak bakal tercerna oleh sistem pencernaan.

Apa yang melatarbelakangi Mbak Inge untuk membuat project Eating Clean ini?

Personal experience. Delapan tahun lalu makan saya berantakan. Asal kenyang, asal suka rasanya. Lalu saya kena auto-immune dan kanker. Anak pertama saya umur 10 tahun kena obesitas dan diabetes, anak kedua saya umur 4 tahun kena GERD (penyakit asam lambung naik) dan eczema kulit parah, dan suami saya terkena masalah jantung. Uang, waktu, dan tenaga saya habis untuk berobat. Akhirnya saya memutuskan untuk belajar sendiri, apa sih yang bisa saya lakukan untuk menolong diri sendiri dan keluarga. Saya nggak mau lagi tergantung sama dokter, obat, dan siapa pun, karena sudah terbukti berbulan-bulan nggak sembuh-sembuh. Lalu saya belajar eating clean. Saya membaca sekian banyak buku tentang penyakit, pola makan, dan bahan pangan.

Pembaca Gogirl! kan kebanyakan remaja perempuan. Kesalahan pola makan apa sih yang banyak dilakukan remaja perempuan zaman sekarang?

Kebanyakan terbawa mitos dari orang tua yang salah dan terlanjur diajarin ke anaknya. Contohnya, harus minum susu. Contoh lain, remaja yang melihat orang tuanya terlalu memperhatikan self-body image, sehingga jadi ikut-ikutan. Misalnya Ibunya pengen kurus dan diet terus, maka anaknya bakal mempelajari itu. Dan saya melihat banyak remaja yang berlebihan melihat body image, takut gemuk tapi nggak tahu sebenernya berat badan sehat itu apa. Yang dicari hanya kurus, padahal kurus belum tentu sehat. Jadi, yang saya ajarkan ke remaja adalah healthy body image. Di balik body image itu ada tulang, air, lemak, dan kesehatan tubuh sama mental. Nggak cuma dilihat dari body shape.

Apa sih mitos tentang makan yang banyak diamini masyarakat sekarang?

Mitos kalo makan itu adalah untuk rasa, kepuasa emosi, dan status sosial, makanya semua makanan dianggap boleh dimakan dan nutrisi dikesampingkan. Fungsi makan yang sebenarnya untuk hidup sehat itu dikesampingkan.

View this post on Instagram

Kisah dibalik foto ini. Ini @indapang. Kami berkenalan dlm salah satu book Sharing dan demo masakku. Guru yoga ini lalu belajar pola makan & hidup Eating Clean lewat serial Workshopku. Dulu, ia tidak pernah masuk dapur, alias tidak pernah masak. Semakin belajar, semakin ia ingin bisa menghadirkan makanan sehat utk keluarganya. Lewat Workshop, ia belajar ttg filosofi dibalik "simple healthy home cooking", belajar masak sederhana. Di rumah ia mencoba resep2 sederhana & membiasakan diri memasak setiap hari. Lewat belajar, melihat, dan praktek, akhirnya mindsetnya berubah, langkah membangun kebiasaan pun menjadi lebih ringan, dan akhirnya kebiasaanpun terbentuk. Sulit? Awalnya pasti. Lama? Pastinya ada proses pembelajaran dan perubahan yg tidak sebentar. Skrg, ia menjadi salah satu inspirator di Komunitas Project Eating Clean. Membantuku mengajar simple healthy home cooking. Imagine that?!? Dari tidak bisa, menjadi luar biasa. Dari murid, menjadi guru. Healthy home cooking is for everyone. Its a basic skill. Bisa dipelajari oleh siapa saja, asal mau belajar & berproses. Yuk ikut demo masak aku & @indapang hari Sabtu, 8 September jam 15:30 - 17:00 di Sekolah Kembang, Kemang, Jakarta Selatan. Bukan sekedar demo masak. Aku akan membantu memahami filosofi masak sehat, mengajak melihat dari perspektif yg berbeda, membantu mengenali kendala & kekuatan diri sendiri serta membuat action plan. Inda akan berbagi kisah perjalanannya belajar memasak makanan sehat, dan memberi demo masak sehat makanan rumah sederhana dari resep bukuku serial Eating Clean. Dan, sesi tanya jawab yg biasanya selalu seru & menambah ilmu. Biaya Rp. 250.000 per orang. Tempat terbatas. Siapa cepat dia dapat. Yang tertarik segera kirim WA ke Admin @projecteatingclean di 08111509336. Tulis: Demo masak 8 September Nama: No WA: Jumlah peserta yang didaftarkan: Cara pembayaran akan diinfokan hanya melalui WA. #projecteatingclean #acara #demomasak #belajarmasaksehat #lifecoach #lifecoachingforwoman #iamalifecoach #interventionist #lifecoachmoment #lifecoachachivement #kisahinspiratif

A post shared by Inge Tumiwa Bachrens (@ingetumiwa_bachrens) on

 

Terus, step awal apa yang bisa kita lakukan ketika baru mau mulai pola makan sehat?

Setiap orang beda-beda, tergantung faktor ekonomi, faktor pendidikan, faktor umur, faktor masih single atau udah menikah, laki-laki atau perempuan. Nggak ada satu rumus dasar yang berlaku umum, sebab badan semua orang itu beda. List makanan yang harus dihindari ada, list makanan yang harus dimakan ada, tapi mulainya ya sesuaikan dengan kondisi masing-masing. Ada orang yang memulai dengan berhenti minum minuman manis, ada yang berhenti dengan mengganti nasi, dan sebagainya. Terserah. Jangan melakukan pola makan dengan target orang lain, tapi sesuaikan dengan target sendiri dan dengan small steps. Berproses, karena kita lagi berusaha mengubah kebiasaan yang terlanjur kebentuk bertahun-tahun. Kalo langsung ekstrim pasti frustrasi.

Tantangan terbesar apa yang biasanya dihadapi orang-orang yang baru mau mulai makan sehat?

Mindset. Kalo kita berhasil mengubah mindset kita bahwa ini adalah prioritas, maka langkah ke depannya menjadi ringan karena mindset-nya udah mantap.  Kita mantapkan mindset makan sehat itu penting karena apa, tujuan kita makan sehat itu apa. Nantinya, menghadapi godaan apa pun dan dari siapa pun, nggak akan mempan.

Banyak yang ngira, pola makan sehat itu mahal. Bener nggak, sih?

Lewat project eating clean saya ingin mengajarkan orang-orang yang nggak mampu untuk makan sehat. Di sisi lain, saya ngajarin orang kaya untuk makan sederhana. Saya nggak mau orang-orang yang nggak punya uang berpikir kalo untuk makan sehat mereka perlu kaya. Soalnya, sebenernya kita justru mau mengikuti pola makan sederhana mereka. Nggak perlulah ngikutin gaya makan fastfood. Tetaplah di sayur, tetaplah di ubi, tetaplah di jagung, jangan terbawa modernisasi.

Gimana dengan olahraga sebagai penunjang pola makan sehat?

Harus. Modal utama hidup sehat adalah 70% nutrisi dan 30%nya olahraga, banyak gerak, alam, manage your stress, dan istirahat. Sayangnya, banyak orang yang makanannya nggak diperhatiin tapi olahraganya ekstrim. Ada juga yang olahraganya dijaga, makan dijaga, tapi stress melulu. Kalo kita mau sehat, semuanya harus balance. Nggak boleh obsesi olahraga, nggak boleh obsesi makan sehat, soalnya semakin kita terobsesi maka semakin kita jadi stres. Inget, stress itu pemicu penyakit.

View this post on Instagram

My garlic roast chicken is done (don't ask me for the recipe because I am not sharing this one ????). . Memanggang ayam sepagian sambil olahraga, jemur pakaian sekaligus badan di bawah sinar matahari pagi, nyetrika, nyuci, dan bebersih rumah. Siang ini tinggal belajar dan kerja. Nanti sore mau nonton sama anak2. Ada yg bilang ini gaya hidup repot dan melelahkan. Hidup tanpa ART di zaman now sih aneeeeh!! Tapi, ada yang bilang ini gaya hidup sehat dan seimbang. Aku pilih persepsi yang kedua. . . Hidup tidak melulu untuk kerja, atau gaul, atau tidur, atau olah raga, atau hobi, atau masak, atau makan, atau belajar, atau travel. Waktu yg dimiliki dibagi2. Ada masak, ada mengurus rumah, ada olah raga, ada kerja, ada belajar, ada istirahat, ada main. Sehat krn gaya hidup ini banyak bergerak, less stress karena semua dilakukan tanpa ngotot, happy karena bisa aktif dan produktif serta bermanfaat. Capek? Yang pasti nanti malam pasti tidur gampang gara2 seharian aktif. #projecteatingclean #hidupsehat #makansehat #makanbenar #makanpintar #hidupseimbang

A post shared by Inge Tumiwa Bachrens (@ingetumiwa_bachrens) on

Oh iya, banyak yang beranggapan kalo makanan sehat itu nggak enak. Emang bener, ya?

Justru saya pilih eating clean karena di eating clean prinsip utamanya adalah makan sehat itu harus enak di lidah. Bedanya, nggak menggunakan bumbu-bumbu buatan pabrik. Banyak-banyaklah pakai bumbu alami yaitu bawang, tomat ijo, dan sebagainya. Jangan dari vetsin proses, kan makanan mengandung perasa alami. Satu lagi yang bikin makanan sehat jadi enak adalah lemak. Jadi, jangan makan yang dikukus terus, bisa frustrasi nanti.

Berarti eating clean bukannya tanpa lemak, ya?

Bukan, tapi pilih lemak yang sehat dan bukan lemak sintetis. Lemak sehat diperoleh dengan cara tradisional, bukan dari bibit rekayasa dan diolah pabrik sedemikian rupa. Sementara, lemak sehat di Indonesia ada dua, yaitu olive oil dan minyak kelapa. Soalnya, lemak yang sehat adalah lemak yang pohon minyaknya tumbuh di tempat kita mengonsumsinya. Cuma sayangnya olive oil tergolong jarang di Indonesia sehingga banyak diimpor, sementara minyak kelapa pohonnya banyak di sini. Bahan pangan lokal seperti minyak kelapa inilah yang lebih sehat. Saya sendiri hidup dengan minyak kelapa.

Terakhir, apakah eating clean mengenal cheating?

Saya menyebutnya bukan cheating, karena di eating clean saya mengajarkan untuk nggak terobsesi makan sehat. Nggak mungkin kita bisa 100% makan sehat, kita hanya manusia biasa. Yang saya terapkan adalah 90% saya makan dan hidup dengan sehat. Dengan 90% saya menjalani hidup dengan lebih sehat, otomatis risiko penyakit kronis berkurang. Kalo dulu sebelum mengubah pola makan, 90% makan saya asal dan nggak pernah olahraga, tidur kurang, dan stress terus. Jadi yang saya lakukan hanya membalik porsi 90% tersebut. Sisa 10%nya bukan cheating, ya itu saya sebagai manusia. Masih ada ulang tahun, arisan, business trip, dan lain-lain, bukan self-sabotage.

 

MEMULAI EATING CLEAN DARI HAL SIMPEL ALA GOGIRL!

View this post on Instagram

#Repost @ingetumiwa_bachrens ??? Be Monday like.... Ini sarapan pagi di rumahku, apa sarapan pagimu?? . 8 tahun lalu, setiap pagi di meja makan rumahku selalu ada ada roti tawar dg selai cokelat, atau sereal dg susu, atau pancake dg gula. Hilang sudah semuanya sejak aku belajar pola makan sehat Eating Clean. Sekarang, yang wajib ada di meja makan setiap pagi adalah sayur sayur sayur. Protein dan nasi/kentang hanya jadi pendamping. Proses merubah diri dan keluarga tidak mudah dan tidak sebentar. Ada tangis, ada marah, ada frustasi, ada sebal. Tapi semua hilang sudah. Digantikan dg mudah dan menyenangkan. Untuk teman2 yg sedang berusaha merubah pola makan diri dan keluarga, sabar ya... dan terus berusaha ???? . #projecteatingclean #makanbenar #makanpintar #makansehat #sarapansehat #sarapanpagi #makansehatitumudah #masaksehatitumudah

A post shared by Project Eating Clean (@projecteatingclean) on

Dari obrolan bareng Inge Tumiwa tadi, Gogirl! banyak memetik pelajaran tentang apa sebenernya pola makan sehat itu. Nah, kalo kamu masih sulit membayangkan semua makanan yang kita konsumsi harus clean, ini steps yang bisa dilakukan berdasarkan hasil rangkuman Gogirl!:

  • Mulai dengan langkah sederhana sesuai dengan kemampuan kita. Kalo kita tipe yang sering minum kopi, coba dikurangi kopinya. Kalo kita suka makanan manis, ubah makanan manis tersebut dengan buah. Yang berat mungkin kalo kita terlanjur jadi perokok. Nah, khusus kasus ini, mulai dengan mengurangi jumlah rokoknya dulu, karena berhenti total langsung itu susah.
  • Mulai dengan prosentasi kecil. Jangan langsung 90%-10%, bisa bikin frustasi. Mulai dari 70%-30% atau bahkan 60%-40% dulu, yang penting porsi makan sehatnya lebih banyak. Setelah seminggu atau bahkan sebulan, naikkan prosentasenya perlahan-lahan.
  • Hindari vetsin dan bumbu penyedap. Mulai dari hanya menggunakan garam. Kalo bikin bumbu sendiri tiap kali masak dirasa terlalu repot, buat stok jangka panjang. Satu ulekan bumbu buat tiga hari sampe seminggu, taro di kulkas.
  • Selalu pake minyak kelapa saat memasak.
  • Sarapan di rumah dan masak sendiri.
  • Bawa bekal makan siang yang dimasak sendiri tiap ke kantor atau ke kampus. Bekal ini jadi investasi makan sehat kita, sebab kita nggak pernah tahu ke mana kita pergi setelah jam pulang nanti.
  • Minum air putih dan istirahat yang cukup setiap hari.
  • Olahraga ringan setiap hari dengan biasakan jalan kaki. Jangan males, hindari naik motor kalo cuma ke warung yang jaraknya 700m doang. Kalo ada waktu, olahraga yang lebih niat bisa dilakukan seminggu sekali.
  • Jangan sering stress! Pinter-pinter cari penghiburan dari hal sederhana. Sekedar nonton, baca buku, atau memanjakan diri dengan skincare bisa jadi pilihan.

 

 

BACA JUGA:

SEBERAPA GEDE MINUMAN KEMASAN NGASIH IMPACT KE KESEHATAN?

20 KEBIASAAN SEHAT YANG NGGAK SULIT BUAT DILAKUIN

FAKTA TERSEMBUNYI DI BALIK MAKANAN SEHAT

 

Written by Asmi Nur Aisyah
Photo Source:
Photo by Pablo Merchán Montes on Unsplash, Asmi Nur Aisyah
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar