TAHU SOAL CULTURAL APPROPRIATION SEBELUM IKUTAN TREND

December 05, 2017

PELAJARI-SOAL-CULTURAL-APPROPRIATION-SEBELUM-IKUTAN-TREND!

 

Udah dua kali Katy Perry kena kasus cultural appropriation. Pertama adalah waktu Katy Perry muncul dengan rambut cornrownya di video klip ‘This Is How We Do’ dan waktu tampil di American Music Awards tahun 2013 dengan kimono modifikasi dan muka makeup tebal, menyanyikan lagu Unconditionally. Selain itu ada juga Kylie Jenner dengan rambut cornrownya, Karlie Kloss dengan headpiece Native American di Victoria’s Secret, Selena Gomez dengan bindi-nya, dan masih banyak sederetan seleb lain yang sempet kena masalah cultural appropriation karena mereka memakai unsur atau identitas kebudayaan suatu kelompok lain ke dalam kehidupan atau sebagai elemen fashion tanpa tahu makna dan fungsi sebenernya dari identitas kebudayaan tersebut. Hal ini jadi membingungkan karena sebenernya kan hal itu menandakan bahwa suatu budaya tersebut diterima sama masyarakat luas. Apa yang bikin hal tersebut jadi cultural appropriation ya?

 

 

PELAJARI-SOAL-CULTURAL-APPROPRIATION-SEBELUM-IKUTAN-TREND!

 

Menurut James O.Young penulis buku Cultural Appropriation and the Arts, cultural appropriation adalah sebuah konsep dalam sosiologi yang mengacu pada pemakaian atau pengadopsian elemen dari sebuah kebudayaan, oleh orang-orang yang berasal dari kebudayaan lain.

Sering banget cultural appropriation ini disebut sebagai cultural misappropriation yang merupakan pelanggaran hak kekayaan intelektual dari budaya yang sebenernya. Menurut Hoda Katebi, blogger dan aktifis yang berasal dari Chicago, appropriation disini berkaitan dengan struktur kekuasaan, dan sebenernya dikit banget kaitannya dengan menghargai praktik kebudayaan dan menambahkan kredit ke sumber original. Kayak misalnya, dreadlock. Kalo cewek berkulit putih yang pake hairstyle tersebut, bisa dibilang edgy, keren dan berani tampil beda. Tapi kalo orang kulit hitam yang pake, malah dinilai dekil, atau nggak pantes buat dilakuin.

Berikut adalah beberapa cara biar kita nggak terjebak sama yang namanya cultural appropriation:

 

1. KENALI ASAL-USUL BUDAYA YANG KITA PAKAI

Ada pembatas tipis antara mengapresiasi sebuah kebudayaan dan melecehkan kebudayaan tersebut. Banyak banget musisi yang mengapresiasi sebuah kebudayaan dan menyebutkan asal-usulnya, daripada asal comot budaya tersebut tanpa mengetahui sejarahnya. Kalo kita tahu darimana asalnya dan kenapa hal itu bisa terjadi, kita nggak akan berani untuk memakai elemen budaya tersebut secara sembarangan.

 

2. HINDARI PAKAI ATRIBUT YANG SPESIFIK SECARA BUDAYA KALAU BELUM NGERTI BEDANYA

Sering banget kita ngeliat orang pake headpiece suku Native American di acara festival musik semacam Coachella, atau ngeliat henna tattoo yang dikomersilkan dan dipakai sembarangan, tanpa mereka tahu arti dari atribut tersebut. Masing-masing atribut bisa aja mewakilkan hal-hal, kelompok, atau waktu tertentu yang dikeramatkan secara spiritual, atau bisa juga di dalam kebudayaan aslinya, atribut tersebut sulit untuk didapatkan. 

 

3. BERBICARA ATAU BERNYANYILAH DENGAN AKSEN NORMAL KITA, NGGAK DENGAN AKSEN KEBUDAYAAN LAIN

Kita suka sengaja ngomong dengan logat Jawa atau logat Sunda karena kadang menurut kita hal tersebut lucu dan nggak biasa. Maksud kita sih bercanda, tapi mungkin buat orang Jawa asli atau orang Sunda asli, hal ini nggak mengenakkan karena bukan mau mereka untuk berbicara dengan nada atau aksen yang seperti itu.

 

4. STEREOTYPE BUKANLAH SUATU HAL YANG BISA DIPERMAINKAN

Cewek Asia sering digambarkan dengan wajah imut, selfie sambil mengembungkan pipi, nggak lupa jari membentuk peace sign. Padahal kan nggak semua cewek Asia begitu. Hal ini nunjukkin ada stereotip tertentu tentang gimana cewek Asia berkelakuan, dan hal ini sebenernya nggak cool, karena seakan-akan image suatu kelompuk atau golongan itu udah ditentuin duluan.  

 

Written by Ni Wayan Desy
Photo Source:
etonline, popsugar, Toronto Star, Huffington Post, SheKnows
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar