UP CLOSE AND PERSONAL WITH OVEREATING COMPULSIVE

October 12, 2017

OVEREATING-COMPULSIVE

 

Segala sesuatu yang berlebihan itu nggak pernah ada baiknya, termasuk soal makan. Walaupun makanan sehat, tetep perlu ada batasan konsumsinya. It’s called overeating when kita nggak bisa berhenti makan walaupun udah melebihi porsi normal, bahkan saat perut udah penuh. Fyi, nggak hanya orang gemuk aja lho yang bisa overeating, tapi orang kurus juga bisa.

 

 

IDENTIFY THE FACTOR

1. Psychological Factor

  • Mood for food. Nggak sedikit dari kita yang ngalihin emosi dan stres ke makanan. Sesekali sih boleh tapi jangan keterusan ya. Gitu juga sama rasa bosan yang ternyata bisa jadi trigger kita buat eat more and more.
  • Wrong parental education. We think that’s normal when eat junk food everyday. Because when we child we do it. Akhirnya jadi keterusan sampe gede deh. Atau bisa juga kebalikannya gara-gara pas kecil dilarang terus, udah gedenya malah ‘balas dendam’ dengan makan banyak.

2. Biological Factor

  • Food science. Penelitian di bidang makanan yang ngasilin berbagai produk makanan sebenernya dibuat untuk konsumen ngerasa ketagihan. Misalnya MSG pada kripik yang bikin rasa gurih.
  • Rewarding System. Junk food ganggu sistem penghargaan pada manusia dengan memberikan ‘shortcut’ rasa nyaman instead of produksi alami. Terlalu sering ngonsumsi ini bikin otak memerintah buat meminta lagi.
  • Lack of sleep. Kurang todur bisa bikin kita stres, lho. Karena tubuh dan otak nggak beristirahat cukup, makanya kita gampang capek. Kalo lagi kayak gini seringkali kita malah pelarian ke makanan. Tujuannya sih buat nambah tenaga karna ngerasa lemes.
  • Hormonal function. Pada orang yang ngalamin obesitas atau kegemukan biasanya punya gangguan fungsi hormonal. Hormon leptin yang ngirimin signal kenyang ke otak nggak berjalan dengan baik. Makanya orang gemuk cenderung keliatan rakus saat makan karena otaknya belum peroleh cukup makanan walaupun lambung udah penuh.

3. Social Factor

Pas lagi acara-acara khusus kayak lebaran dan ketemu keluarga besar pasti rasanya jadi pengen makan banyak. Semua makanan pun akhirnya dicoba sampe perut penuh. Hati-hati, ini overeating lho.

 

THE BAD EFFECTS

  1. Gangguan psikologis, mulai dari addicted to food sampe nggak pede karena body image yang nggak sehat.
  2. Gangguan kesehatan kayak gula darah yang tinggi, kolesterol, obesitas, gangguan pencernaan, dsb.

 

KNOW WHAT YOU EAT

 

OVEREATING-COMPULSIVE

 

  • Garam (daging beku, sosis, pizza, mie instan, etc). Tambahkan garam saat masak terutama garam laut, sesuai selera. Over sodium hanya terjadi karena konsumsi produk olahan atau kemasan dan junk food yang ngandung sodium tinggi.
  • Gula (candies, cakes, soda,etc). Sedikit mungkin yang kita bisa karena gula bukan kebutuhan nutrisi yang kita butuhin. Hindari gula tambahan dari gula dapur, sirup, atau sejenisnya. Tapi, kalo gula dari buah-buahan nggak papa, karena menyehatkan.
  • Spicy food. Kapasitas dan pencernaan manusia beda-beda, ada yang gampang bereaksi sama makanan pedas da nada yang nggak. So, it’s better for us to know kapasitas pencernaan kita.
  • Coffee. Kebanyakan minum kopi emang punya efek buruk di tubuh kayak jantung berdebar, nyeri lambung, tekanan darah naik, sering buang air kecil, dan susah tidur. Tapi, ada juga hal positif dari minum kopi kayak nguatin ingatan kita. Untuk itu, sebisa mungkin jangan konsumsi kopi lebih dari 2 cangkir sehari dan perbanyak air putih.
  • Tuna Sushi. Kemungkinan bisa nimbulin saraf parah akibat merkuri pada ikan tuna. Maksimal 6 ons aja per minggunya ya.

 

SO WHAT TO DO?

  1. Usahakan capai berat badan ideal dengan pola makan yang baik, rutin olahraga, dan tidur cukup.
  2. Sugar free or fat free food justru bisa nungkatin kemungkina overeating, karena kita jadi kekurangan lemak. Padahal lemak dibutuhin untuk ningkatin produksi hormone cholecystokinin (CCK) yang bisa ngasih rasa kenyang.
  3. Jangan makan sambil ngelakuin aktivitas lain, kayak nonton tv, ngerjain tugasm dsb.
  4. Tambah porsi sayur kita. Soalnya sayur bisa bikin pencernaan penuh. Jadi kita bisa cepet kenyang tanpa konsumsi lemak yang berlebihan.
  5. Kunyah makanan pelan-pelan sampe benar-benar hancur supaya gampang dicerna.
  6. Drink more water. Minimal 30ml x berat badan dalam kg (contoh 30 ml x 50 kg jadi kita harus konsumsi minimal 1500ml atau 1,5 liter air)

 

 

Written by Steffi Santa, rewritten by Yuliana Kirana
Photo Source:
unsplash, readers digest
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar