OVERACHIEVER VS UNDERACHIEVER, KAMU TERMASUK YANG MANA?

January 11, 2019

OVERACHIEVER-VS-UNDERACHIEVER

 

 

Apa yang bisa bikin kita stress? Nilai ujian 8 dan bukan 10? Juara 2 dan bukan juara 1? Atau kalah saingan sama sahabat atau saudara? Kalo iya, berarti kita termasuk tipe overachiever. Overachiever adalah sebutan buat orang yang punya obsesi dalam meraih atau melakukan sesuatu. Identik dengan sifat percaya diri, ambisius, aktif, dan kompetitif. Hampir dalam segala hal, overachiever is a result-oriented person, baik dalam prestasi akademik maupun persaingan bakat (pertandingan olahraga, musik, dsb).

 

 

OVERACHIEVER IS GOOD?

So??? What’s wrong with being ambitious, go-getter or eager-beaver? Well, nothing’s wrong, kecuali kalo diikuti satu kata: berlebihan! Saking ambisiusnya, sometimes overachiever rela melakukan apapun di luar batas wajar demi mendapatkan yang diinginkannya. Contohnya mengorbankan kehidupan sosialnya atau bersaing secara nggak sehat. Agak berlebihan kan usahanya? Sepintas emang nggak ada yang salah pada overachiever, tapi mereka juga punya sisi negatif lho!

Antara lain kondisi fisik dan mental yang kurang sempurna karena sering menguras tenaga dan pikiran. Buat kalian yang merasa overachiever, coba deh untuk sedikit rileks dalam memandang dan menikmati hidup. Hidup nggak harus selalu diisi dengan achievement kok. Ayo lebih selektif menentukan prioritas. Pentingan mana kesehatan kita sama nilai 100? Pentingan mana jalan-jalan sama temen 2-3 jam sama mengulang hafalan sampe ke-6 kalinya? Sangat membantu lho biar kita bisa fokus sama apa yang bener-bener kita suka dan minati. Selain itu, energi kita juga nggak kebuang percuma.

 

UNDERACHIEVER = LESS POTENTIAL?

Judulnya aja udah versus, kita pasti bisa nebak kalo underachiever adalah kebalikannya overachiever. Tapi bukan berarti underachiever itu nggak punya bakat atau potensi. Kalo overachiever pinter mencari kesempatan dan menonjolkan kelebihannya, underachiever malah suka pura-pura nggak liat kalo ada kesempatan yang lewat. Jelas sulit untuk berkembang karena banyak “aura” negatifnya. Minder, takut berusaha karena takut gagal dan terlalu pasrah sama keadaan.

Tipe orang yang selalu cari aman. Kelebihan mereka jadi nggak terlihat karena terhalang sifat-sifat itu. Penyebab utamanya bisa jadi kurang percaya diri. Bisa jadi juga karena suatu kejadian traumatik yang bikin depresi seperti pengalaman buruk atau kehilangan orang yang dicintai. Hal itu menyebabkan seseorang nggak berhasrat lagi melakukan sesuatu yang berarti dalam hidup. Jadilah dia orang yang senang menarik diri dan akhirnya punya label “underachiever”.

Sisi positifnya? Hampir nggak ada deh tuh kayaknya. Makanya underachiever ini harus segera ditangani karena bisa berakibat buruk buat masa depan. Tapi hati-hati yah, si underachiever ini agak sensitif. Gampang putus asa dan cepat drop kalo menghadapi kritikan, complain, dan nasihat. Paling efektif emang dengan bantuan support dari orang terdekat.

 

BALANCE YOUR LIFE

Semua yang berlebihan pasti nggak bagus. Termasuk dua tipe kepribadian ini. Meskipun sisi positifnya terlihat jelas, Gogirl! nggak menyarankan kalian biar jadi overachiever kronis, karena at the end of the day, kalian juga yang ngerasain stress. Tapi hati-hati, jangan sampe kita jadi underachiever, karena bisa menghambat segala aspek kehidupan kita! Mulai dari prestasi, karir, sampe love life. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan kadar percaya diri. A healthy self confidence helps you to have a great life!

 

 

Written by Ika Virginaputri
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar