NORMAL NGGAK SIH KALO KITA MERASA NGGAK PUNYA SAHABAT?

October 03, 2018

NORMAL-NGGAK-SIH-KALO-KITA-MERASA-NGGAK-PUNYA-SAHABAT

 

Is it weird to not have a best friend? Seems like everyone has one except me”.

 

Pernahkah kita mempertanyakan hal ini kepada diri kita sendiri? Bahkan karakter fiktif di film-film dan serial atau drama yang kita tonton aja hampir selalu punya sosok sahabat yang senantiasa mendampingi mereka, tapi kenapa ya kita nggak punya temen yang sedeket dan seberharga itunya buat kita sampe-sampe kita menganggapnya sebagai sahabat? Well, kalo dipikir-pikir, bahkan Spongebob aja punya Patrick lho! Jadi apakah kita adalah satu-satunya yang aneh di sini? Or are we being left out? Sebenernya normal nggak sih kalo kita merasa nggak punya sahabat dalam hidup?

 

IN FACT, YOU’RE NOT ALONE!

In fact, not everyone has best friend in life and that's okay! Malahan berdasarkan survei kecil-kecilan yang sempet Gogirl! lakukan via Instagram, ternyata banyak banget lho temen-temen lain yang merasakan hal yang sama dengan kita. 55% voters atau tepatnya 819 dari 1,479 orang yang mengikuti polling Gogirl! mengaku kalo mereka merasa nggak punya sahabat atau nggak lagi punya sahabat karena berbagai alesan. Sedangkan cuma 660 orang yang bilang kalo mereka memiliki sosok spesial ini dalam hidup mereka – which is kinda unexpected, walaupun sebenernya perbedaan angkanya nggak terlalu signifikan. Dikutip dari Live About, sebuah penelitian di Inggris bahkan telah membuktikan fakta ini, di mana satu dari 10 orang mengaku nggak punya temen deket yang mereka sebut sebagai sahabat. So, kita sama sekali nggak aneh guys.. Apa yang kita rasakan/situasi yang lagi kita hadapi ini adalah sesuatu yang 100% normal.

NORMAL-NGGAK-SIH-KALO-KITA-MERASA-NGGAK-PUNYA-SAHABAT

 

IS THERE SOMETHING WRONG WITH US?                          

Tentu aja selalu ada kemungkinan bahwa ada sesuatu dalam diri kita yang meyebabkan orang-orang menjauh dan nggak mau berteman dekat dengan kita – entah itu sifat, kebiasaan buruk, kecenderungan kita yang terlalu menutup diri, dsb. Tapi pada kebanyakan kasus sih that’s not the case. Khususnya dari berbagai jawaban yang Gogirl! terima, keliatan kalo seenggaknya ada dua alesan yang bisa jadi merupakan latar belakang di balik perasaan ini.

Pertama, kita merasa kehilangan sahabat sebagai konsekuensi dari bertambahnya usia. Mengutip perkataan seorang anonim, “Everyone has a good friend during each stage of life. But only lucky ones have the same friend in all stage of life”. Well, pasti banyak kan di antara kita yang sempet merasa punya sahabat sebelumnya – terutama ketika kita masih duduk di bangku SMA atau kuliah, percaya kalo we’ll be friends for life, tapi pada akhrinya berakhir menjauh ketika kita udah sibuk dengan kehidupan masing-masing.

Seperti yang sebelumnya pernah Gogirl! bahas di artikel “PERLUNYA KITA MENJAGA HUBUNGAN PERTEMANAN SAMPAI TUA”, faktanya inner circle kita bakal semakin mengecil as we grow up. Coba deh dipikir-pikir, berapa banyak orang yang masih kita anggap sebagai temen dari zaman TK/SD sampe sekarang? Pasti bisa dihitung dengan jari. Jadi bukan sesuatu yang mengagetkan juga ketika temen SMA/kuliah yang dulu kita percaya bakal jadi sahabat kita selamanya berakhir menjadi temen biasa, berhubung kita udah makin jarang ketemu dan kontak-kontakan karena sibuk dengan kehidupan masing-masing. And it’s unavoidabale, di mana hampir setiap orang mengalaminya karena semakin banyak yang harus kita pikirkan dalam hidup – mulai dari keluarga, karier, finansial, dsb. So, terima aja guys! It’s totally okay kok kalo kita bukan the lucky one yang bisa punya best friend(s) for life.

Kedua, setiap orang punya pandangan yang berbeda soal definisi sahabat. Cara berteman kita juga nggak bisa disamakan. Misalnya aja, pasti ada kan di antara kita yang sebenernya punya beberapa temen yang kita anggap dekat, tapi nggak ada satupun dari mereka yang kita sebut sebagai sahabat –bahkan ketika mereka menganggap kita demikian. Mungkin ada juga di antara kita yang merasa lebih nyaman buat sekedar berteman dengan banyak orang tanpa terlalu terikat dengan satupun dari mereka karena alesan-alesan tertentu. Jadi pada akhirnya ini lebih kepada preferensi pribadi kita sih dalam menjalani hubungan dengan orang lain, dan mungkin sedikit faktor keberuntungan. We might welcome a best friend into our life, but if we haven’t simply found a person, then no need to force a friendship.

 

BUILD YOUR SUPPORT SYSTEM

Walaupun merasa nggak punya sahabat adalah sesuatu yang normal, nyatanya berteman tuh perlu lho! Karena bagaimanapun kita adalah mahluk sosial. Malahan seperti dijelaskan dalam Jurnal Personal Relationship, sebenernya sahabat adalah sosok yang penting buat kesehatan mental dan kebahagian kita seiring bertambahnya usia. Ini juga yang mungkin menjadi salah satu kekhawatiran utama bagi kita yang merasa nggak punya sahabat, di mana terkadang kita bingung harus menceritakan masalah kita ke siapa dan kepada siapa kita harus bergantung ketika kita membutuhkan dukungan, ya nggak? Makanya nggak jarang kita merasa kesepian, bahkan merasa sendiri di dunia ini.

Terus kita harus gimana dong? Well, nggak usah panik guys, karena sebenernya sosok sahabat yang kita perlukan dalam hidup nggak terbatas pada temen deket kok! Seperti yang sebelumnya pernah Gogirl! bahas juga di artikel “BERADA DI LEVEL MANAKAH PERTEMANAN KITA?”, sahabat kita bisa jadi adalah anggota terdekat keluarga kita seperti ayah, ibu, kakak, adik, sepupu, atau pacar, pasangan, dan siapapun yang dapat memberikan dukungan emosional buat kita – di mana mereka nggak cuma jadi pendengar buat masalah kita, tapi juga ikut terlibat dalam masalah-masalah kita. Dan hal ini udah dibuktikan lho oleh jawaban beberapa followers Gogirl! yang bilang kalo sahabat mereka adalah mama, pacar, suami, bahkan anak-anak mereka. Karena biasanya orang-orang inilah yang bener-bener bisa menerima kita apa adanya dan bakal selalu ada di sisi kita apapun yang terjadi. So, coba deh dipikir-pikir lagi, apakah kita punya sosok ini dalam hidup kita? Kalo ya, bersyukurlah karena kita masih punya mereka dalam support system kita, walaupun mereka mungkin bukan merupakan temen deket/sahabat sebagaimana definisi yang selama ini kita pahami.

In short: Menurut Gogirl! sih nggak punya sahabat bukan sesuatu yang perlu kita pusingkan ketika kita emang nggak merasa terganggu karenanya. Tapi kalo kita merasa kesepian dan merasa membutuhkan dukungan moral dari orang-orang terdekat dalam menjalani hidup ini, instead of sekedar mengharapkan dan mencari sosok sahabat, coba deh buat berpandangan lebih luas dengan membangun support system kita. Kita juga bisa coba menjaga hubungan baik dengan temen-temen yang selama ini kita anggap cukup dekat, karena siapa tau kan kita punya kesempatan buat jadi lebih akrab lagi dengan mereka kedepannya?

 

You may also want to read:

 

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
Unsplash (photo by: Mari Lezhava)
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar