NGGAK CUMA TERLALU GEMUK, TERLALU KURUS JUGA BISA JADI MASALAH

July 09, 2018

NGGAK-CUMA-TERLALU-GEMUK-TERLALU-KURUS-JUGA-BISA-JADI-MASALAH

 

Sadar nggak kalau kita seringkali menganggap kegemukan atau obesitas sebagai sesuatu yang buruk, tapi jarang banget menganggap kekurusan sebagai masalah kesehatan yang serius? Padahal nyatanya terlalu kurus sama nggak baiknya lho dengan terlalu gemuk. Kita terutama harus berhati-hati karena berat badan yang di bawah standar ideal bisa jadi menunjukkan kalo ada sesuatu yang salah dengan tubuh kita, atau malah bakal menyebabkan masalah kesehatan ke depannya. Belum lagi mengingat gimana karena berat badan yang cenderung sulit bertambah ini kita jadi suka makan seenaknya dan merasa nggak begitu perlu berolahraga. Atau jangan-jangan kita jadi terlalu kurus (underweight) karena diet yang berlebihan? Well, apa sih yang menyebabkan kurangnya berat badan dan kenapa  underweight berbahaya buat kita? Simak lebih lanjut yuk pembahasannya!

 

APAKAH KITA TERLALU KURUS?

First of all, coba cek dulu deh apakah kita termasuk kategori orang yang terlalu kurus (atau malah terlalu gemuk) dengan menggunakan rumus perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai berikut:

IMT = berat badan (kg)/tinggi badan (m) x tinggi badan (m).

Lalu, bandingkan hasilnya dengan kategori berat badan di bawah ini:

  • Di bawah 18,5 = berat badan kurang
  • 18,5 - 22,9 = berat badan normal
  • 23 - 29,9 = berat badan berlebih (kecenderungan obesitas)
  • 30 ke atas = obesitas

Contoh: berat badan kita 35 kg sedangkan tinggi badan kita 155 cm atau setara dengan 1,55 m. Berarti perhitungannya 35/1,55 x 1,55 = 14,57 – which is di bawah 18,5. Artinya, kita termasuk dalam kategori berat badan kurang atau terlalu kurus. Kalo hasil yang kamu dapet nggak jauh beda, then keep reading!

 

PENYEBAB KEKURUSAN ATAU KURANG ENERGI KRONIS (KEK)

Menurut Dr. Yoga Devaera dalam “Seminar Kesehatan dan Gizi Remaja Menuju Generasi Tinggi, Cerdas, dan Berprestasi” yang diadakan pada Selasa (15/5) lalu, kekurusan atau Kurang Energi Kronis (KEK) adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh remaja Indonesia saat ini. Secara garis besar, kondisi ini disebabkan oleh dua hal:

 

1. ASUPAN MAKAN NGGAK CUKUP

Di usia remaja, percepatan pertumbuhan dan perkembangan tubuh membuat kita memerlukan asupan energi dan zat gizi yang cukup, terlebih lagi karena kita cenderung melakukan lebih banyak aktivitas dibanding usia sebelumnya dan udah mulai memasuki periode masa reproduksi (menstruasi). Remaja putri terutama rentan banget mengalami masalah gizi karena:

NGGAK-CUMA-TERLALU-GEMUK-TERLALU-KURUS-JUGA-BISA-JADI-MASALAH

  • Pola makan yang salah.  Berapa banyak sih di antara kita yang rutin mengonsumsi makanan bergizi seimbang di tiap porsi yang kita makan sehari-harinya? Padahal seharusnya kita makan bukan buat sekedar kenyang lho, tapi juga untuk memenuhi gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Kalo dulu kita mengenal konsep empat sehat lima sempurna, sekarang ada juga yang disebut sebagai “piring makanku” di mana kita dianjurkan untuk mengisi piring kita dengan 2/3 makanan pokok, 1/3 lauk pauk, serta 1/2 sayur dan buah di setiap porsinya. Tapi nyatanya seperti yang sebelumnya pernah Gogirl! bahas di artikel “5 MASALAH KESEHATAN INI SERINGKALI DISEPELEKAN REMAJA”, berdasarkan survei, satu dari dua remaja seenggaknya mengonsumsi makanan siap saji satu kali dalam sehari dan delapan dari 10 remaja dinyatakan kurang makan sayur dan buah. Padahal pola makan nggak sehat kayak ginilah yang membuat asupan energi dan gizi kita nggak tercukupi sehingga pada akhirnya menyebabkan kekurusan/kegemukan.
  • Takut gemuk/diet yang nggak sehat. Selain pola makan yang salah, kekurangan asupan gizi di kalangan remaja putri juga seringkali terjadi karena alesan psikososial. Takut gemuk akibat pengaruh temen, lingkungan, dan media massa/media sosial adalah salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh cewek-cewek seusia kita di zaman sekarang. Nggak jarang, kekhawatiran ini mendorong kita buat melakukan diet yang nggak sehat yang pada akhirnya membuat kita kekurangan asupan makanan.

Well, apakah kita adalah salah satu orang yang berakhir terlalu kurus karena alesan ini? Then you should probably read: HERE ARE THE REASONS WHY TEENAGERS CAN’T DIET!

                     

2. MENGIDAP PENYAKIT TERTENTU


Pada beberapa kasus, terlalu kurus juga bisa jadi pertanda bahwa kita tengah mengidap penyakit tertentu lho. Misalnya aja malabsorsi, yaitu gangguan pada saluran pencernaan yang membuat kita nggak bisa menyerap nutrisi dan cairan dengan baik dari bahan makanan. Gangguan pada kelenjar tiroid, diare, diabetes, infkesi virus, sampe kanker, dan penyakit-penyakit kronis lainnya juga bisa jadi alesan kenapa kita terus menerus kurus. Kita juga nggak boleh menyepelekan depresi dan masalah kesehatan mental. Jadi kalo kita merasa ada sesuatu yang aneh pada tubuh kita yang mungkin juga merupakan alesan kenapa kita underweight, coba deh buat periksa ke dokter.

PS: Badan kurus juga bisa jadi disebabkan oleh ketidakseimbangan antara makanan yang masuk/dikonsumsi dan jumlah energi yang dikeluarkan, metabolisme yang terlalu cepat, ganggun hormon, dan faktor keturunan.

 

BAHAYA TERLALU KURUS

NGGAK-CUMA-TERLALU-GEMUK-TERLALU-KURUS-JUGA-BISA-JADI-MASALAH

 

Selain kekurangan gizi serta adanya kemungkinan kondisi sulitnya naik berat badan ini mendorong kita buat menjalani gaya hidup yang nggak sehat (misalnya aja makan seenaknya dan males olahraga karena nggak takut gemuk), berikut adalah beberapa bahaya lain yang mengintai orang underweight:

  1. Terlalu kurus seringkali berakibat pada kurangnya energi. Makanya nggak heran kalo banyak orang kurus yang seringkali gampang merasa capek, which is merupakan salah satu tanda-tanda utama anemia.
  2. Menurunnya kekebalan tubuh. Sel kekebalan yang ada di dalem tubuh kita membutuhkan nutrisi untuk menyerang patogen yang masuk. Tapi ketika kita terlalu kurus, kita bakal kehilangan sumber bahan baku untuk membentuk imunitas tersebut. Akibatnya, kemampuan tubuh kita dalam melawan virus flu, alergi, dan infeksi bakal berkurang.
  3. Gangguan hati dan jantung. Ketika tubuh kita kekurangan nutrisi karena terlalu kurus, hati kita harus bekerja lebih keras untuk menyediakan pasokan energi dan menjaga tubuh kita untuk tetep berfungsi secara normal. Kerja organ hati dan jantung yang terus-terusan dipaksa setiap hari inilah yang memungkinkan peningkatan penyakit hati dan jantung.
  4. Patah tulang dan osteoporosis. Kekurangan nutrisi juga bisa meningkatkan potensi tulang keropos. Hal ini dikarenakan kepadatan tulang kita sangat dipengaruhi oleh kecukupan vitamin D yang didapet dari makanan. Tulang yang keropos juga memperbesar kemungkinan patah tulang.
  5. Menurunnya tingkat kesuburan dan potensi kehamilan. Yap, terlalu kurus juga ternyata berpengaruh lho ke tingakt kesuburan, baik laki-laki maupun perempuan. Khususnya buat kita, badan yang terlalu kurus (juga terlalu gemuk) dapat mempengaruhi kesempatan kita buat hamil nantinya. Hal ini terjadi karena lemak dibutuhkan dalam memproduksi hormone estrogen yang diperlukan untuk terjadinya menstruasi. Kalo hormone estrogen di dalem tubuh kita terlalu sedikit, maka siklus mestruasi dan ovulasi kita pun dapat berkurang.

 

You may also want to read:

 

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
recoveryranch.com, Huffington Post, ourcpc
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar