NASIHAT KARIER YANG UDAH NGGAK RELEVAN BUAT MILENIALS & GEN Z

October 16, 2018

NASIHAT-KARIER-YANG-UDAH-NGGAK-RELEVAN-BUAT-MILENIALS-GEN-Z

 

Seiring berkembangnya zaman, dunia kerja pun ikut berubah. Mulai dari pilihan karier yang makin beragam sampe cara kerja yang nggak lagi terbatas pada menghabiskan delapan jam sehari di kantor, ada banyak banget hal yang membuat kondisi kerja generasi milenial dan Z sekarang jauh berbeda dengan generasi X alias generasi orangtua kita. Makanya nggak heran kalo beberapa wejangan soal karier yang diterima oleh mama dan papa kita dulu bisa jadi udah nggak relevan lagi buat kita terapkan di zaman sekarang. Tapi tetep aja kan ada orangtua maupun pihak-pihak lain yang masih memberikan nasihat-nasihat old fashioned ini buat anak-anaknya? Well, kalo kita adalah salah satunya yang masih mendengar saran-saran berikut, coba pikir-pikir lagi deh sebelum menerimanya mentah-mentah.

 

JADI PNS KALO MAU MAPAN

NASIHAT-KARIER-YANG-UDAH-NGGAK-RELEVAN-BUAT-MILENIALS-GEN-Z


Mempunyai anak seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), insinyur, atau dokter adalah cita-cita yang banyak diidam-idamkan oleh orangtua zaman dulu. Bahkan sampe sekarang pun masih ada aja orangtua yang menuntut anak-anaknya buat seenggaknya mengikuti seleksi calon PNS. Biar hidup kita terjamin sampe hari tua katanya, seakan-akan cuma karier inilah yang bisa menjanjikan kemapanan karena ikatan dinas dan berbagai tunjangan yang ditawarkannya. Padahal nyatanya saat ini ada banyak banget lho pilihan karier lain dengan prospek yang nggak kalah bagus – atau bahkan lebih bagus – yang potensinya mungkin nggak sepenuhnya dipahami oleh generasi orangtua kita.

Di lain sisi Gogirl! sebenernya nggak setuju juga sih kalo ada yang bilang menjadi PNS adalah profesi kuno yang nggak seharusnya dikejar oleh milenials dan generasi Z. Karena coba dipikir-pikir, kalo nggak ada anak muda yang mau mengabdi sebagai PNS, siapa yang bakal bekerja buat pemerintah dan bertugas melayani masyarakat? Gogirl! sendiri lebih setuju dengan pendapat jadilah PNS hanya kalo kita emang mau mendedikasikan pekerjaan kita buat rakyat dan berencana bekerja sebaik-baiknya, bukan buat menjadi bagian dari beberapa oknum yang sekedar menerima gaji dengan usaha minimal atau punya niat buruk mencari-cari celah buat menyalahgunakan wewenangnya. Karena nyatanya kalo yang kita kejar sekedar kesejahteraan, ada banyak jalan lain yang bisa kita capai buat menuju sana – jalan yang mungkin bakal lebih kita nikmati dan lebih cocok dengan kita.

Baca juga: KESALAHAN DALAM KARIER YANG HARUS DIHINDARI MILENIALS

 

KERJA KANTORAN LEBIH BAIK

NASIHAT-KARIER-YANG-UDAH-NGGAK-RELEVAN-BUAT-MILENIALS-GEN-Z


Mengutip perkataan Najwa Shihab, PNS adalah cita-cita generasi orangtua kita yang duduk di bangku SMA pada tahun 70-80an, menjadi karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah cita-cita om dan tante kita di tahun 90an, sedangkan menjadi karyawan di perusahaan swasta besar/multi national company adalah cita-cita kakak-kakak kita di awal tahun 2000-an. Lalu gimana dengan kita yang bekerja di era digital dan industri kreatif kayak sekarang? Ya kita harus punya cita-cita yang lebih luas dari itu!

Dulu orang-orang yang pergi bekerja mengenakan setelan rapih buat menuju kantor kayaknya adalah kelompok pekerja yang paling keren sedunia. Mengingat gaji yang bakal mereka terima setiap bulannya, tunjangan dan asuransi yang dijamin, jenjang karier yang menjanjikan, dsb, nggak heran kalo banyak orangtua yang berpesan, “Kerja kantoran lebih baik. Yang pasti-pasti aja!”. Namun dengan semakin beragamnya profesi dan berkembangnya cara kerja, saat ini kita udah nggak lagi dibatasi oleh waktu dan tempat, sehingga kerja kantoran pun udah nggak lagi menjadi satu-satunya pilihan.

Seperti yang udah pernah beberapa kali Gogirl! bahas sebelumnya, bekerja buat generasi kita nggak lagi selalu berarti duduk di meja kantor from 9 to 5 buat sekedar menunggu jam pulang. Bisa diliat kan dari betapa banyaknya milenials dan generasi Z sekarang yang lebih memilih buat merintis bisnis sendiri, mendirikan perusahaan startup, atau bahkan menjadikan freelancer sebagai karier? Udah makin banyak juga perusahaan yang menerapkan sistem mobile working alias metode bekerja yang memungkinkan kita buat menentukan waktu dan tempat kerja kita sendiri. Belum lagi mengingat berbagai profesi kekinian kayak influencer, travel blogger, content creator, dsb yang belum ada di zaman orangtua kita.

Intinya sih udah ada terlalu banyak alternatif karier saat ini dengan berbagai kelebihannya. So, jangan lupa mempertimbangkan berbagai peluang tersebut sebelum memutuskan mana kira-kira yang paling cocok dengan kita. Percaya deh, kerja kantoran dengan segala aturannya nggak selamanya lebih baik kok!

For more insight, you may also want to read:

 

COBALAH UNTUK LOYAL KEPADA PERUSAHAAN

Katanya generasi milenial dan Z adalah generasi kutu loncat. Kita sering banget berpindah-pindah dari satu tempat kerja ke tempat kerja lain dalam waktu yang singkat, nggak kayak generasi X yang cenderung setia kepada tempat kerjanya dan rela mengabdi di sana dalam jangka waktu yang panjang. Well, coba, siapa di sini yang orangtuanya udah bekerja di satu tempat yang sama hampir seumur hidupnya? Beda banget dengan generasi kita yang biasanya cuma bertahan beberapa tahun di suatu tempat kerja sebelum akhirnya memutuskan buat mencari tantangan baru.

Alesannya? Lagi-lagi karena udah ada jauh lebih banyak peluang buat kita saat ini dan lebih banyak akses  juga bagi kita buat mengeksplorasi berbagai bidang berbeda. Selain itu seperti yang sebelumnya pernah Gogirl! bahas di artikel “MITOS MILENIAL SI GENERASI INSTAN DI DUNIA KERJA”, generasi milenial dan Z punya personality dan passion awareness yang tinggi serta keinginan untuk berposes secara efektif – which is a good thing, walaupun sifat kita yang katanya serba instan dan “nggak loyal” ini seringkali dipandang secara negatif.

Makanya, nasihat “Cobalah untuk loyal kepada satu perusahaan” udah bener-bener nggak relevan lagi buat kita kalo yang kita kejar cuma kepastian pendapatan dan Tunjangan Hari Tua. Jangan ragu buat resign ketika kemampuan kita udah nggak dihargai oleh perusahaan, ketika kita merasa skill kita nggak berkembang, ketika kita merasa udah nggak ada yang bisa kita pelajari di sini, ketika kenaikan jenjang karier kita nggak jelas, ketika kita merasa udah nggak ada makna lagi dari rutinitas yang kita jalani, atau ketika kita udah punya tujuan lain yang ingin kita kejar. Tentu aja beda kasusnya kalo kita memutuskan bertahan karena kita emang merasa cocok dengan pekerjaan yang kita lakukan dan nyaman dengan tempat kita bekerja ya..

Lagipula dikutip dari Glints, loyalitas pekerja yang sesungguhnya adalah ketika:

  1. Kita nggak merasa terpaksa dalam melakukan pekerjaan, berhubung kita telah menemukan makna dari apa yang kita lakukan;
  2. Adanya rasa saling percaya antara karyawan dan perusahaan, sehinga komunikasi dan penerapan aturan nggak menjadi masalah; dan
  3. Loyalitas adalah tindakan, bukan durasi kerja. Di saat kita bekerja dengan usaha maksimal, sebenernya kita udah loyal, terlepas dari durasi kita bekerja. Setuju nggak?

Baca juga: 8 TANDA KITA PATUT PERTIMBANGKAN CARI PEKERJAAN LAIN

 

 

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
Unsplash
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar