MERINTIS BISNIS SENDIRIAN? MUNGKIN BANGET DENGAN CARA INI

November 07, 2018

MERINTIS-BISNIS-SENDIRIAN-MUNGKIN-BANGET-DENGAN-CARA-INI

 

Pengen memulai bisnis tapi nggak ada temen/rekan yang satu visi dan misi buat diajak kerjasama? Well, no worries guys! Karena faktanya banyak banget lho Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang pada awalnya merupakan one man business alias bisnis yang dijalankan seorang diri. Contohnya aja Massicot Jewelry dan Jumma Kids yang kisah para owner-nya sempet Gogirl! bahas di artikel “BISNIS FASHION LEBIH MUDAH DENGAN ADANYA INSTAGRAM”. So, sebenernya merintis usaha sendiri tuh mungkin banget kok kalo kita emang niat. Tapi sebelumnya ada beberapa hal nih yang perlu kita perhatikan dan jadikan catatan. Yuk simak!

 

BENER-BENER HARUS MELUANGKAN WAKTU DAN TENAGA

Salah satu kunci utama dari berbisnis adalah konsistensi, di mana mau nggak mau kita harus mengorbankan banyak waktu dan tenaga kita buat bener-bener serius menjalaninya. Apa lagi karena kita sendirian, kita pun harus mengerjakan segalanya sendirian. Makanya nggak bisa dipungkiri kalo kita pasti bakal mengeluarkan effort lebih dan lebih banyak berkorban juga dibandingkan mereka yang punya partner buat diajak kerja bareng. And to be honest it’s not going to be easy, mengingat proses panjang dan nggak mudah yang harus kita lewati buat mengembangkan bisnis kita. Oleh sebab itu niat kita untuk merintis bisnis juga harus dilatarbelakangi oleh tekad yang kuat biar kita terus termotivasi dan nggak gampang menyerah selama berjuang sendirian. Beban inilah yang pertama-tama harus kita jadikan pertimbangan ketika memutuskan buat merintis bisnis tanpa bantuan orang lain.

 

HARUS MAU BELAJAR DAN BISA MENGUASAI SEGALA HAL

Nggak sekedar harus mengerjakan segalanya sendirian, kita juga harus bisa mengerjakan setiap tugasnya dengan baik sendirian. Mulai dari produksi, inventori, pemesanan, administrasi, pengemasan, pengiriman, sampe marketing dan pembukuan, kita harus bener-bener memahami setiap prosesnya buat bisa menjalankan bisnis kita dan mengembangkannya. Di mana faktanya, banyak banget lho bisnis yang ‘macet’ di tengah jalan dan berakhir gitu aja karena para pelakunya nggak memahami aspek-aspek bisnis di atas.

Misalnya aja ketika kita nggak paham cara melakukan pembukuan, kita nggak bakal tau berapa banyak uang yang masuk dan keluar dari kantong kita, sehingga pada akhirnya kita nggak tau apakah bisnis kita untung atau merugi. Contoh lainnya adalah ketika kita malas mendalami ilmu marketing, metode promosi yang kita gunakan bakal itu-itu aja yang pada akhirnya nggak bakal membawa bisnis kita ke mana-mana. Oleh sebab itu kita harus mau belajar – terutama kalo kita nggak punya latar belakang pendidikan bisnis.

Untungnya mempelajari bisnis sekarang udah makin gampang dengan banyaknya seminar, workshop, buku, dan berbagai materi yang bisa kita temukan di dunia maya, termasuk banyaknya pengusaha yang udah terlebih dahulu sukses sehingga kita bisa mempelajari kiat-kiatnya dari mereka. Jadi tinggal seberapa besar niat kita buat belajar aja. Ilmu ini nantinya juga bakal berguna ketika kita mulai mempekerjakan orang lain untuk melakukan tugas-tugas tersebut, di mana kita bisa menilai apakah mereka bener-bener dapat menjalankan tugasnya dengan baik atau nggak dan nggak berakhir ditipu oleh mereka yang lebih paham daripada kita.

 

KETAHUI KAPAN KITA MULAI MEMBUTUHKAN BANTUAN

Yap, pada akhirnya kita nggak bakal bisa selamanya mengerjakan segalanya sendirian, di mana ketika bisnis kita mulai berkembang, kita pasti bakal merasa membutuhkan bantuan. Misalnya aja sesimpel butuh bantuan admin untuk menerima dan memproses pesanan yang udah makin banyak atau mulai mempekerjakan staf keuangan buat mendata pengeluaran dan pemasukan bisnis kita yang makin membingungkan seiring dengan semakin banyaknya transaksi.

Intinya sih kita harus tau di mana batas kemampuan kita dan mulai mendelegasikan pekerjaan yang udah nggak bisa kita handle sendiri kepada orang lain, karena cuma dengan cara inilah kita bisa bekerja secara lebih efektif. Kalo kita memaksakan diri buat terus berjalan sendirian, adanya kita yang bakal kewalahan dan keteteran, ya nggak? Walaupun tentunya orang-orang yang bakal membantu kita ini harus bener-bener dipilih secara hati-hati dan punya visi dan misi serta value yang sama dengan kita.

Lagipula hebat banget nggak sih kalo bisnis kita bisa jadi sumber pemasukan buat orang lain? Apa nggak bangga tuh?

 

You may also want to read:

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
Unsplash
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar