MENJADIKAN FREELANCER SEBAGAI KARIER, WHY NOT?

August 03, 2018

MENJADIKAN-FREELANCER-SEBAGAI-KARIER-WHY-NOT

 

Nggak kayak generasi orangtua kita yang kebanyakan bekerja di kantor from 9 to 5, saat ini udah makin banyak pilihan karier yang memungkinkan kita buat bekerja secara lebih fleksibel. Salah satunya adalah freelancer. Well,  mungkin kebanyakan dari kita udah nggak asing lagi dengan istilah freelance atau pekerja lepas, tapi pernahkah kita berpikir untuk menjadikannya sebagai sebuah karier?

 

Nyatanya, saat ini freelancer udah bukan sekedar pekerjaan sambilan lho buat sebagian orang. Dikutip dari Forbes, 60% milenials dikabarkan memilih  untuk mengundurkan diri dari perusahaan tempat mereka bekerja selama tiga tahun terakhir untuk mulai berkarier sebagai freelancer atau self-employed (tulisan ini dipublikasikan pada tahun 2013). Lanjut dikutip dari Tirto, Social Media Week bahkan menuliskan bahwa sekitar 53 juta penduduk Amerika Serikat memilih untuk menjadi pekerja lepas, mengokupasi sepertiga dari kebutuhan pekerja di Negeri Paman Sam tersebut.

Gimana, tertarik nggak buat mengikuti jejak mereka? Buat kita yang masih galau, coba simak dulu deh keuntungan-keuntungan menjadi freelancer sebagai berikut!

 

KEUNTUNGAN BEKERJA SEBAGAI FREELANCER

  • BISA MENGATUR BANYAKNYA BEBAN PEKERJAAN

Ketika kita bekerja buat suatu perusahaan atau orang lain, udah pasti ada target kerjaan yang harus kita penuhi, ya nggak? Di mana kita nggak punya andil dalam menentukan tugas apaaja yang mau kita kerjakan. Sedangkan sebagai freelancer, kita punya kebebasan untuk memilih proyek yang mau kita ambil dan berapa banyak proyek yang mau kita kerjakan dalam satu waktu sesuai dengan kemampuan kita. Walaupun tentunya resikonya ketika kita nggak punya proyek, kita nggak bakal dapet pemasukan sama sekali, nggak kayak pegawai yang digaji secara rutin setiap bulannya.

  • WAKTU KERJA FLEKSIBEL

Bisa jadi ini adalah alesan utama yang membuat generasi milenial tertarik buat menjadi freelancer. Nggak seperti pegawai kantoran di mana jam masuk dan lamanya jam kerja kita ditentukan oleh perusahaan, sebagai freelancer kita punya kebebasan untuk menentukan jam kerja kita sendiri, asalakan proyek kita bisa selesai pada waktunya. Tentunya bukan berarti kita bisa bermales-malesan ya. Hanya aja kita bisa jadi lebih fleksibel dalam mengatur waktu, terutama ketika kita punya hal lain yang ingin kita lakukan dalam hidup. Misalnya aja kita pengen bisa lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga atau kita punya passion di luar bidang pekerjaan kita yang ingin dijalani.

  • NGGAK TERIKAT DENGAN TEMPAT DAN PIHAK MANAPUN

Nah, ini juga nih yang nampaknya menjadi alesan utama kenapa makin banyak orang yang tertarik buat menjadi freelancer. Namanya juga pekerja lepas, artinya kita nggak terikat dengan tempat dan pihak manapun. Kita hanya terikat dengan perjanjian bersama klien ketika kita sedang mengerjakan suatu proyek, sedangkan di luar itu kita bebas menetukan cara kerja, waktu kerja, tempat kerja kita, dsb. Di zaman yang serba canggih kayak sekarang di mana udah ada banyak banget media yang bisa kita gunakan buat berkomunikasi dengan klien, kita bahkan bisa bener-bener bekerja 100% di rumah karena nggak perlu lagi bertemu tatap muka dengan mereka.

  • SEMUA KEUNTUNGAN MASUK KE SAKU SENDIRI

Yap, seluruh keuntungan yang kita dapet dari menjual jasa kita lewat pekerjaan freelance bakal menjadi milik kita sendiri, kecuali kalo kita menggunakan perantara. Nggak kayak ketika kita bekerja buat orang lain di mana kita hanya bisa menikmati keuntungan perusahaan lewat gaji atau ketika kita menjalani sebuah usaha di mana keuntungan nggak bisa langsung masuk ke dompet kita gitu aja.

  • UDAH BANYAK PLATFORM YANG BISA MEMBANTU KITA MENDAPAT JOB

Jadi freelancer saat ini bisa dibilang udah gampang banget! Kalo dulu freelancer hanya bisa menawarkan jasa mereka ke orang-orang terdekat atau rekan-rekan yang mendengar jasa mereka dari mulut ke mulut, saat ini udah ada banyak banget platform yang bisa kita manfaatin. Selain media sosial, blog, dan berbagai platform lain yang bisa kita manfaatkan buat menyebarluaskan informasi soal karya dan jasa kita, saat ini udah ada banyak banget content marketplace yang mempermudah para freelancer untuk bertemu dengan calon-calon kliennya secara online. Misalnya aja getcraft.com, seribulancer.com, projects.co.id, dll. You should really check them out guys!

 

MENJADIKAN FREELANCER SEBAGAI KARIER, WHY NOT

 

CARA MEMULAI KARIER SEBAGAI FREELANCER

  1. TENTUKAN BIDANG JASA YANG KITA KUASAI DAN AMBIL SPESIALISASI

Apakah kita adalah seorang penulis, editor, penerjemah, fotografer, videografer, ilustrator, graphic designer, atau penyedia jasa lainnya? Lalu, apa spesialisasi kita? Misalnya aja kalo kita adalah seorang penulis, apakah kita adalah penulis artikel, skrip, press release, dll? Lalu jenis artikel apa yang kita tulis: lifestyle, fashion, beauty, travel, dsb? Buat sespesifik mungkin biar kita makin unik. Dengan gini, kita bakal punya ciri khas yang membedakan kita dengan freelancer lain yang menawarkan jasa serupa. Spesialisasi juga mempermudah kita untuk bertemu dengan klien yang cocok.

  1. BUAT DAN PROMOSIKAN PORTOFOLIO

Nggak bisa dipungkiri kalo salah satu hal terpenting buat seorang freelancer adalah portofolio, karena lewat kumpulan karya-karya kita inilah calon klien bisa melihat kemampuan kita dan gambaran soal apa yang bakal mereka dapet kalo memutuskan untuk menggunakan jasa kita. Well, kita nggak perlu memuat semua karya kita ya, cukup pilih beberapa di antaranya yang terbaik aja.

Lalu jangan lupa buat mempromosikannya, karena nggak ada gunanya portofolio tersebut kalo nggak ada yang liat. Apa lagi mengingat mempertontonkan karya kita saat ini udah makin gampang dengan banyaknya medium online. Inget juga kalo pendapatan kita nantinya bakal ditentukan oleh banyaknya proyek yang kita dapet dan proyek cuma bisa kita dapatkan ketika kita mengusahakannya.

Baca juga: BANGUN PERSONAL BRAND DAN CIPTAIN PELUANG LEWAT MEDIA SOSIAL

  1. TENTUKAN TARGET KLIEN + NETWORKING

Siapa kira-kira orang yang butuh dan mau menggunakan jasa kita? Seperti gimana kita perlu menentukan target pasar ketika mau berjulan, kita juga perlu menentukan target klien ketika kita mau menjual jasa. Nggak lupa kita juga perlu melakukan networking untuk meningkatkan visibilitas dan peluang kita. Selain memberi tau orang-orang terdekat soal jasa yang kita tawarkan, kita juga bisa banget bergabung dengan grup-grup atau forum-forum freelancer buat dapetin lebih banyak informasi soal lowongan proyek.

  1. TENTUKAN HARGA PER PROYEK

Kita yang baru mau memulai karier sebagai freelancer mungkin paling bingung dengan tahap yang satu ini. Gimana caranya kita menentukan harga jasa kita? Nominal berapakah yang pantas buat kita tawarkan ke klien per proyek? Dikutip dari Finansialku, beberapa hal yang harus kita jadikan pertimbangan dalam menentukan harga jual layanan kita di antaranya adalah faktor waktu, anggaran, dan kualitas diri kita.

Terkait kualitas, mau nggak mau kita harus bisa menilai kemampuan diri kita sendiri. Buat kita yang baru mulai misalnya, tentunya kita nggak bisa memasang harga setinggi para profesional yang telah bergelut di bidang tersebut selama bertahun-tahun. Lanjut dikutip dari thecrafters.co, Kita juga bisa mencari informasi tentang harga pasaran seorang freelancer dari mereka yang udah lebih dulu mulai berkecimpung di bidang ini.

  1. PELAKSANAAN

Ada banyak banget hal yang harus kita perhatikan dalam proses pelaksaan/produksi dan pasca produksi. Misalnya aja seperti yang Gogirl! kembali rangkum dari thecrafters.co, kita harus bener-bener memperhatikan briefing dari klien sebelum memulai proyek, membuat perjanjian soal pembayaran, revisi, apakah proyek ini nantinya boleh kita masukan dalam portofolio kita, dsb. Jangan lupa juga buat meminta feedback setelah proyek selesai  sebagai bagian dari branding dan menjaga hubungan baik dengan klien kedepannya. Karena kita harus mempertahankan sumber pendapatan kita, ya nggak?

 

You may also want to read:

 

 

 

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
Pexels (photo by: Anete Lusina), Unsplash (photo by: Ari He)
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar