LIMA AKUN INSTAGRAM YANG MENGINSPIRASI KITA UNTUK #SELFLOVE

April 16, 2018

 PERAN-MAYA-ANGELOU-SASTRAWAN-YANG-JADI-GOOGLE-DOODLE-HARI-INI

sumber foto: Instagram @mamacaxx @harnaamkaur @darth_bador

 

Pernah merasa capek dengan isi Instagram yang sering menampilkan how glamorous and perfect our friends or even strangers are? Foto-foto yang ditampilkan di Instagram emang cenderung membentuk gagasan kalo perempuan itu: be thin and be fair-skinned. Orang-orang juga mulai berkomentar tentang sesuatu that do not seem to fit the ‘ideal’, kayak warna kulit yang terlalu gelap, pipi yang lebih chubby, or even some exposed belly rolls. Tapi udah cukup untuk kita menerima semua toxic tersebut dan mulai mencari inspirasi lain yang lebih ‘realistic’.

 

 

Udah banyak banget pembahasan mengenai dampak buruk Instagram terhadap self esteem kita. Mungkin ada beberapa dari kita yang mulai berpikir untuk mengurangi penggunaan Instagramnya. Tapi ada hal lain juga yang bisa kita lakuin untuk mengurangi toxic Instagram yang membuat self esteem kita turun. Gogirls! list lima akun Instagram yang lebih menampilkan more diverse and realistic versions of beauty. Jadi nggak mengurangi self esteem kita, tapi justru menginspirasi kita.

 

@mamacaxx | NEE CACSMY BRUTUS

 

LIMA-AKUN-INSTAGRAM-YANG-BISA-MENGINSPIRASI-KITA-UNTUK-LEBIH-SELFLOVE

sumber foto: Instagram @mamacaxx

 

Pemilik akun ini adalah cewek keturunan Haitian-American yang berkerja sebagai pembicara motivasi dan advocate sekaligus seorang lifestyle/fashion blogger. Dalam akun Instagramnya, Nee Cacsmt Brutus menampilkan pose-pose yang cantik dan modis dengan sering showing her prosthetic leg. Dia juga sering menampilkan foto dirinya without her prosthetic leg, memberikan kepercayaan diri untuk orang lain. Di umur 15 tahun, dia emang pernah battling lungs and bones cancers. Dari penyakit itu Nee dibilang hanya tinggal punya waktu selama tiga minggu untuk hidup. Nggak patah semangat Nee ternyata hidup lebih lama dari penyakitnya. Meskipun satu kakinya diamputasi dia tetap hidup dengan potensi yang dimilikinya. Nah, melalui Instgramnya, Nee juga menginspirasi perempuan lain with the same struggle as she is untuk berani bercerita tentang kisah mereka menggunakan hashtag #MyPhantomPain. Nee challenges our understanding of what is “ideal” and “normal” with her message of self-love

 You may also want to read: WHAT'S THE DIFFERENCE BETWEEN ARROGANCE AND CONFIDENCE?

 

@selfloveclubb | MILLY SMITH

 

LIMA-AKUN-INSTAGRAM-YANG-BISA-MENGINSPIRASI-KITA-UNTUK-LEBIH-SELFLOVE

sumber foto: Instagram @selfloveclubb

 

Akun yang dibuat oleh Milly Smith ini ngasih tau dan ngajarin kita kalo apa yang ditunjukkin foto di Instagram nggak sepenuhnya sesuai realita atau baik-baik aja. Bisa aja perempuan yang terlihat ceria di fotonya ternyata struggling with mental illness. Dalam postingannya Milly membandingkan dua foto dengan pose sangat berbeda tetapi memiliki arti yang sama. Ia sendiri pernah ngalamin kejadian nggak mengenakan saat seorang dokter bilang “you don’t look suicidal!” waktu dia bilang kalo “I was having thoughts of suicide.” Untuk itu Milly kemudian menemukan hashtag #selfloveclub untuk mengkampanyekan body positivity, mental health, and chronic illness. Dia mengajarkan kita untuk lebih memikirkan kembali apa yang akan kita ucapkan ke orang lain, tapi tetap jujur kepada diri sendiri.

  You may also want to read: SELFIEDENCE, WHEN SELFIE CONNECT WITH CONFIDENCE

 

@harnaamkaur | HARNAAM KAUR

 

LIMA-AKUN-INSTAGRAM-YANG-BISA-MENGINSPIRASI-KITA-UNTUK-LEBIH-SELFLOVE

sumber foto: Instagram @harnaamkaur

 

Akun inspirasi lainnya datang dari Harnaam Kaur yang me-encourage kita tentang body confidence. Harnaam emang menderita penyakit yang menyebabkan hormon esterogen dan progesteron-nya menjadi seimbang. Sehingga it can cause male-type body changes, seperti tumbuh kumis dan janggut. Harnaam pun mulai memiliki kumis seperti laki-laki di umur 11 tahun dan sering di-bully teman-temannya dengan memanggilnya “man”, “beast, dan bahkan “ogre”. Ia pun mulai melukai dirinya sendiri sampai mencoba bunuh diri. Tapi kemudian dia bangkit dan mulai menenangkan diri dan berhenti membiarkan orang lain membuatnya merasa dia harus membencinya bentuk fisiknya. Dia mulai menampilkan bentuk fisiknya dan memberikan kepercayaan diri kepada orang lain. Then she turns into a fashion model, dengan mengelakkan pandangan-pandangan umum tentang what is ideal of female beauty. Nunjukin kalo kita nggak perlu mendefinisikan feminin dan maskulin berdasarkan yang dibangun masyarakt.

  You may also want to read: SELF-LOVE DENGAN NGGAK UNDERESTIMATE DIRI SENDIRI

 

@virgietovar | VIRGIE TOVAR

 

PERAN-MAYA-ANGELOU-SASTRAWAN-YANG-JADI-GOOGLE-DOODLE-HARI-INI

sumber foto: Instagram @virgietovar

 

Seorang penulis dan aktivis, Virgie Tovar menjadi sosok yang punya akun Instagram positif lainnya. Dari kecil dia sudah berhadapan dengan fat-shaming dari orang-orang karena dia nggak bisa fit into anything. Orang-orang membuat dia benci kepada tubuhnya sendiri. Perjuangannya itu banyak menceritakan about how our culture accommodates only a limited range of body sizes. Di usia 20 akhir, dia diperkenalkan kepada fat activism, yang encouraging plus-size people untuk fokus pada sesuatu yang lebih penting daripada sekadar mengubah bentuk tubuh mereka. Dalam akunnya Virgie tentu aja keliatan sangat percaya diri dan mulai membantu perempuan lain dengan mendirikan kursus online Babecamps untuk mengatasi budaya diet. Dia juga berkampanye menggunakan hashtag #LoseHateNotWeight. Di Instagramnya dia nunjukkin pesan penting bahwa tubuh yang kurus bukan untuk semua orang, dan orang gemuk itu bukan monster, “nggak layak mendapatkan perlakuan yang nggak manusiawi.” Sekarang dia telah menjadi seorang dosen yang bersemangat mendiskusikan diskriminasi tubuh gemuk.

  You may also want to read: MAU LEBIH BAHAGIA? INI PENTINGNYA NGUTAMAIN DIRI SENDIRI

 

@darth_bador | EMILY BADOR

 

PERAN-MAYA-ANGELOU-SASTRAWAN-YANG-JADI-GOOGLE-DOODLE-HARI-INI

sumber foto: Instagram @darth_bador

 

Melalui Instagramnya Emily bilang kalo that we don’t owe it to anyone to be perfect. Dia menginspirasi kita kalo kulit yang cacat dan tubuh yang nggak sempurna nggak mengurangi woman’s worth. Saat pertama kali terjun ke dunia modelling, Emily nggak terlalu memikirkan tubuh dan kesehatannya. Dia berolahraga setiap hari tanpa mendapat asupan karbohidrat, alhasil dia mulai merasa sakit, pusing, dan kelelahan. Obsesinya tentang body measurements sering membuat dia panik setiap kali dia berpakaian. Tapi suatu hari dia mulai memutuskan that she had enough of witnessing beautiful women hating themselves karena tubuhnya nggak keliatan kayak model-model Victoria’s Secret yang begitu slim. Dalam salah satu caption Instagramnya, Emily juga bilang kalo “You are not less valid because you don't shave your armpits. You are not less beautiful because of your scars, stretch marks, eczema, acne.”

Jangan cuma jadikan Instagram sebagai platform yang ngebuat kita terobsesi dengan cantik berdasarkan konstruksi masyarakat ya girls. Cantik itu sendiri relatif dang nggak bisa disbanding-bandingkan dengan orang lain. Kita harus merasa cantik because the way we are. Buktinya lima perempuan di atas bisa nunjukkin ke kita kalo cantik berdasarkan konstruksi masyarakt itu nggak terlalu realistic.

 You may also want to read:  MUJI DIRI SENDIRI ITU PENTING LHO, 3 HAL INI ALASANNYA!

Written by Shintia Dwi Savitri
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar