KRITIK ATAU PUJIAN, MANA YANG LEBIH BAIK BUAT KITA?

February 12, 2018

 KRITIK-ATAU-PUJIAN-MANA-YANG-LEBIH-BAIK-BUAT-KITA

sumber foto: Video Blocks

 

Ada orang yang terpicu buat menjadi lebih baik ketika dikritik, tapi ada juga yang malah jadi down setelah mendengarnya. Buat orang-orang kayak gini, pujian biasanya dianggap lebih manjur untuk memotivasi mereka. Karenanya muncul lah perdebatan: di antara kritik dan pujian, sebenernya yang mana sih yang lebih baik buat kita?

 

 

Well, kalian sendiri termasuk tipe orang yang mana guys? Kalo ditanya lebih suka dikritik atau dipuji, mungkin sebagian besar dari kita bakal jawab dipuji, ya nggak? Tapi apakah itu cara terbaik buat membangkitkan motivasi dalam diri kita? Yuk cari tau jawabannya!

 

PUJIAN YANG BERLEBIH MALAH MENGURANGI MOTIVASI

 

KRITIK-ATAU-PUJIAN-MANA-YANG-LEBIH-BAIK-BUAT-KITA

sumber gif: Generationgranny

 

Dalam artikel berjudul “Why Criticism is Better Than Compliment” yang dimuat di Life Hack, coaching guru Brian Lee menyampaikan pendapatnya bahwa segala sesuatu yang berlebihan nggak bakal baik buat kita, termasuk pujian. Emang sih, seperti dikutip dari Psychology Today, pujian bisa membangun self-esteem seseorang. Tapi meminjam perumpamaan Lee, pujian tuh kurang lebih mirip sama makanan sehat. Judulnya aja “makanan sehat”, masa sih nggak baik buat kita, ya nggak? Makannya kita cenderung berpikir nggak apa-apa memakannya banyak-banyak, padahal nyatanya air mineral dan buah sekalipun bakal nggak baik buat tubuh kalo kita mengonsumsinya secara berlebihan.

Yap, sesekali mendapat pujian mungkin bakal membuat kita seneng. Kita juga jadi merasa harus mempertahankan kinerja biar nantinya kita bakal dipuji lagi. Tapi pujian yang berulang dan berlebihan malah akan membuat kita terbiasa/nyaman di posisi yang sama dan karenanya nggak ada perkembangan yang kita hasilkan dari posisi tersebut. Karena yang kita dapet hanya pujian, kita bakal cepat berpuas diri – merasa kalo apa yang kita lakukan udah cukup sehingga nggak ada yang harus diperbaiki lagi dari diri kita. Hal inilah yang pada akhirnya membuat kita nggak berkembang. Lebih buruknya lagi, kita malah bisa kehilangan motivasi ketika pujian tersebut nggak kita dapatkan.

 

KRITIK YANG MEMBANGUN AKAN MENDORONG KITA UNTUK BERKEMBANG

 

KRITIK-ATAU-PUJIAN-MANA-YANG-LEBIH-BAIK-BUAT-KITA

sumber gif: Thoughtsoflorelei

 

Sebaliknya, seperti kurang lebih dikutip dari Liputan6, kritik diibaratkan seperti makanan nggak enak yang ogah kita cicipin. Tapi sekali nyoba, kita nggak bakal mau nyoba lagi. Hal inilah yang membuat kita termotivasi untuk bergerak dan berubah.

Kalo kita selalu merasa bener karena feedback yang kita dapet dari orang lain cuma berupa pujian, gimana caranya kita tau apa yang kurang dari diri kita? Karena ketika dipuji, kita cenderung merasa nggak ada yang perlu diperbaiki dari diri kita. Sedangkan ketika dikritik, kita bakal mengevaluasi apa yang salah dari tindakan kita dan gimana cara memperbaikinya.

Misalnya aja ketika kita belajar gitar dan guru kita cuma bilang, “udah bagus mainnya” gimana caranya kita tau apa yang harus kita lakuin biar bisa bermain dengan lebih baik ke depannya, ya nggak? Tapi kalo dia ngasih tau, “timing kamu kayaknya masih kurang pas deh” kita jadi dapet arahan spesifik tentang apa yang bisa kita perbaiki buat mengembangkan performance skill kita. Setuju?

Tentunya kritik yang dimaksud di sini adalah constructive criticism atau kritik yang membangun, bukan sekedar komentar negatif yang malah bersifat menjatuhkan. Mengutip perkataan Lee, the right kind of criticism is honest feedback that will benefit you. “When it's well-intentioned, well-calibrated, and especially when offering a valid, constructive solution, I believe, it's a fine gift,” lanjut career coach Marty Nemko sepeti yang dituisnya di Psychology Today.

Mendengar pendapat jujur orang lain akan memberikan gambaran mengenai apa yang udah kita lakukan dengan baik dan apa yang masih bisa kita tingkatkan. Feedback kayak ginilah yang paling pas buat memotivasi kita dan kalo kita bisa menerimanya dengan baik, it can guide you away from bad practices and move you towards good ones.

 

BELAJAR NERIMA DAN MANFAATIN KRITIK

 

KRITIK-ATAU-PUJIAN-MANA-YANG-LEBIH-BAIK-BUAT-KITA

sumber gif: Business2Community

 

Gimana kalo kita adalah tipe orang yang bukannya termotivasi, tapi malah jadi patah semangat ketika dikritik? Well, sifat ini manusiawi banget kok! Tapi kalo kita emang mau jadi orang yang lebih baik, kayaknya udah waktunya deh bagi kita buat belajar menerimanya. Malahan kita harus bisa manfaatin kritik tersebut. Nggak bisa dipungkiri kalo nggak semua kritik bersifat konstruktif. Karenanya beberapa hal yang bisa kita lakuin buat mengarahkannya menjadi kritik yang bermanfaat buat kita di antaranya adalah dengan:

1. Listen to different opinions. Coba dengerin dulu sebanyak-banyaknya perspektif orang biar kita dapet gambaran yang lebih lengkap dari berbagai sudut pandang;

2. Ask clarifying questions. Pastiin apa yang dimaksud oleh orang yang mengkritisi kita, jangan sampe belum apa-apa kita udah keburu judge kalo pendapat mereka salah. Understand first, then start to process their opinions;

3. Ask for suggestions to improve, but always refer back to your goals. Setelah mengklarifikasi masalahya, coba minta saran. Refer back to your goals to see how improvements can align wth your original intentions; dan last but not least

4. Take control of the process. Gimana tuh caranya? Well, dengan memilih orang yang tepat! Bertanyalah ke seseorang yang jujur, netral, tapi tetep perduli dan mau yang terbaik buat kita.

 

 

You may also want to read:

 

 

 

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
Video Blocks
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar