KENAPA KITA CENDERUNG SUSAH PUAS DENGAN FOTO KITA SENDIRI?

July 09, 2018

KENAPA-KITA-CENDERUNG-SUSAH-PUAS-DENGAN-FOTO-KITA-SENDIRI

 

Jujur deh, berapa foto yang biasanya kita ambil dalam satu kesempatan sampe akhirnya kita mendapatkan hasil yang kita anggap bagus/sesuai dengan ekspektasi? Padahal pas ngaca kayaknya udah cantik, tapi kok di foto wajah kita keliatan beda ya? Seengak fotogenik itukah kita? Well, ternyata ada studi ilmiah lho yang bisa menjelaskannya. Penasaran? Yuk simak!

 

TERBIASA DENGAN BAYANGAN KITA DI CERMIN

Dikutip dari Science of People, alesan utama kenapa kita cederung susah puas dengan foto diri kita sendiri adalah karena kita udah terlalu terbiasa dengan bayangan terbalik kita di cermin. That’s why we tend to choose and like pictures of ourselves where our features are reversed in that way. Faktor inilah yang membuat ketika gambaran tersebut dibalik lagi di saat kita berfoto menggunakan kamera depan – which is sebenernya adalah penampakan wajah kita yang sesungguhnya seperti yang biasa dilihat oleh orang lain – kita jadi merasa ada yang aneh. Padahal perasaan ini semata-mata disebabkan oleh rasa nggak nggak familier kita melihat diri kita sendiri dari sudut pandang orang lain.

Hal ini juga menjelaskan kenapa ketika kita berpose saat melakukan selfie, kayaknya angle wajah kita udah pas banget. Tapi pas kita liat hasilnya yang menunjukkan gambaran yang terbalik dari apa yang kita liat di preview (yang menunjukkan wajah kita ketika bercermin), wajah yang barusan kita anggap cantik bisa tiba-tiba berubah jadi nggak secantik itu – karena fitur-fitur wajah kita somehow nggak terletak sesuai dengan ekspektasi. Padahal kamera cuma menunjukkan penampakan wajah kita yang sesungguhnya.

Katanya sih fenomena ini disebut sebagai the mere-exposure-effect, di mana ketika kita semakin familier dengan sesuatu, kita juga bakal semakin menyukainya. We are unfamiliar with seeing ourselves the way friends or stangres view us. That’s why we don’t like the way we look. Sesimple itu sebenernya alesannya guys! Makanya di kamera smartphone Android biasanya ada pilihan “save picture as previewed/simpan gambar sebagai di pratinjau” karena kita emang bakal merasa lebih oke ketika melihat wajah kita sebagaimana biasanya kita melihatnya di cermin.

 

NGGAK BISA MELIHAT DAYA TARIK DIRI SENDIRI

Alesan lain kenapa kita cenderung susah puas dengan foto kita sendiri adalah karena banyak di antara kita yang nggak bisa melihat daya tariknya sendiri. Masih dikutip dari Science of People, sebuah studi di Australia meminta para pesertanya untuk mengumpulkan 12 foto head shot dan memilih foto terbaik di mana mereka terlihat paling attractive (menarik), trustworthy (dapat dipercaya), dominant (dominan), competent (kompeten), dan confident (percaya diri). Mereka kemudian diminta untuk menilai foto satu sama lain dengan karakteristik yang sama. Lucunya, setelah jawaban seluruh peserta dibandingkan, hampir nggak ada satupun jawaban yang sama antara foto terbaik yang dipilih oleh peserta dan foto terbaik dirinya yang dipilih oleh peserta lain. Studi ini menunjukkan kalo pendapat orang simply berbeda dan karenanya apa yang kita anggap menarik belum tentu menarik buat orang lain.

Well, terus apa yang bisa kita petik dari informasi ini? Kalo menurut Gogirl! sih:  1.) No, we’re not the most unphotogenic person in the world. Kita cuma nggak terbiasa aja melihat wajah kita dari sudut pandang lain. Jadi pede aja guys!; dan 2.) nggak usah terlalu memperdulikan pendapat orang lain soal foto yang kita bagikan, karena apa yang kita anggap bagus ternyata belum tentu bagus di mata mereka. Yang penting kita suka dan puas dengan penampilan kita :)

 

Baca juga:

 

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
Unsplash (photo by: ElijahO’Donell)
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar