JENUH SAMA #2019GANTIPRESIDEN? INI CARA OBJEKTIF NANGGEPINNYA

September 06, 2018

JENUH-SAMA-2019GANTIPRESIDEN-INI-CARA-OBJEKTIF-NANGGEPINNYA

Sumber: panjimas.com

Siapa di sini yang mulai jenuh denger ribut-ribut capres cawapres lewat hashtag media sosial #2019GantiPresiden? Ada netizen yang menjelek-jelekkan calon presiden yang nggak didukungnya lah, ada netizen yang ngotot menyuarakan asumsinya lah, ada netizen yang saling menjatuhkan, bahkan banyak netizen yang debat kusir nggak karu-karuan. Kalo kita bukan orang yang sevokal itu menyuarakan aspirasi politik, kita tentu bakal jenuh mendengar ribut-ribut netizen ini. Daripada jenuh berujung apatis dan memilih buat menutup telinga dari situasi politik prapemilu, mending simak tips dari Gogirl! tentang gimana cara nanggepin semua itu dengan objektif.

 

YANG PERLU DIKETAHUI SOAL GERAKAN #2019GANTIPRESIDEN

Sebelum mempelajari tips menanggapi #2019GantiPresiden dengan obyektif, Gogirl! mau kasih sedikit fakta dulu soal gerakan ini. Siapa tahu aja di antara kita masih ada yang belum tahu ya, kan… Atau, mungkin udah tahu tapi karena informasi yang diterima kebanyakan negatif, kita belum bisa memandang gerakan #2019GantiPresiden ini masih secara subjektif aja.

 

1. BUKAN KAMPANYE, TAPI SEKEDAR MENYUARAKAN ASPIRASI

Kalo masih ada yang ngira gerakan #2019GantiPresiden adalah rangkaian kampanye, dilansir dari Kompas, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bilang sih gerakan ini bukan merupakan sebuah kampanye. Gerakan ini murni merupakan penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh pihak yang bermaksud mengkritik presiden saat ini, yaitu Joko Widodo. Soalnya, menurut undang-undang, kampanye itu harus menyertakan visi, misi, dan citra diri pihak yang dikampanyekan, misalnya foto, logo partai, dan nomor urut calon. Masa kampanye sendiri baru dimulai 23 September nanti sampe 13 April 2019. Tapi, meskipun bukan merupakan kampanye, Bawaslu meminta masyarakat yang tergabung dalam gerakan ini harus tetap taat aturan.

 

2. SEIRING DENGAN GEMA #JOKOWI2PERIODE DI MEDIA SOSIAL

Di media sosial, cuitan #2019GantiPresiden ini beriringan dengan gema #Jokowi2Periode alias dukungan dari pihak pendukung Capres Jokowi.  Data terakhir yang dirangkum Tirto.id, per 25 Juli lalu hashtag #2019GantiPresiden ditulis oleh  76.440 pengguna Twitter dengan jumlah impresi 157.718, sementara hashtag #Jokowi2Periode dicuitkan oleh 94.829 pengguna dengan jumlah impresi 151.403. Sampe masa kampanye pilpres berlangsung nanti, perang hashtag ini diprediksikan bakal terus berlangsung. Kalo #Jokowi2Periode banyak menimbulkan kesan terhadap hasil kerja Jokowi sebagai presiden, #2019GantiPresiden lebih menyuarakan kritik terhadap kinerja sang presiden.

 

3. MENYATUKAN MASYARAKAT DAN MEMBENTUK KOMUNITAS

Nggak sekedar jadi hashtag di media sosial, #2019GantiPresiden menjadi wahana buat menyatukan masyarakat dengan aspirasi serupa. Kemudian, terbentuklah komunitas yang sering berkumpul dan melakukan aksi nyata turun ke jalan. Bukan cuma aksi menyampaikan pendapat seperti yang dilakukan saat deklarasi, tapi juga aksi sosial kayak bagi-bagi takjil di bulan puasa kemarin. Dari komunitas, #2019GantiPresiden ini kemudian menjadi slogan yang muncul dalam beragam bentuk merchandise, mulai dari kaos, totebag, pin, dan lain-lain.

 

4. PRO DAN KONTRA GERAKANNYA YANG SEMPET MENGUNDANG KERICUHAN MASSA

Pada 26 Agustus lalu, #2019GantiPresiden ini sempet mengadakan aksi deklarasi massa di Surabaya. Dilansir dari CNN Indonesia, deklarasi yang diinisasi sama Ahmad Dhani ini tetep berlangsung meski nggak dapet izin dari kepolisian setempat. Di acara deklarasi ini sempet terjadi kericuhan antara kelompok pro #2019GantiPresiden dan kelompok yang menolaknya. Kalo kita flashback ke beberapa bulan lalu, kita juga sering mendengar berita tentang bentroknya kelompok pro dan kelompok kontra gerakan #2019GantiPresiden ini, bukan?

 

GIMANA SEBAIKNYA KITA MENANGGAPI GERAKAN INI?

JENUH-SAMA-2019GANTIPRESIDEN-INI-CARA-OBJEKTIF-NANGGEPINNYA 

 

Sebagai warga negara yang baik, bersikap apatis tentu bukan sesuatu yang bijak. Emang sih, kita sering menemukan pendukung kedua belah pihak yang saling bentrok dan netizen yang ribut-ribut, tapi itu bukan berarti jadi alasan buat kita menutup mata dari fenomena pro kontra gerakan #2019GantiPresiden maupun #2019Jokowi2Periode ini. Gogirl! punya 5 tips yang bisa diikutin, nih!

 

1. JANGAN MUDAH TERPANCING DAN SELALU VERIFIKASI INFORMASI

Di media sosial, banyak banget info dan ujaran bertebaran, baik soal #2019GantiPresiden maupun #Jokowi2Periode. Kalo kita perhatiin, nggak sedikit di antaranya yang ikut menyajikan fakta maupun data soal kedua kandidat. Di antara fakta dan data yang dicuitkan sama pendukung satu pasangan capres-cawapres, tentu kita bakal nemu yang isinya menjatuhkan pihak oposisi, misalnya fakta tentang masa lalu Capres Prabowo, ujaran kebencian terhadap Cawapres Sandiaga Uno, data negatif tentang kepemimpinan Jokowi, dan serangan terhadap Cawapres K.H. Ma’ruf Amin secara personal. Ketika kita menerima data dan informasi negatif seperti ini, jangan langsung percaya dan verifikasi datanya terlebih dahulu. Cari di media massa, apakah informasi yang kita terima itu benar dan cek juga konteks yang melingkupinya.

 

2. BANGUN PERSPEKTIF POSITIF SOAL PENCALONAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

Tanamkan dalam benak kita kalo siapa pun yang mencalonkan diri jadi pemimpin itu punya kegelisahan terhadap apa yang akan dia pimpin. Mereka tentu berkeinginan kuat untuk memajukan apa yang mereka pimpin, meskipun nantinya cara memimpin mereka akan berbeda. Itu artinya, kita tinggal cari tahu cara memimpin seperti apa yang cocok buat kita. Karena belum memasuki masa resmi kampanye, saat ini kita cuma bisa menilai dari kinerja kepemimpinan periode sekarang dan track record kampanye pemilu periode sebelumnya. Nah, baru deh setelah ada presiden terpilih pada 2019 nanti, kita punya tugas baru yaitu mengawal kepemimpinan mereka.

 

3. MULAI DUKUNG CAPRES PILIHAN KITA SECARA POSITIF

Dikutip dari Kompas, Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengajak kita buat mulai beri dukungan ke capres secara positif. Maksudnya, daripada menggaungkan narasi #2019GantiPresiden yang terkesan menyimpan makna terselubung, lebih baik langsung gaungkan dukungan #2019PrabowoSandi. Dengan begitu, narasi-narasi yang beredar diprediksikan bakal jadi lebih positif karena isinya seputar informasi dan fakta positif terkait calon pemimpin terkait, bukan justru memancing amarah pihak pendukung #Jokowi2Periode. Sebab, terlepas dari posisinya sebagai capres 2019, Joko Widodo masih jadi presiden aktif saat ini yang program kerjanya harus kita dukung, bukan?

 

4. PERBANYAK ASUPAN INFORMASI POSITIF DARIPADA NEGATIF

Siapa sih yang nggak tersentuh melihat kedua capres saling berpelukan saat memberikan dukungan terhadap atlet pencak silat Asian Games? Nggak cuma dokumentasi saat berpelukan dengan atlet pencak silat, video dan foto saat mereka jalan bergandengan juga tersebar luas dan menuai pujian dari masyarakat. Saking bikin tentramnya, dokumentasi ini banyak banget yang repost, bahkan sampe ada yang buat meme dan mengedit videonya dengan backsound musik bernada semangat persaudaraan. Dari ‘dokumentasi persaudaraan’ ini kita jadi belajar, bahwa Capres Prabowo Subianto aja mendukung presiden yang aktif menjabat. Nah, asupan hal-hal positif kayak ginilah yang perlu kita perbanyak, sehingga narasi positif pun bakal makin menyebar. Siapa pun presiden terpilih nanti, kita harus mendukung segala visi dan misinya dalam memajukan negara.

 

5. TAHAN DIRI SAMPE MASA KAMPANYE RESMI DIMULAI

Hal terakhir yang bisa kita lakukan dalam menanggapi jenuhnya gaung dan ribut-ribut netizen adalah menahan diri sampe masa kampanye resmi dimulai. Cara ini bisa banget diterapin kalo kita belum tahu mau pilih siapa atau bahkan berniat golput di Pemilu 2019 mendatang. Di masa kampanye resmi nanti, kita bisa tahu visi dan misi serta rencana program kerja konkret kedua pasangan capres dan cawapres. Dengan begitu, kita jadi objektif dalam memandang keduanya. Cara ini juga tentu harus diterapin kalo kita udah punya bayangan mau dukung siapa tapi muak sama debat dan ribut-ribut netizen. Mendukung dengan objektif juga penting, lho!

  

BACA JUGA:

NGGAK LAGI APATIS TERHADAP POLITIK, INI YANG HARUS JADI CATETAN KITA MENJELANG PILPRES 2019

SEMANGAT KARTINI MENTERI LUAR NEGERI IBU RETNO MARSUDI

Written by Asmi Nur Aisyah
Photo Source:
panjimas.com
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar