JANGAN PERNAH BERKOMENTAR “LEBAY” KETIKA TEMEN CURHAT KE KITA

October 11, 2018

JANGAN-PERNAH-BERKOMENTAR-LEBAY-KETIKA-TEMEN-CURHAT-KE-KITA

 

“Ah, lebay lo!“
“Hal kecil kayak gini kayaknya nggak perlu dipermasalahin deh”.
“Lo aja kali yang terlalu sensitif”.

 

Well, pernahkah kita melontarkan kalimat-kalimat di atas kepada temen yang lagi menceritakan masalah atau kekhawatirannya ke kita? Sadar nggak kalo respon kita yang terkesan meremehkan persoalannya tersebut mungkin aja menyakiti hati dan membuat dia menyesal telah menceritakan masalahnya kepada orang yang salah? Terus coba deh tempatkan diri kita di posisi dia. Seandainya kita adalah pihak yang menerima tanggapan nggak mengenakkan tersebut, kira-kira apa yang bakal kita rasakan? Pastinya bukan perasaan seneng lah ya.. So, yuk belajar buat jadi pendengar yang baik dengan memberikan respon yang tepat buat temen-temen kita yang lagi mengalami kesulitan!

 

MASALAH KECIL BAGI KITA MUNGKIN AJA MASALAH BESAR BAGI ORANG LAIN

Never underestimate the pain of a person,” kata Will Smith. Ketika masalah yang lagi dihadapi oleh orang lain terkesan sepele buat kita, jangan pernah berasumsi kalo masalah tersebut juga punya bobot yang sama buat dia yang sedang menghadapinya. Mengutip perkataan Melody T. McCloud M.D. dalam tulisannya yang berjudul “Never Underestimate How Much Someone Hurts” di Psychology Today, “Just because you can't see the pain – or you feel that what your spouse or friend says hurts them shouldn't hurt, because after all it doesn't hurt you – doesn't mean the pain is not real and extremely palpable to him or her”. Artinya, cuma karena rasa sakit tersebut nggak bisa kita liat atau kita merasa apa yang menyakitinya nggak seharunya membuat dia merasa tersakiti, bukan berarti rasa sakit itu nggak nyata buat orang yang merasakannya.

Masalah kecil bagi kita mungkin aja merupakan masalah besar bagi orang lain. Oleh sebab itu sebagaimana kita nggak boleh membanding-bandingkan kesedihan, nggak bijak juga bagi kita untuk membanding-bandingkan berat masalah tiap individu.  Pernah nggak terpikir kalo mungkin bukan dia yang terlalu sensitif, tapi sebaliknya kitalah yang kelewat nggak sensitif?

Dengan menanggapi curhatan temen-temen kita yang lagi butuh bantuan secara negatif, adanya kita malah bakal membuat mereka merasa kecewa, menyesal telah berbagi masalahnya dengan kita, dan bisa jadi semakin tertutup kedepannya.  Padahal ketika mereka memutuskan buat mencurahkan isi hatinya kepada kita, berarti mereka sebenernya udah percaya banget lho sama kita, ya nggak? Dan ketahuilah, ketika seseorang berakhir menceritakan masalahnya kepada orang lain, berarti dia lagi bener-bener membutuhkan temen untuk mendengarkannya. Kita nggak tau kan sebesar apa usahanya untuk dapat membuka diri dan gimana respon kita bakal mempengaruhi tindakannya ke depannya? So, don’t ever break their trust by saying something that will hurt them!

Baca juga: JANGAN KATAKAN 7 HAL INI KE TEMEN KITA YANG LAGI DEPRESI

 

RESPON KAYAK GIMANA YANG SEBAIKNYA KITA BERIKAN?

Mengutip cara-cara menanggapi  dengan penuh kasih alias compassionate responses yang dijabarkan oleh Russ Harris dalam bukunya yang berjudul The Reality Slap (seperti dilansir dari mindbodygreen), berikut adalah beberapa langkah yang bisa kita terapkan untuk merespon curhatan temen yang lagi mengalami kesulitan:

  • Tanyakan apa yang dirasakannya;
  • Rangkul atau peluklah dia kalo perlu;
  • Tunjukkan empati kita dengan meyatakan hal-hal seperti “This must be really hard on you” atau “I can’t begin to imagine what you’re going through”;
  • Tunjukkan juga reaksi kita. Misalnya aja, “I’m so sorry”, “I wish there was something I can do”, atau bahkan “I don’t know what to say” ketika kita nggak tau harus berkata apa;
  • Tanyakan apakah dia ingin membicarakannya lebih lanjut. Hargai juga keputusannya kalo dia sekedar ingin didampingi tanpa ditanya-tanya lebih jauh; dan
  • Tawarkan dukungan kita. Misalnya aja dengannbertanya, “Apakah ada yang bisa gue bantu?” atau “Lo bisa cerita ke gue kapan aja kok kalo lo mau”.

Sebelumnya Gogirl! juga udah pernah membahas soal cara menjadi pendengar yang baik dengan menerapkan teknik mindful listening.

Baca juga: SERING NYELAK OBROLAN? BELAJAR JADI PENDENGAR YANG BAIK DI SINI

 

GIMANA KALO KITA LAGI NGGAK PUNYA ENERGI BUAT MENANGGAPI CURHATAN TEMEN?

Bagaimanapun kita tetep adalah manusia dengan segala kekurangan dan subjektifitasnya, ya nggak? Bisa aja kita lagi dalam kondisi nggak ready buat menanggapi  curhatan temen karena kita juga lagi pusing sama masalah kita sendiri. Atau mungkin juga kita tetep nggak bisa berempati bahkan setelah mengusahakannya karena kita bener-bener nggak bisa memahami masalah yang lagi dihadapi oleh temen kita ini. Nggak menutup kemungkinan juga lho dia emang adalah tipe drama queen yang suka mempermasalahkan segala hal, di mana sejujurnya kita udah capek banget menanggapinya.

Seperti yang sebelumnya pernah Gogirl! bahas di artikel “BOSENNYA MENGHADAPI SAHABAT YANG NGGAK BISA MOVE ON”, nggak apa-apa kok kalo kita mau istirahat sejenak dari temen yang lagi down. Karena inget, sebelum memikirkan orang lain kita tetep harus terlebih dahulu memikirkan diri kita sendiri. Bukannya egois ya.. tapi kalo curhatan temen udah mulai memberatkan pikiran kita, ikut-ikutan membuat kita merasa negatif, dan karenanya kita merasa udah nggak bisa lagi memberikan respon yang tepat buat keluhan-keluhannya, ada baiknya kita mundur dulu beberapa langkah untuk menghela napas. Daripada kita berakhir melontarkan perkataan yang  salah, ya nggak? Kalo kita khawatir meninggalkan temen kita yang lagi kesulitan sendirian, kita bisa juga kok minta tolong temen lain buat menemani dia sementara. Well, perlu jadi catetan juga nih buat kita ketika lagi menghadapi masalah. Nggak selamanya orang-orang terdekat bisa selalu ada buat kita. Jadi pahamilah kemungkinan ini dan berusahalah sebisa mungkin buat bisa membantu diri kita sendiri.

Baca lebih lanjut: BOSENNYA MENGHADAPI SAHABAT YANG NGGAK BISA MOVE ON

 

 

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
Unsplash
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar