MASALAH KEUANGAN APA AJA YANG BAKAL DIHADAPI GENERASI Z ?

April 14, 2018

INI-DIA-MASALAH-KEUANGAN-YANG-BAKAL-DIHADAPI-GENERASI-Z-DAN-BOCORAN-SOLUSINYA

sumber foto: shutterstock

 

Sebelumnya Gogirl! udah pernah membahas soal nasib generasi milenial dan generasi Z yang katanya bakal susah buat punya rumah. Nah, kali ini Gogirl! bakal membahas tantangan dan perencanan keuangan masa depan kita secara lebih menyeluruh nih, terutama buat generasi Z alias kita yang lahir di tahun 1996-2010. Penting banget lho buat diketahui generasi Z awal yang baru aja lulus atau sebentar lagi bakal lulus kuliah, mulai kerja, dan dapet penghasilan sendiri. Kamu salah satunya? Yuk simak!

 

“Duh, ngapain sih mikirin ginian sekarang? Kita kan masih muda. Belum waktunya buat mikirin biaya nikah, cicilan rumah, kendaraan, kebutuhan anak, dsb”. Eits, jangan salah! Ada hasil penelitian yang menyatakan kalo kita nggak bisa mengatur diri kita sekarang, maka di usia 30 tahun nanti kita mungkin banget bakal menghadapi masalah kesehatan atau keuangan. Makanya, walaupun perencanaan keuangan atau biasa dikenal dengan sebutan financial planning rata-rata mulai dilakukan ketika kita udah punya pendapatan sendiri, sebenernya dasar-dasarnya penting banget lho buat diketahui sedini mungkin. Ketika kita dapet uang jajan dari orangtua tiap bulan terus kita berpikir mau menggunakannya buat apa misalnya, sebenernya kita tanpa disadari udah mulai melakukan perencanaan keuangan kan? Nah, lebih lanjutnya coba simak deh info-info berikut!

 

BENER NGGAK SIH KITA ADALAH GENERASI PALING BOROS?

 

INI-DIA-MASALAH-KEUANGAN-YANG-BAKAL-DIHADAPI-GENERASI-Z-DAN-BOCORAN-SOLUSINYA

sumber foto: thumbs.gfycat.com

 

Seperti yang udah sempet Gogirl! bahas di artikel-artikel sebelumnya, generasi Z adalah generasi internet native di mana salah satu karakteristik utama yang membedakan kita dari generasi-generasi terdahulu adalah kedekatan kita dengan penggunaan gadget dan internet. Makanya, menurut ahli finansial Risza Bambang dari Padma Radya Aktuaria, pengeluaran kita juga mencerminkan hal tersebut. Misalnya aja kebiasaan kita hangout di cafe dengan agenda tersembunyi mencari wifi gratis atau spot Instagrammable buat dipamerin di media sosial (medsos), kebiasaan kita belanja online, menggunakan jasa transportasi dan kurir online, keinginan beli HP baru, sampe kebutuhan kita berlangganan paket internet buat bisa mengakses semua kepentingan tersebut. Kalo dihitung-hitung, emang banyak banget ya pengeluaran kita yang berhubungan sama teknologi dan internet.

Sehubungan dengan karakteristik tersebut, katanya generasi Z diprediksi bakal jadi generasi yang paling konsumtif bila dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Dikutip dari beberapa sumber, selain karena dekat dengan internet yang membuat kita lebih mudah melakukan transaksi dimana aja dan kapan aja, generasi Z juga punya kebutuhan buat up-to-date dan cenderung gampang terpengaruh – misalnya aja dengan iklan yang dipasang secara online, review produk dan endorse para influencer. Makanya nggak heran kalo kita banyak mengeluarkan uang,

Pak Bambang membenarkan kalo generasi Z emang punya kecenderungan buat jadi konsumtif, tapi konsumtif di sini nggak sama artinya dengan boros lho! Nyatanya karena kita cenderung melakukan transaksi secara online, banyak biaya yang bisa dihemat oleh penjual dan karenanya membuat harga barang menjadi lebih murah. Pada akhirnya kita sebagai pembeli juga bisa lebih hemat. Selain itu seperti dikutip dari Cermati.com, generasi Z akrab banget dengan inovasi bisnis yang menggabungkan teknologi, makanya banyak dari kita yang tertarik buat mengembangkan bisnis secara online. Jadi kita nggak cuma membelanjakan uang, tapi juga punya motivasi buat menghasilkan uang di usia muda. Survei yang diadakan oleh Raddon pun menunjukkan kalo generasi Z cenderung lebih financial savvy, melihat gimana 2,500 anak SMA yang jadi responden ternyata lebih tertarik buat memahami urusan finansial di usianya yang masih 16-18 tahun. So, sebenernya kita punya banyak potensi positif kan?

 

TANTANGAN UTAMA GENERASI Z KEDEPANNYA

 

INI-DIA-MASALAH-KEUANGAN-YANG-BAKAL-DIHADAPI-GENERASI-Z-DAN-BOCORAN-SOLUSINYA

sumber gif: buzzfeed

 

Masih berdasarkan wawancara Gogirl! dengan Pak Bambang, menurut beliau tantangan utama yang bakal dihadapi generasi Z ke depannya adalah inflasi alias kenaikan harga. Sekarang aja harga barang dan jasa rata-rata meningkat sebanyak 10% per tahun – bahkan kenaikan harga pendidikan dan kesehatan bisa mencapai 20% per tahun, padahal kedua hal tersebut termasuk kebutuhan utama kita. Selain itu sulitnya memiliki tempat tinggal juga bakal jadi masalah yang mungkin banget kita hadapi karena harga tanah dan rumah yang pasti terus naik. Walaupun kebanyakan dari kita mungkin belum memikirkan ini sekarang, tapi kalo ditanya pengen sehat, punya rumah, kendaraan, bisa menyekolahkan anak tinggi-tinggi, dan hidup berkecukupan bahkan setelah pensiun, pasti kita semua bakal jawab “iya” kan?

Selain karena kondisi ekonomi, masalah keuangan juga bisa dateng dari diri kita sendiri. Salah satu kebiasaan buruk yang mungkin jadi ancaman bagi kita ke depannya adalah lupa menyisihkan dana buat masa depan. Hayoo.. siapa nih yang begitu dapet uang langsung habis gitu aja buat kebutuhan dan keinginan jangka pendek? Ahli finansial Melvin Mumpuni dari Finansalku bilang kalo hal-hal kayak gini disebut sebagai instant gratification atau kepuasan instan. Misalnya aja kita fresh graduate yang begitu gajian langsung kalap beli makeup tanpa hitung-hitungan dulu hehe.. padahal udah seharusnya kita membuat anggaran (budget) setiap dapet pemasukan, di mana salah satu budget yang disisihkan adalah buat kebutuhan kita di masa yang akan datang, di antaranya dana darurat dan simpanan buat tujuan-tujuan tertentu. Simpanan inilah yang nantinya bisa membawa kita jalan-jalan, lanjut kuliah, nyicil motor, mobil, rumah, dsb dan membiayai kebutuhan mendadak kita di masa mendatang – misalnya aja kalo kita tiba-tiba sakit dan butuh uang buat ke dokter. Kecuali kalo kita udah kaya banget dan nggak bakal kehabisan uang selamanya, tanpa menabung, kita nggak bakal bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.

 

BIASAKAN MENABUNG DAN INVESTASI DARI SEKARANG

 

INI-DIA-MASALAH-KEUANGAN-YANG-BAKAL-DIHADAPI-GENERASI-Z-DAN-BOCORAN-SOLUSINYA

sumber gif: mydala.com

 

1. MENABUNG

So, apa solusinya? Salah satu kebiasaan yang bisa dan harus banget kita terapkan dari sekarang adalah menabung. Terdengar klise? Well, tapi emang ini jawabannya. Pernah bertanya-tanya nggak kenapa kita diwanti-wanti buat membiasakan diri menabung dari kecil? Karena seperti yang udah dijelasin di atas, tabungan lah yang bakal mengantar kita mencapai goal-goal di masa yang akan datang, sekaligus jadi simpanan bagi kita kalo ternyata tiba-tiba butuh dana dadakan. Buat kita fresh graduate yang udah punya penghasilan sendiri, kuncinya adalah segera lakukan budgeting begitu kita terima gaji. Misalnya aja 15% buat tabungan (jangan lupa tentukan goal alias buat apa tabungan tersebut rencananya bakal kita gunakan), 10% buat dana darurat, 15% buat seneng-seneng, dan sisanya buat biaya hidup. Jadi sebenernya nggak apa-apa kita menghabiskan gaji kita, asalkan sebelumnya udah kita sisihkan dulu budget buat “tujuan keuangan masa depan” tersebut.

Walaupun perencanaan keuangan idealnya dilakukan setelah punya pendapatan sendiri, tapi kita yang masih dapet uang jajan dari orangtua juga bisa berlatih dari sekarang kok! Malahan Gogirl! rekomendasiin banget. Misalnya aja gimana caranya kita menyisihkan uang jajan per bulan buat nantinya bisa beli HP baru. Intinya sih membiasakan diri kita buat menepati komitmen budgeting yang udah ditentukan di awal.

By the way, ini dia kira-kira basic perencaan keuangan yang wajib kita ketahui:

 

INI-DIA-MASALAH-KEUANGAN-YANG-BAKAL-DIHADAPI-GENERASI-Z-DAN-BOCORAN-SOLUSINYA

sumber foto: thechinfamily.hk

 

2. INVESTASI

Wait, menabung aja nggak cukup lho! Di zaman sekarang, penting juga bagi kita buat berinvestasi. Apa tuh investasi? Investasi adalah penanaman uang atau modal untuk tujuan memperoleh keuntungan. Maksudnya adalah biar uang kita tersebut berkembang, nggak segitu-segitu aja atau bahkan berkurang (karena potongan biaya administrasi, dsb) seperti kalo kita cuma menyimpannya di tabungan. Mengutip tulisan Pak Melvin yang dimuat di finansialku.com, ini dia tiga jenis investasi yang cocok buat pemula, khususnya kita yang saat ini adalah:

  • Mahasiswa semester akhir atau fresh graduate;
  • Punya penghasilan Rp. 2 - 4 juta per bulan; dan
  • Nggak punya dasar atau pengetahuan investasi sebelumnya.

 

a. Reksa dana – adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Intinya sih kita cukup buka akun investasi reksa dana, pilih produk yang mau kita beli, setelah itu manajer investasi lah yang bakal membantu kita mengelolanya. Gampang kan? Kita bisa memulainya dengan modal minimal Rp. 100,000 aja.

b. Peer to peer lending (P2P) adalah praktek/metode memberikan pinjaman uang kepada individu/bisnis dan juga sebaliknya, yang menghubungkan pemberi pinjaman dengan peminjam/investor secara online. Jumlah dana buat investasi awal P2P bervariasi, mulai dari Rp. 100,000 - Rp. 10 juta. Jangan lupa juga pilih perusahaan yang udah berada di bawah dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

c. Menabung saham – nah, pasti pernah denger kan yang satu ini? Menabung saham maksudnya adalah membeli saham secara berkala, misalnya aja tiap bulan. Saham sendiri adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan kita atas suatu perusahaan. Buat yang masih bingung, coba deh baca lebih lanjut di sini.

 

 

Generasi Z juga harus baca:

 

 

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
Pinterest, thechinfamily.hk
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar