GINI CARANYA MENDETEKSI DAN MENGHADAPI VAMPIR ENERGI

June 08, 2018

GINI-CARANYA-MENDETEKSI-DAN-MENGHADAPI-VAMPIR-ENERGI

Photo: Shutterstock

 

Pernah nggak kita merasa capek banget setelah berinteraksi dengan seseorang tanpa alesan yang jelas? Well, lawan bicara kayak gini biasa dikenal dengan sebutan energy vampire atau vampir energi. Mereka menguras tenaga fisik dan emosional kita karena kepribadian mereka yang cenderung kurang berempati, nggak peka, atau belum mateng secara emosi. Beberapa di antaranya bahkan nggak sadar kalo mereka “menyedot” energi positif di dalem diri kita karena sifat/perilaku mereka. And it could be anyone! Entah itu temen, pacar, orangtua, kakak, adek, dan kenalan-kenalan lainnya. Terus gimana dong caranya kita menghadapi tipe orang kayak gini? Atau jangan-jangan kitalah vampir energi tersebut buat orang-orang di sekitar kita? Yuk simak pembahasannya!

 

TIPE-TIPE VAMPIR ENERGI

Sebelum kita mencari tau gimana cara menyikapi vampir energi, kita harus terlebih dulu tau cara mendeteksinya. Menurut penulis dan mentor spiritual Aletheia Luna, berikut adalah enam tipe vampir energi yang seingkali kita temui (dengan sedikit tambahan interpretasi dari Gogirl! berdasarkan sumber-sumber lain):

 

1. THE VICTIM VAMPIRE

GINI-CARANYA-MENDETEKSI-DAN-MENGHADAPI-VAMPIR-ENERGI


The victim vampire
adalah tipe vampir energi yang selalu memposisikan dirinya sebagai korban. Bukanya bertanggungjawab atas hidupnya sendiri, mereka cenderung menyalahkan orang lain dan keadaan. They think that the world is against them and demand others to rescue them. Misalnya aja dengan menceritakan betapa menderitanya mereka hari ini, gimana mereka diperlakukan secara nggak menyenangkan oleh orang lain, betapa nggak adilnya dunia, dsb dengan maksud mendapat penghiburan dari kita. Padahal karena curhatan negatifnya ini, nggak jarang kita jadi ikut-ikut kebawa merasa negatif. Kita juga nggak terlepas dari kemungkinan menjadi “target” yang disalahkan, bahkan berhasil dimanipulasi sehingga kita bener-bener merasa bertanggungjawab atas situasi yang dihadapinya. Intinya sih yang mereka incar dari kita adalah rasa empati, entah dengan menyalahkan orang lain, keadaan, atau bahkan kita – lawan bicaranya.

Baca juga: JANGAN SAMPAI KITA TERMASUK ORANG YANG ‘PLAYING VICTIM’

 

2. THE NARCISSIST VAMPIRE


GINI-CARANYA-MENDETEKSI-DAN-MENGHADAPI-VAMPIR-ENERGI


“Lo kuliah di mana? Oh ya, masih nunggu penguman SBMPTN ya? Kalo gue sih kemaren iseng-iseng aja ikutan soalnya gue udah keterima di National University of Singapore. Seandainya nanti dapet PTN juga paling gue lepas, soalnya bagusan pendidikan di Singapore lah ke mana-mana”.

“Btw, lo yakin bisa lolos SBMPTN?”.

Siapa sih yang nggak kesel ngobrol sama orang kayak gini? Kayak namanya, narcissist vampire carry the unconscious philosophy of “me first, you second”. Makanya nggak heran kalo apapun yang kita bicarain pasti bakal berakhir dengan mereka membanggakan dirinya, pencapaiannya, dan kehidupannya – walaupun pamernya ini nggak selalu dinyatakan terang-terangan. Narcissist vampire bahkan nggak tertarik sama sekali dengan apa yang kita bicarakan (walaupun awalnya sok-sok bertanya) dan lebih disayangkannya lagi, nggak punya kemampuan buat berempati dengan kondisi lawan bicaranaya. Makanya jangan kaget kalo cara bicara mereka terkadang terkesan merendahkan.

Baca juga: 5 CARA NGADEPIN TEMEN YANG HOBI NGOMONGIN DIRI SENDIRI

 

3. THE DOMINATOR VAMPIRE

 

GINI-CARANYA-MENDETEKSI-DAN-MENGHADAPI-VAMPIR-ENERGI


The dominator vampire
suka banget merasa superior dibandingkan orang lain. Karena takut dianggap lemah atau salah, mereka berusaha mengakalinya dengan terlebih dulu mengintimidasi sang lawan bicara. Tujuannya adalah untuk menguasai situasi. Karena dominan, mereka juga cenderung controlling. Mereka yakin banget dengan apa yang mereka percayai sebagai bener dan salah, makanya mereka punya pandangan hitam dan putih terhadap dunia. Nggak cuma merasa kalo pendapatnya paling bener, mereka juga nggak mau menerima pendapat orang lain dan terkadang bahkan memaksakan cara berpikirnya ke lawan bicara. Well, siapa sih yang nggak capek menghadapi orang yang bossy dan keras kepala kayak gini?

Baca juga: CARA TEPAT MENYIKAPI TEMEN YANG BOSSY

 

4. THE MELODRAMATIC VAMPIRE

 

GINI-CARANYA-MENDETEKSI-DAN-MENGHADAPI-VAMPIR-ENERGI

Kita pasti punya kan that one friend  yang kerjanya curhat, nangis-nangis di depan kita, tapi terus mengabaikan saran yang udah kita kasih, kemudian balik lagi beberapa hari kemudian dengan curhatan yang sama? Ada juga orang yang keliatan banget sengaja mencari-cari masalah, tipe drama queen yang dengan sadar membuat drama demi mendapatkan perhatian. Kayaknya hidup mereka kurang seru aja gitu kalo nggak ada konfliknya. Duh, greget banget ya. Setuju kan kalo tipe vampir melodramatis kayak gini nggak pernah gagal membuat kita capek hati menghadapinya?

Baca juga: BOSENNYA MENGHADAPI SAHABAT YANG NGGAK BISA MOVE ON

 

5. THE JUDGMENTAL VAMPIRE

 

GINI-CARANYA-MENDETEKSI-DAN-MENGHADAPI-VAMPIR-ENERGI

“Pstt.. liat deh cowok di sebelah. Ganteng. Tapi kok ceweknya b aja ya?”

 “Ih, pendek banget rok dia. Orangtuanya tau nggak sih anaknya jalan-jalan pake baju apa?”.

“Kok lo jerawatan deh sekarang? Pasti gara-gara males cuci muka ya? Sumpah jadi keliatan beda”.

Ugghh.. rasanya panas deh kuping ini tiap mendengar judgmental vampire berkomentar. Nggak cuma tentang kita, tapi juga orang lain. Tipe vampir energi kayak gini entah kenapa merasa punya hak buat menilai orang-orang di sekitarnya. Nggak berhenti sampe di situ, mereka juga suka “memangsa” insecurities kita dengan mengomentari hal-hal yang membuat kita malu, kehilangan kepercayaan diri, dsb – entah apa tujuannya . Sikap kayak gini nih yang bener-bener “menyedot” energi positif kita.

Baca juga: WHY SO JUDGEMENTAL?

 

6. THE INNOCENT VAMPIRE


GINI-CARANYA-MENDETEKSI-DAN-MENGHADAPI-VAMPIR-ENERGI

 

Nggak selamanya vampir energi tuh orang yang menyebalkan lho . Misalnya aja innocent vampire, orang terlalu polos yang emang helpless dan seringkali membutuhkan bantuan kita (contoh nyata: temen yang super lemot dan linglung). Akibatnya mereka terlalu bergantung pada orang-orang di sekitarnya buat memahami/melakukan sesuatu. Makanya merasa greget/capek ketika meladeni mereka terkadang nggak bisa dihindari, walaupun sebenernya kita peduli dan nggak pernah segan buat membantu mereka.

 

CARA MENYIKAPI VAMPIR ENERGI

GINI-CARANYA-MENDETEKSI-DAN-MENGHADAPI-VAMPIR-ENERGI

 

Ketika membaca tipe-tipe vampir energi di atas, adakah orang tertentu yang muncul di kepala kita? Terus gimana dong caranya kita menyikapi orang-orang terdekat yang  berwatak kayak gini?

Sebelumnya kita harus terlebih dahulu paham kalo pasti ada latar belakang di balik sifat/perilaku tiap orang dan dalam kasus ini, they haven’t developed the capcity to deal with their issues yet. Makanya mereka cenderung mencari  orang lain dalam proses menyelesaikan masalahnya. Misalnya aja, seorang narcissist vampire mungkin suka pamer karena dia butuh pengakuan dari orang lain – karena tanpa harta, pencapaian, dan status, dia merasa bukan apa-apa. Selanjutnya menurut Altheia Luna, it’s important to “draw the line” and set bounderies around these types of people. Intinya sih ketahui jarak yang kita butuhkan biar kita nggak terpengaruh secara negatif oleh mereka. Kalo boleh Gogirl! jabarin lebih lanjut, ini dia lima langkah yang bisa kita ambil:

  1. Masuk kuping kiri, keluar kuping kanan. Beberapa orang sebenernya cuma membutuhkan telinga kita buat mendengar, bukan mulut kita buat merespon. Misalnya aja melodramatic vampire yang lagi berlarut-larut dalam kesedihannya atau victim vampire yang hobi berkeluh-kesah soal hidupnya. Daripada gondok sendiri karena saran yang kita kasih selalu berakhir diabaikan oleh mereka, coba pahami deh kalo saat ini mungkin mereka cuma butuh tempat buat mencurahkan isi hatinya. Metode masuk kuping kiri keluar kuping kanan juga bisa kita terapkan ketika menghadapi orang-orang yang omongannya nggak worth it buat kita dengerin. Misalnya aja ajang pamer narcissist vampire atau komentar-komentar nyinyir judgemental vampire yang sebenernya nggak perlu kita tanggepin.

  1. Pikirkan diri kita terlebih dahulu. Kita seringkali terjebak dengan vampir energi di sekitar kita karena sebenernya kita peduli terhadap mereka. Sebagai orang yang deket dengan orang-orang kayak gini – misalnya aja victim vampire, melodramatic vampire dan clueless vampire yang berhasil membuat kita berempati – kita selalu merasa ingin membantu. Tapi sebagai manusia kita juga pasti punya limit, di mana mungkin banget kita merasa capek ketika harus terus-terusan menanggapi mereka atau kita lagi punya masalah lain yang lebih penting buat dipikirkan. And it’s totally okay! Putting yourself first doesn’t mean you don’t care about others. It means you’re smart enough to know you can’t help others if you don’t help yourself first.

Baca juga: MAU LEBIH BAHAGIA? INI PENTINGNYA NGUTAMAIN DIRI SENDIRI

  1. Jangan takut buat bilang “nggak”. Tolaklah/lawanlah dominator vampire dan vampir-vampir energi lain yang mengharapkan kita buat melakukan sesuatu kalo kita emang nggak mau melakukannya/nggak setuju dengan cara berpikir mereka. Jangan segan juga buat bilang “nggak” ketika kita belum bisa menolong atau sekedar menjadi pendengar yang baik buat victim, melodramatic, dan inncent vampire, karena seperti yang udah dibahas di poin sebelumnya, put yourself first before others. Whatever they said, remember that you are NOT responsible for resolving their issues. THEY ARE responsible for sorting out their struggles.

Baca juga: GINI CARANYA NOLAK PERMINTAAN TOLONG TEMEN

  1. Sampaikan dan hindari kontak kalo perlu. Ketika kita merasa tenaga kita udah terlalu banyak terkuras oleh vampir energi, apapun alesannya, coba deh buat jujur dan sampaikan apa yang kita rasakan. Bilang kalo perasaan dan sikap mereka berpengaruh terhadap kita juga, makanya kita butuh waktu buat mundur sementara. Nggak apa-apa kok kalo kita memutuskan buat menghindari kontak selama beberapa waktu dengan mereka demi kebaikan kita sendiri. Bahkan nggak apa-apa juga kalo kita memutuskan buat nggak terlibat lagi dengan mereka selamanya, terutama kalo vampir energi ini udah melewati batas dengan berusaha memanipulasi, mengintimidasi, atau mengkambinghitamkan kita. Berarti mereka emang adalah toxic people yang baiknya kita eleminasi dari hidup ini.

  1. Pertahankan energi positif. Hal terpenting yang harus kita lakukan adalah mempertahankan energi positif dalam diri kita. Remember that we are responsible of our own happiness and emotion. Kita nggak bisa memungkiri kalo energi negatif orang lain emang bisa mempengaruhi kita sampe taraf tertentu, tapi kita juga bisa banget memilih buat nggak terpengaruh dengan lebih baik lagi dalam memanage perasaan dan sikap kita. Jangan sampe lho kita termasuk victim vampire yang menyalahkan orang lain ketika kita capek atau mood kita menjadi jelek. Last but not least, coba refleksi diri dari sifat-sifat vampir energi di atas. Pastikan kalo kita bukan merupakan vampir energi buat orang lain.

 

 

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
Shutterstock, powerofpositivity.com, VIX.com
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar