GINI CARA NGONTROL EMOSI NEGATIF YANG NGGAK KITA INGINKAN

October 03, 2018

GINI-CARA-NGONTROL-EMOSI-NEGATIF-YANG-NGGAK-KITA-INGINKAN

 

Merasa nggak kalo terkadang kita membiarkan diri kita dikendalikan oleh emosi dan terlalu lama berlarut-larut di dalamnya? Misalnya aja, kita membiarkan diri kita bad mood seharian karena pertengkaran sepele yang terjadi di antara kita dan pacar pagi ini. Atau semua jadi terkesan menyebalkan karena suatu kesialan yang entah kenapa menimpa kita pada hari itu. Padahal sebenernya seperti kata William Clement Stone, “When we direct our thoughts properly, we can control our emotionslho!

 

Bukan berarti Gogirl! mendorong kalian buat merepresi emosi ya.. Tentu aja penting bagi kita buat jujur terhadap apa yang kita rasakan dan mengekspresikannya. Namun seperti yang sebelumnya pernah Gogirl! bahas di artikel “HOW TO HANDLE TOXIC EMOTIONS AND BECOME A HAPPIER PERSON”, nyatanya ada emosi-emosi negatif yang sebaiknya kita kendalikan buat menjadi lebih bahagia. Misalnya aja amarah, kekhawatiran, kekecewaan, dan rasa benci yang bersifat toxic.

Perasaan-perasaan ini tentunya datang di luar keinginan kita dan karenanya terkadang membuat kita merasa nggak bisa mengendalikannya. Padahal berdasarkan penjelasan Susan Krauss Whitbourne Ph.D. dalam artikelnya yang berjudul “5 Ways to Get Your Unwanted Emotions Under Control”, sebenernya kita bisa banget kok mengontrol emosi-emosi yang nggak kita inginkan tersebut. Lebih tepatnya mengutip kalimat pembuka tulisannya yang dimuat di Psychology Today, “Anger, disappointment, and resentment can't be erased. But they can be evaded”. Well, gimana tuh caranya? Simak deh tujuh siasat yang udah Gogirl! rangkumsebagai berikut!

 

1. SELECT THE SITUATION

Hal pertama yang bisa kita lakukan buat menghindari emosi-emosi yang nggak kita inginkan adalah dengan mencegah situasi yang memicu emosi tersebut dari terjadi. Misalnya aja, kalo berdasarkan pengalaman kita tau bahwa siap-siap pergi secara terburu-buru bakal membuat kita panik dan karenanya kesel ketika abang ojek online yang kita pesen nggak dateng-dateng, kemudian tambah gondok lagi ketika melihat macetnya jalanan, ya usahakanlah buat nggak berangkat last minute dengan bangun lebih awal. Atau kalo kita tau updatean Instagram temen kita yang hidupnya keliatan enak banget cuma bakal membuat kita merasa iri dan dengki, nggak ada salahnya kok unfollow atau sekedar mute story dan post Instagram-nya biar nggak muncul di timeline kita. As simple as that. Bagaimanapun prevention is always the best method, setuju nggak?

Baca juga: BUAT HIDUP YANG DAMAI, UNFOLLOW 7 TIPE ORANG INI DI MEDSOS

 

2. MODIFY THE SITUATION

Cara lain yang bisa kita lakukan buat menghindari emosi-emosi yang nggak kita inginkan adalah dengan memodifikasi/mengubah situasi yang sedang kita hadapi. Misalnya aja contoh sederhananya kita udah berencana buat mengenakan dress terbaik kita buat malem mingguan bareng pacar, tapi ternyata baju yang baru kita kenakan beberapa hari lalu ini belum selesai dilaundry. Kitapun kecewa karena rencana kita nggak berjalan sesuai bayangan. Bahkan lebaynya, malem minggu kita rasanya udah rusak bahkan sebelum kita memulainya.

Well, coba deh diinget-inget, seberapa seringkah kita bete karena masalah-masalah sepele kayak gini dalam kehidupan sehari-hari? Padahal mah sebenernya nggak usah dibuat ribet guys.. Kita bisa kan mengenakan dress kedua terbaik kita dengan model yang kurang lebih mirip? Toh pacar nggak bakal peduli juga. Kuncinya, be flexible and don’t sweat the small stuff. Nggak masalah kalo kita ngedumel sebentar, tapi kemudian fokuslah pada solusi . Terus kalo bisa sih latih diri kita buat lebih adaptif lagi dalam menghadapi berbagai situasi tak terduga.

 

3. SHIFT YOUR ATTENTIONAL FOCUS

Siasat selanjutnya yang bisa kita terapkan buat menghindari emosi-emosi yang nggak diinginkan adalah dengan mengalihkan fokus kita. Misalnya aja simple-nya dengan mencari distraksi ketika kita lagi terlalu marah atau sedih karena sesuatu – entah itu dengan sekedar mendengarkan musik, nonton film, atau menyibukkan diri kita dengan kegiatan-kegiatan lain. Atau contoh lainnya ketika melihat progress skripsi temen-temen membuat kita merasa tertekan, coba deh alihkan fokus kita ke skripsi kita sendiri. Pasang aja kacamata kuda biar kita nggak meleng ke kanan dan ke kiri. Focus on yourself instead of others. Dengan gini, kita bakal terhindar dari berbagai perasaan negatif yang muncul ketika kita dengan sengaja membanding-bandingkan diri dengan orang lain.

 

4. CHANGE YOUR THOUGTHS

"All that we are is the result of what we have thought. The mind is everything. What we think we become" - Buddha.

Kalian yang sebelumnya pernah membaca artikel "THE POWER OF MIND" mungkin udah nggak asing dengan kutipan ini. Sebelumnya Gogirl! juga udah beberapa kali membahas soal  betapa hebatnya kekuatan pikiran, di mana mengendalikan pikiran bakal sangat membantu kita dalam mengendalikan emosi, perilaku, bahkan dapat mempengaruhi kehidupan kita secara keseluruhan.

Kembali mengutip Whitebourne, at the core of our deepest emotions are the beliefs that drive them. Misalnya aja, kita cuma bakal merasa sedih ketika kita percaya bahwa kita kehilangan sesuatu, kecewa ketika kita merasa keinginan kita nggak berjalan sesuai rencana, atau seneng ketika kita berharap sesuatu yang baik bakal terjadi. Ketika kita nggak bisa mengubah situasi, dengan mengubah cara berpikir kita, seenggaknya kita dapat mengubah kepercayaan kita tentang gimana situasi tersebut mempengaruhi kita. Contohnya, ketika seseorang membuat kita bingung dan kesel karena perilakunya, coba deh ubah sudut pandang kita dengan menempatkan diri kita di posisinya. Atau ketika kita gagal mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, kira-kira apa pelajaran atau hikmah yang bisa kita ambil dari pengalaman ini?

Baca juga: HAL HEBAT YANG BISA KITA LAKUIN BERKAT KEKUATAN PIKIRAN

 

5. CHANGE YOUR RESPONSE

Ketika kita udah berusaha buat menghindari, memodifikasi situasi, mengalihkan fokus, megubah cara berpikir, dan kita masih merasakan luapan emosi yang nggak diinginkan ini, hal terakhir yang dapat kita lakukan adalah mengubah respon kita. Mengutip seorang anonim, “When you can’t control what’s happening, challenge yourself to control the way you respond to what’s happening. That’s where your power is”. Contoh sederhananya, ketika jantung kita berdetak sangat kencang karena amarah menguasai diri kita, coba deh buat tarik napas dalem-dalem dan pejamkan mata buat menenangkan diri. Atau ketika sesuatu membuat kita bad mood, hindarilah cemberut seharian dan terus-terusan mengeluhkannya kepada setiap orang yang kita temui. Karena udah terbukti kan kalo respon kayak gini terkadang malah membuat kita merasa makin negatif, bukanya lega.

Baca juga: INI DIA CARA-CARA NGUNGKAPIN KEMARAHAN DENGAN TEPAT

 

6. FIND A HEALTHY OUTLET

Dua poin terakhir ini sebenernya cuma tambahan aja sih. Now that you’ve managed your emotion, you’ll need to release it in a healthy way. Karena seperti yang mungkin udah kita ketahui, memendam emosi tuh sebenernya nggak baik buat kesehatan kita. Beberapa cara sehat yang bisa kita coba buat melepaskan emosi kita misalnya aja dengan ngobrol bareng orang terdekat yang kita percaya, menulis jurnal/diary, olahraga, atau berbagai kegiatan lainnya yang bisa mengangkat energi negatif kita, tapi nggak lantas membawa dampak buruk lain buat kita maupun orang lain.  

Baca juga: ALASAN DEEP CONVERSATION ITU PENTING BUAT KITA

 

7. FORGIVE YOUR EMOTIONAL TRIGGER

Last but not least, coba deh maafkan mereka yang menjadi pemicu dari emosi-emosi negatif yang nggak kita inginkan ini. Entah itu sahabat yang membuat kita kecewa, kata-kata menyakitkan orangtua yang membuat kita sedih, sikap pacar yang membuat kita marah, atau bisa juga diri kita sendiri. Karena seperti yang sebelumnya pernah Gogirl! bahas juga di artikel “MEMAAFKANTERNYATA BAIK BUAT KESEHATAN KITA”, memaafkan sebenernya lebih banyak membawa dampak positif buat diri kita sendiri daripada orang lain. Salah satunya seperti dikutip dari Huffington Post, when we forgive, we detachwe detach from the resentment, the jealousy, and other negative feelings lingering within us.

 

You may also want to read:

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
Unspalsh (photo by: Rhendi Rukmana)
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar