NGENALIN TEMEN EH KOK TEMEN KITA MALAH 'DIAMBIL' SIH?

October 24, 2018

FRIENDNAPPING

 

“Kat, kenalin nih Jessie temen main gue dari kecil.” Rara kembali mengingat-ingat waktu ngenalin Jessie ke Katrin temen sekolahnya. Beberapa minggu setelah itu, nggak disangka-sangka, Jessie dan Katrin malah jadi akrab banget. Tapi kenapa Rara yang jadi merasa ditinggalin? “Iiiih... temen gue diambil!” pikir Rara, kesal.

 

 

LOSING ONE FRIEND TO ANOTHER

Apa sih maksudnya friend-napping (also known a friend poaching)? Adalah situasi di mana kita ngenalin ‘orang baru’ ke temen/kelompok kita, tapi berakhir dengan kita yang ditinggalkan atau justru kita yang meninggalkan. Beberapa dari kita mungkin pernah ngalamin hal serupa. Ada yang terang-terangan, terselubung atau diem-diem. Mengenalkan teman-teman supaya social circle kita makin lebar, eh malah kecolongan! Akhirnya jadi kita yang nggak punya temen? Read on and find out more about friend-napping.

 

HOW COULD IT HAPPEN? 

>> New Stuff Excitement. Katrin adalah orang yang baru buat Jessie. Sesuatu yang baru udah pasti ngasih rasa excited dibanding “barang” lama. Ada cerita baru, tempat hang-out baru dan cara pandang baru. Wajar aja kalo seseorang ‘tenggelam’ dalam keadaan ini dan sedikit ngelupain teman lamanya.

>> Social Upgrade. Waktu tinggal satu kompleks, Rara dan Jessie punya popularity status yang berbeda di sekolah masing-masing. Jessie is one of the popular girl yang kenal banyak anak-anak eksis di berbagai sekolah. Diam-diam Katrin menikmati status pergaulannya yang ikutan naik sejak main sama Jessie, lalu mulai jaga jarak sama Rara.

>>Situation & Condition. Kebetulan, situasi dan kondisinya emang mendukung Katrin dan Jessie jadi lebih deket. Pacar-pacar mereka rupanya temenan, Katrin dan Jessie pun jadi sering double dating pas malem minggu. Kasian juga kalo ngajak Rara yang lagi jomblo.

>>They Clicked. Last but not least, ini hal yang paling umum dan sangat mungkin terjadi. Bukan salah siapa-siapa kalo saat ngenalin temen-temen kita ternyata mereka nyambung banget. Soalnya konon, orang-orang yang kita pilih sebagai temen itu punya karakter yang mirip.

 

“A friend is one that knows you as you are, understands where you have been, accepts what you have become, and still, gently allows you to grow.” William Shakespeare.

 

LET’S REVIEW OURSELVES

Emang, kadang berteman itu mirip kayak pacaran. Kita bisa punya rasa posesif sama sahabat, terutama the ones that we are very comfortable with, yang sering jadi tempat kita “bersandar” waktu lagi ada banyak masalah. Begitu mereka nggak bisa “be there” seperti biasanya, kita pun ngerasa kehilangan, bahkan nggak jarang marah. Well, in life we have to prepare for this kind of dissapointment, karena sebenernya, nggak ada satu orang pun yang bisa disebut ‘milik kita’ (anak aja disebut titipan Tuhan). Teman yang baik adalah teman yang ngasih space buat sahabatnya berkembang. Mendukung cita-citanya, ikut seneng waktu dia seneng dan ikut sedih waktu dia sedih.

 

WHEN YOUR FRIEND IS ‘KIDNAPPED’

Berteman itu emang nggak harus ada aturannya, tapi paling nggak kita bisa tau etika dan batas-batasnya. Check out these points:

Be positive. Jangan berpikir yang nggak-nggak misalnya berasumsi bahwa temen lama udah bosen sama kita, atau berpikir bahwa mereka bersekongkol ngejauhin kita. Just be positive, anggap aja kita udah jadi friend-cupid buat teman-teman.

Don't be jealous. Kalo kedua teman jadi sering spend time tanpa ngajak kita, nggak usah buru-buru jealous. Bilang aja kalo kita kangen mereka berdua dan inisiatif bikin acara jalan-jalan bareng.

Give her space. Your friend is not your possesion. Biarkan dia berkembang dengan punya teman sebanyak-banyaknya.

Stay supportive. Jangan sampe kita ngejelek-jelekin teman yang satu di depan temen yang lainnya. Sebaliknya, we have to highlight their positivity dan mendukung pertemanan mereka. Makin rame makin seru kan?!

Keep updated. Kesibukan sekolah mungkin jadi penyebab kita jauh sama beberapa teman. Nggak banyak pilihan soal yang satu ini, kecuali merelakan teman menggantikan posisi kita dengan orang lain. Well, demi masa depan, nggak apa-apa dong mengorbankan waktu main, yang penting tetep update kabar dari teman. BBM, chatting atau saut-sautan di Twitter, cukup untuk jaga tali pertemanan.

Be open to new people. Kalo teman menemukan teman baru, why can’t you? Bukan untuk bales dendam, tapi untuk melatih diri kita sendiri untuk nggak terlalu attached sama satu atau dua orang teman aja.

 

 

Written by Nissa Maretta, rewritten by Bunga Dwi Puspitasari
Photo Source:
shutterstock
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar