DRAMA ANTAR SAHABAT, GIMANA CARA NGATASINNYA?

July 05, 2017

FEATURE-THE-SASSY-&-THE-CLASSY

 

Persahabatan sudah jadi bagian dari kehidupan kita sehari – hari. Ia hadir jadi keluarga kedua, bukan cuma teman di sekolah aja. Ada yang bilang punya sahabat ngebuat hidup kita lebih berwarna. Punya sahabat bikin kita nggak kesepian. Punya sahabat bikin kita happy karena punya teman seperjuangan untuk nge-fans sama Justin Bieber, maybe? Tapi kenyataannya seringkali penyebab dua BFF (Best Friends Forever) berantem adalah karena saling nggak ngehargain perbedaan ‘warna’ itu. Let’s try to evaluate, sehatkah persahabatan kita dengan BFF kita?

 

 

KARISSA DAN FLORI

Karissa dan Flori adalah sepasang sahabat yang bisa dibilang kayak “Ebony dan Ivory” , hitam dan putih. Nggak hanya dari wajah kulit tapi juga kepribadian mereka. Karissa super outspoken tapi sebenarnya ia pribady yang sangat classy. Sedangkan Flori cenderung dingin, bicara seperlunya, dan uniknya di satu sisi gayanya justru sassy. Teman – teman di sekolah mereka heran melihat sifat kedua sahabat ini yang bertolak belakang. Siapa sangka Karissa yang kesehariannya rame tapi begitu “bertapa” di sudut kantin, lebih memilih ngederin Besame Mucho. Benar – benar selera yang ajaib! Tapi ada lagi yang lebih nggak masuk akal, Flori yang biasanya hanya diam mengulum tiba – tiba berubah jadi “petasan banting” begitu ada topik yang menarik baginya.

Karissa suka jealous ngeliat Flori yang asyik tenggelam dalam suatu pembicaraan. Flori seringkali iri ngeliat Karissa yang cepat akrab dengan orang baru. Karissa menganggap Flori yang doyan mengoleksi lilin itu aneh, sedangkan Flori mencela Besame Mucho tuh jadul banget. Flo dan Karissa bukannya nggak sadar sama perbedaan itu. Mereka tau dan sering bertanya – tanya, apakah mereka itu sahabat sejati? Apakah mereka cocok atau dipaksakan cocok?

Sampai suatu saat datang Reggi dalam kehidupan Karissa. Pacar baru, sedangkan Flori tetap single. Semua anak di sekolah tau kalo Flo lebih sering menjomblo, sedangkan Karissa doyan ganti cowok. Lalu Reggi mengacak-acak acara malam minggu Karissa dan Flo. Ia mengajak Karissa makan di La Codefin setelah kedua BFF itu nonton bioskop. Hanya Karissa aja yang diajak pergi, padahal Karissa datang ke mall bersama dengan Flo, dan nebeng mobilnya Flo. Karissa keburu terpukau oleh senyum brilian Reggi. Or she doesn’t want to lose a hot catch. “Gue lanjut ama Reggi ya Flo”. Karissa nggak peduli dengan tatapan penuh harapan Flo, ibarat a puppy yang dibuang majikannya. Karissa merasa kehadiran Reggi bisa menjadi time-out atas ketidakyakinannya terhadap persahabatan yang ia miliki bersama Flo. Not so classy move from our classy girl.

 

TIDAK SELALU SAMA TAPI SPORTIF

Sahabat, seperti halnya orang biasa, nggak mungkin sama 100% kepribadiannya dengan kita walau pada dasarnya kompak banget. Karissa terlihat outgoing, tapi di satu sisi ia adalah pengagum Grace Kelly dan berharap bisa jadi Grace Kelly di dunia serba serampangan ini. Akibatnya Flori menangkap kebiasaan Karissa ini sebagai cerminan betapa jaim-nya si sahabat.

Beda lagi cerita Karissa tentang Flo. Dari luar saja Flo terlihat cuek, tapi sebenarnya Flo bisa dekat dengan siapa saja untuk ngobrol ngalor ngidul dan hal itu sesungguhnya bikin Karissa sirik. Gaya Flo yang bohemian juga kontras dengan perawakan dinginnya. Kok bisa sih Flo milih motif tabrak warna tapi tetap kelihatan keren? Apakah selama ini Flori berlagak cool tapi sebenarnya ia memang supel? Keraguan Karissa dan kekesalan Flo bisa jadi bom waktu kalo terus dipendam dalam hati. Tapi bisa juga itu hanyalah ibarat kerikil dalam perjalanan persahabatan mereka asalkan keduanya mulai bicara dari hati ke hati.

“Karissa kalo udah ketemu cowok baru selalu lupa sama sahabat sendiri,” papar Flo pahit.

“Sebenarnya gue nggak gampang deket sama orang. Flo yang bisa. Dan tiap kali Flo begitu, gue ngerasa dia akan pergi dari gue. Gue berusaha nyenengin diri dengan dikelilingi cowok – cowok yang berusaha PDKT ke gue” Karissa pun punya alasan tersendiri.

“Hidup Karissa selalu teratur. Kesannya boring. Gue perlu space dan udara baru dengan ketemu orang lain.”

“Flo kadang nyeleneh. Gue kan nggak mau dilihat jelek sama orang lain. Biarin deh gue dibilang ratu jaim.”

Sayangnya ungkapan itu terlontar bukan antara Flori ke Karissa maupun Karissa ke Flori tapi ke pihak ketiga, teman yang kebetulan duduk bareng di kantin atau anak cheers yang  tiba – tiba menyapa karena ada maunya, yang bukannya membantu malah bikin runyam.

Ajak sahabat duduk bareng, utarakan langsung perasaan kita, jangan mengada – ada, menuduh apalagi menyalahkan, dan terpenting adalah cari solusi bersama – sama. Friendship isn’t about making connection with people whose nature is siimlar to ours, it’s about respecting and supporting the difference.

 

Agar BFF nggak cuma sekedar status:

  • Hargai privasi dengan memberikan ruang buat sahabat.
  • Dengarkan dengan hati ketika ia berbicara, terutama pas lagi curhat.
  • Boys will be boys and girls will, well, grow up. Jadi maksimalkan waktumu bersamanya, terutama saat masih jadi bagian dari tim jomblo. Waktu cepat sekali berlalu!
  • Hargai mimpi-mimpinya walaupun itu kadang terdengar konyol.
  • Don’t sugarcoat!
  • Berusaha ada, terutama di saat dia butuh.
  • Laugh together, cry together.
  • Berdiskusi, bukan ngotot – ngototan apalagi pake acara ngambek – ngambekan segala.
  • Saling berbagi semangat dan energi positif.
  • Dan yang terpenting: HAVE FUN ALONG THE WAY !!

 

Written by Sitta Karina, rewritten by Nathania Clairine
Photo Source:
shutterstock
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar