EVOLUSI DIGITAL CONTENT CREATION DARI PLATFORM KE PLATFORM

September 12, 2018

EVOLUSI-DIGITAL-CONTENT-CREATION-DARI-PLATFORM-KE-PLATFORM

 Sumber gambar: photoworkout.com

 

Sejak kemunculan internet, digital content creation jadi hal yang makin lama makin berkembang. Di samping itu, profesi content creator sendiri sekarang udah nggak bisa dipandang sebelah mata karena bisa jadi sumber penghasilan yang menjanjikan, baik itu buat perorangan maupun buat kelompok (institusi, bisnis, media, dan lain-lain). Belum lagi, platform buat berkreasinya pun makin lama makin bertambah dan berkembang, bikin para content creator semakin tertantang untuk terus mengasah kreativitas mereka. Simak yuk rangkuman Gogirl! tentang evolusi content creation sejak era blogger sampe Instagram!

 

INSPIRASI TULISAN DARI PARA BLOGGER

EVOLUSI-DIGITAL-CONTENT-CREATION-DARI-PLATFORM-KE-PLATFORM

Sumber gambar: radityadika.com

Mulai 2003 hingga 2005, blog jadi wadah yang legit banget buat orang-orang kreatif yang senang berbagi alias sharing. Maju ke 2006 sampe 2009, nama-nama penulis blog makin bermunculan dan menjadi terkenal karena tulisan-tulisannya yang keren dan inspiratif. Nama mereka mulai dikenal karena tulisan-tulisan yang personal tapi asyik buat dibaca. Padahal, sebelum itu pun menjadi penulis di situs blog udah mulai dilakukan oleh content creator Indonesia. Bedanya, saat itu tulisan yang dipublikasikan kebanyakan berisi tutorial, sehingga netizen cenderung mencarinya sesuai kebutuhan.

Nah, buat yang mengikuti era blog content creator, tentu bakal kenal sama nama Raditya Dika dan Benakribo alias Benazio Putra. Raditya Dika mulai aktif terkenal lewat blog ‘Kambing Jantan’nya sejak 2003. Bahkan, saat itu dia meraih penghargaan Indonesian Blog Award. Pada 2005, kumpulan tulisan di blognya dibukukan dengan judul Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh yang kemudian jadi best seller. Sejak itu Radit semakin aktif menulis buku, merambah ke stand up comedy, masuk ke perfilman, serta aktif di YouTube dan Instagram. Begitu juga dengan Benazio yang sempet dapet penghargaan Blog remaja Terbaik 2009, membukukkan tulisannya dalam Benabook, dan aktif jadi content creator di berbagai media sosial sampe sekarang.

 

TULISAN SINGKAT DAN SEDERHANA OLEH SELEBTWIT

EVOLUSI-DIGITAL-CONTENT-CREATION-DARI-PLATFORM-KE-PLATFORM

Sumber gambar: Twitter @poconggg

Twitter berdiri pada Maret 2006 dan udah mulai digunakan sama orang Indonesia sejak Juli 2006, dan orang Indonesia pertama yang membuat akun di sana adalah seorang blogger dan fotografer Chris Prakoso (@mahadewa). Belum seperti sekarang, dulu panjang konten Twitter masih terbatas di 140 karakter per twitnya. Selain itu, dulu juga belum ada fitur thread seperti sekarang ini, jadi kalo mau bikin konten bersambung, pengguna Twitter harus terlebih dulu kasih keterangan seperti tagar angka (#1, #2, dan seterusnya) serial atau tanda bersambung (..cont). Sekumpulan twit ini dulunya terkenal dengan sebutan kultwit alias kuliah twitter. Kalau bukan kultwit pun, konten tulisan pendek superkreatif juga terkenal di Twitter. Jokes-jokes singkat yang di ujung kalimatnya berupa punchline juga dulunya dikenal terlebih dulu lewat Twitter.

Buat yang ngerasain era microblogging ini, tentu bakal kenal sama nama @Poconggg dan @shitlicious yang mulai terkenal lewat twit-twitnya sejak 2009. Para blogger seperti Raditya Dika dan Benakribo pun merambah ke dunia Twitter pada tahun yang sama. Nah, pada 2010 akun @fiksimini muncul dan menyebarkan tren menulis fiksi di Twitter. Ngomong-ngomong, dulu sih nama Arief Muhammad masih belum dikenal, karena sosok si Pocong ini sangat misterius sampe dikorek-korek identitas aslinya. Arief kemudian menerbitkan buku gara-gara twit-twitnya yang kreatif, dan sejak itulah dia mulai merambah jadi content creator di platform lainnya. Sekarang, nulis di Twitter udah bisa sampe 280 karakter dan udah bisa membuat thread, moments, dan nge-pin twit penting biar nggak tenggelam.

 

PERJALANAN PANJANG MONETISASI YOUTUBE

EVOLUSI-DIGITAL-CONTENT-CREATION-DARI-PLATFORM-KE-PLATFORM

Sumber gambar: YouTube Bayu Skak

 

YouTube sebenernya udah mulai masuk ke Indonesia sejak sekitar 2006, dan orang-orang udah mulai rame bikin konten pada 2007 hingga 2008. Tapi, saat itu para YouTuber belum memonetisasi akun mereka kayak sekarang, dan video-video yang di-upload pun tentu belum sebagus dan terkonsep seperti YouTuber-YouTuber zaman sekarang. Hingga sebelum 2010, orang yang terkenal gara-gara YouTube biasanya dilirik dulu oleh manajemen entertainment untuk kemudian bisa berkarya dengan pembayaran yang layak. Contohnya aja Gamaliel-Audrey-Cantika (GAC) yang sering upload cover lagu lalu dikontrak oleh label musik nasional, begitu pula dengan Raisa. Memasuki 2010 – 2011, dunia entertainment mulai menyoroti video-video viral dari YouTube seperti lipsync Shinta dan Jojo, tari India Briptu Norman, dan Udin Sedunia. Ketiganya kemudian jadi sering diundang siaran di stasiun televisi nasional.

Barulah sekitar 2012, YouTube udah bisa dimonetisasi di Indonesia. Orang-orang yang awalnya sekedar meng-upload karya mereka sesekali aja akhirnya mulai meng-upload karya mereka secara rutin. Sampe 2014, konten-konten orang Indonesia di YouTube mulai berkembang dan jadi semakin produktif. Pada 2014 dan 2015 adalah tahunnya para YouTuber di Indonesia, sebab jumlah penonton bener-bener meningkat pesat saat itu. Pada 2015 mulai diadakan YouTube Fanfest yang terus berlangsung tiap tahunnya sampe saat ini. Pada 2015 sampe sekarang inilah masa kejayaan para seleb YouTube dan kejayaan YouTube itu sendiri. Nggak cuma content creator digital, seleb-seleb yang sering tampil di media mainstream pun jadi bikin konten sendiri di YouTube.

 

ERA BANJIR FITUR INSTAGRAM

EVOLUSI-DIGITAL-CONTENT-CREATION-DARI-PLATFORM-KE-PLATFORM

Sumber gambar: Instagram @Indovidgram

Instagram didirikan pada 2010 dan udah mulai tenar di tanah air sejak 2011 – 2012. Waktu itu belum banyak orang yang memanfaatkan Instagram sebagai ladang bisnis dan marketing. Selain itu, fitur Instagram juga belum sekaya sekarang, bahkan konten yang bisa diupload pun cuma foto beresolusi 1:1 alias kotak. Pada 2013, Instagram menambahkan fitur video dengan durasi cuma 15 detik. Saat itu, video-video panjang yang di-upload ke Instagram harus dibuat beberapa bagian supaya orang bisa menontonnya secara lengkap. Biar begitu, ada juga konten video singkat yang emang dibuat dalam durasi 15 detik, padat tapi tetep kreatif. Kreator-kreator video kreatif kemudian membuat komunitas bernama Indovidgram (Indonesia Video Instagram) pada 2014. Barulah pada 2016 durasi video di Instagram diperpanjang jadi 1 menit, sehingga para kreator video pun jadi bisa memperpanjang durasi karya mereka. Pada tahun yang sama, Instagram melakukan rebranding dengan mengganti logo dan menambah fitur Stories yang mirip Snapchat.

Anyway, boleh dibilang Instagram merupakan platform media sosial dengan perkembangan dan penambahan fitur paling pesat dibandingkan media sosial lainnya. Artinya, peluang berkembangnya para content creator dan pelaku bisnis jadi gede banget, sebab Instagram menyediakan banyak fitur yang bisa dimanfaatkan. Misalnya aja, pada 2017 muncul fitur live-stories yang memungkinkan para kreator berbagi secara real time kepada komunitas mereka. Lalu, filter dan stiker di Stories pun jadi bertambah banyak dan semakin asyik buat dijadikan tempat berkreasi dan berinteraksi dengan komunitas sesama pengguna. Bahkan, pada 2018 kreator video bisa mengupload video berdurasi sampe 1 jam lewat fitur IGTV. Lewat IGTV, para kreator video ditantang membuat video vertikal alias ephemeral video. Nah, banyaknya fitur ini membuat Instagram sekarang banyak digunakan sebagai platform media sosial utama oleh sebagian besar penggunanya. Berdasarakn survey yang dilakukan WeAreSocial.net, pengguna aktif Instagram sedunia mencapai 1 milyar per Juni 2018. Indonesia menduduki peringkat keempat negara dengan pengguna Instagram terbanyak dengan jumlah lebihd ari 53 juta. Itulah kenapa, Instagram kini menjadi medium marketing yang sangat menjanjikan buat para penggunanya.

 

BACA JUGA:

BANGUN PERSONAL BRAND DAN CIPTAIN PELUANG LEWAT MEDIA SOSIAL

BUILD YOUR BRAND IN SOCIAL MEDIA WITH THIS STEP

 

Written by Asmi Nur Aisyah
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar