CARA DONASI VIA DIGITAL BUAT PARA MILENIAL

October 08, 2018

DONASI-VIA-DIGITAL-BUAT-PARA-MILENIAL

 

Di era serba digital seperti sekarang ini, nggak bisa dipungkiri hidup kita jadi jauh lebih mudah dalam bidang apa pun. Kemudahan ini beriringan dengan perubahan gaya hidup dan cara kita mengerjakan banyak hal, contohnya menonton, berbelanja, membeli tiket bioskop, sampai membuat janji dengan dokter di rumah sakit. Begitu juga dengan berdonasi, alias menyumbangkan sebagian harta kita buat orang lain. Di zaman sekarang ini, berdonasi bisa kita lakukan dengan cara digital cuma lewat gadget aja. Masalahnya, beberapa di antara kita mungkin masih ragu, apakah donasi yang sifatnya wajib kayak zakat fitrah dan zakat mal juga tetep bisa dilakukan dengan cara digital?

 

Nah, Gogirl! udah ngerangkum bentuk-bentuk donasi apa aja yang zaman sekarang udah banyak banget dilakukan secara digital. Simak, yuk!

 

ZAKAT FITRAH DAN MAL

DONASI-VIA-DIGITAL-BUAT-PARA-MILENIAL

Sumber gambar: baznas.go.id

Bentuk donasi yang paling diragukan hukumnya jika dilakukan secara digital adalah zakat. Zakat sendiri adalah donasi yang wajib dikeluarkan oleh umat muslim. Zakat sebenernya ada dua, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan wajib setiap tahun oleh muslim yang mampu mengeluarkannya. Mengeluarkan zakat berarti membersihkan harta yang umat muslim miliki. Dengan kata lain, kalopun umat muslim nggak sempet bersedekah dengan alasan tertentu, seenggaknya udah ada zakat yang sifatnya wajib. Sementara itu, zakat mal adalah zakat yang dikeluarkan ketika umat muslim menyimpan harta melebihi batas tertentu (nishab) dalam waktu satu tahun.

Nah, ternyata nggak sedikit umat muslim yang masih berpikir kalo pembayaran zakat itu harus disertai pelaksanaan ijab qabul yang dimaknakan sebagai transaksi tatap muka. Padahal, di era modern seperti sekarang ini, ijab qabul atau transaksi bisa dilakukan sekedar lewat pertanyaan operator dibarengi niat kita sebagai penyantun zakat. Dilansir dari Techinasia, ada empat situs online terpercaya buat bayar zakat, yaitu zakat.or.id milik Yayasan Dompet Dhaufa, Rumah Zakat, Kita Bisa, dan situs resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) itu sendiri. Bahkan, mulai tahun ini kita udah bisa bayar pake financial technology Go-Pay dengan cara scan QR-Code.

 

PATUNGAN DAN TABUNGAN RENCANA KURBAN

DONASI-VIA-DIGITAL-BUAT-PARA-MILENIAL

Sumber gambar: danamon.co.id

Kalo kita milenial muda muslim yang belum mampu membeli hewan kurban sendiri pada saat Idul Adha, patungan kurban bisa jadi pilihan. Namun perlu diingat, hukum patungan sendiri sebenernya sah kalo hewan yang dikurbankan sapi atau unta, dan jumlah orang yang patungan maksimal tujuh kepala. Sementara itu, kalo patungan dalam jumlah kecil buat beli kambing atau domba, nggak akan terhitung ibadah kurban melainkan sedekah biasa. Patungan kecil-kecilan ini diadakan oleh banyak instansi, mulai dari instansi formal sampai swasta. Organisasi remaja masjid di kampus-kampus biasanya menyediakan program patungan dengan metode pembayaran lewat transfer antarbank. Instansi swasta kayak Shopee juga menyediakan program serupa, lho. Lumayan kan buat belajar berkurban sejak dini!

 Nah, kalo sekiranya kita emang pengen berkurban atas nama pribadi, kita bisa kok ikut program tabungan berencana buat kurban. Metode pembayarannya mirip sama tabungan rencana atau investasi, yakni ditagih dari rekening setiap bulannya. Dalam rentang waktu yang ditentukan sampe tiba waktunya Idul Adha, uang kita bakal kekumpul dan nanti bisa dibelikan hewan kurban. Beberapa instansi yang menyediakan layanan tabungan berencana kurban di antaranya Maybank, Kurban Berencana, Bank Danamon, dan masih banyak lagi. Kalo mau simpel sih coba cek bank tempat kamu menabung, mungkin ada juga program tabungan berencana kurban.

 

DONASI MATERI BUAT YANG MEMBUTUHKAN

 
 
 
View this post on Instagram

KATA SIAPA K-POPPERS INDONESIA CUMA SIBUK SAMA IDOLANYA? . Banyak persepsi negatif yang sering kita dengar tentang K-Poppers. Mulai dari dianggap sibuk sama dunianya sendiri, debat belain idolanya, atau dibilang konsumtif karena sering beli tiket konser atau album boy/girlband favoritnya. . Padahal itu semua belum tentu benar. Buktinya, K-Poppers Indonesia seperti @natyashina @rendypritananda @alphisugoi @coppamagz @tiffaniafifa @geraldytan mengajak kita untuk ikut membangun hunian yang layak bagi korban gempa Lombok. Sudah dua bulan para pengungsi ini tinggal di tenda dengan kondisi yang kurang nyaman. Bahkan anak-anak kecil di pengungsian sudah mulai sakit. . Bersama K-Poppers Indonesia, yuk ikut bantu sediakan hunian layak untuk korban gempa Lombok dengan cara klik: kitabisa.com/kpoppersuntuklombok . . Kalau kamu setuju K-Poppers Indonesia gak melulu sibuk sama idolanya, tunjukin dukunganmu dengan ketik: "#KpopersBersatu" di kolom komentar! #kpopers #kpop #kpopersbersatu #kitabisa #orangbaik

A post shared by Kitabisa.com (@kitabisacom) on

Bentuk donasi digital yang informasinya paling sering menyebar adalah donasi situasional, alias yang informasinya menyebar ketika sesuatu terjadi. Kondisi situasional yang informasi pencarian donasinya banyak tersebar ialah santunan bencana, pengobatan masyarakat kurang mampu, dan renovasi rumah. Kita udah sering liat sebaran informasi dari beberapa instansi kayak Kitabisa.com, Dompet Dhuafa, Lazismu, dan Indonesia Berbagi. Kampanye mereka gampang banget kita temuin di media sosial, sehingga kita bisa langsung tahu kepada siapa kita mengirim donasi. Bahkan, tracking alias pengecekan proses donasinya pun bisa kita pantau langsung secara digital.

Nggak cuma donasi situasional, teknologi juga membuat kita serbamudah bersedekah dimana pun dan kapan pun. Selain karena lebih mudah, sedekah digital juga bisa dibilang lebih aman dan terpercaya. Soalnya, transaksinya tercatat dengan rapi dan informasi yang disampaikan instansi penyalur donasi pun bisa dibilang sangat jelas dan terinci. Selain dengan cara transfer lewat beberapa yayasan sosial, mengirim uang lewat instansi sedekah kayak Dompet Dhuafa juga bisa. Bahkan, Go-Pay juga menyediakan layanan sedekah dengan cara scan QR-Code di masjid-masjid. Beda sama sedekah konvensional, kadang kita nggak tahu dana yang kita sedekahkan mengalir ke mana. Terlebih kalo yang minta adalah orang-orang yang langsung butuh sedekah, pengemis misalnya. Kita kan tentu curiga, apakah orang yang ngemis ini bener-bener butuh uang?

 

SEDEKAH MARKETING DONASI

 
 
 
View this post on Instagram

Assalamualaikum, Hi Dauky Friends! Ikutan lelang produk Dauky #SabyanForLombok yuk! Jangan sampai ga ikutan yaa....

A post shared by Khoirunissa (@nissa_sabyan) on

Sedekah digital lain yang cukup besar manfaat dan dampaknya adalah sedekah marketing. Nggak bisa dipungkiri, sedekah marketing yang siklusnya terjadi di media sosial bener-bener jadi sumbangan besar buat alur sedekah itu sendiri. Dalam skala besar, akun-akun media sosial milik influencer dan akun gosip kayak Lambe Turah sanggup meraup banyak donatur tiap kali mereka meng-upload kebutuhan donasi atau sedekah buat korban bencana dan orang sakit yang nggak mampu. Dalam skala kecil, siapa pun bisa ikut berpartisipasi jadi agen marketing donasi, selama punya media sosial. Nah, dari sedekah marketing ini tentu bakal makin banyak orang yang mengakses informasi mengenai kebutuhan donasi tersebut. Makin banyaknya orang yang mengakses informasi, tentu bakal makin banyak pula orang yang mengirimkan donasinya.

 

BACA JUGA:

CARA-CARA DIGITAL BUAT BAHAGIAKAN ORANG TERDEKAT KITA

MENJADI TEMAN YANG SUPORTIF DI ERA DIGITAL

EVOLUSI DIGITAL CONTENT CREATION DARI PLATFORM KE PLATFORM

Written by Asmi Nur Aisyah
Photo Source:
Photo by Akshay Chauhan on Unsplash
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar