DAMPAK NEGATIF SCREEN TIME, GIMANA CARA KITA MEMBATASINYA?

July 11, 2018

DAMPAK-NEGATIF-SCREEN-TIME-GIMANA-CARA-KITA-MEMBATASINYA

 

 

Pasti pernah denger kan kalo paparan cahaya layar dari gadget dan perangkat digital lainnya punya dampak negatif buat kesehatan kita? Tapi sebenernya gimana sih tubuh kita bisa terpengaruh oleh waktu yang digunakan untuk menatap layar (screen time) dan gimana caranya kita bisa membatasinya di era digital kayak sekarang? Terutama buat kita para pekerja yang mau nggak mau harus berkegiatan di depan komputer seenggaknya delapan jam sehari. Yuk simak!

 

BAHAYA PAPARAN LAYAR UNTUK REMAJA & DEWASA

 

Dikutip dari Rally, berikut adalah dampak negatif screen time terhadap kesehatan remaja dan dewasa menurut physician dan produser film dokumenter “Screenagers” Delaney Ruston serta beberapa ahli lainnya.

 

KESEHATAN FISIK

 

Laporan lembaga riset Nielsen pada tahun 2014 menemukan bahwa orang dewasa ternyata rata-rata menatap layar selama 11 jam per hari, yang karenanya dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan yang mempengaruhi:

  • Penglihatan. Menatap layar dalam waktu yang lama dapat menyebabkan computer vision syndrome (CVS), di mana mungkin kita udah nggak asing lagi dengan beberapa gejalanya: mata terasa tegang dan kering, penglihatan kabur, serta sakit di kepala. Postur yang nggak baik ketika menggunakan komputer juga dapat menyebabkan nyeri pada leher dan bahu.
  • Kualitas tidur. Studi menunjukkan kalo ada keterkaitan yang erat di antara penggunaan komputer dan handphone (HP) terhadap gangguan tidur yang dialami seseorang. Salah satunya adalah penelitian psikolog Sara Thomee dari University of Gothenburg yang menyatakan kalo blue light atau cahaya biru yang dipancarkan oleh perangkat digital dapat menekan hormon melatonin yang bertugas membantu kita untuk tidur dan karenanya membuat tidur kita nggak nyenyak.
  • Well, kita pasti pernah denger kan kalo pemakaian gadget bisa membuat kita kecanduan? Ternyata hal ini disebabkan oleh dopamin alias the feel-good hormone yang terangsang ketika kita menggunakan gadget dan perangkat digital lainnya, di mana benda-benda ini emang rata-rata juga punya fungsi menghibur di luar fungsi-fungsi utamanya. Bahkan katanya kecanduan game dan gadget punya efek yang mirip dengan kecanduan narkoba dan judi. Efek kecanduan ini kemudian bakal membuat kita makin lama menatap layar yang pada akhirnya bakal berdampak semakin buruk terhadap kesehatan kita.
  • Berat badan dan masalah kesehatan secara keseluruhan. Tau nggak kalo dua jam aja yang kita habiskan buat menonton televisi (TV) dapat meningkatkan kemungkinan naiknya berat bandan, diabetes, serta penyakit jantung pada orang dewasa? Walaupun pemakaian komputer katanya nggak punya efek yang sama, tapi tetep aja penggunaan perangkat digital apapun dapat mengurangi waktu yang kita gunakan untuk berkegiatan aktif. Terlalu banyak duduk juga dapat meningkatkan beberapa tipe kanker dan penyakit-penyakit lainnya.

 

KESEHATAN MENTAL

 

Dalam masa-masa remaja dan praremaja, otak kita mengalami transformasi besar-besaran. Karenanya selain gangguan penglihatan, kualitas tidur, kecanduan, berat badan, dan masalah-masalah kesehatan lainnya,  remaja juga rentan banget terhadap dampak negatif screen time yang mempengaruhi fungsi otak dan kesejahteraan emosional. Berikut adalah beberapa aspek yang mungkin terpengaruhi:

  • Kemampuan belajar. Sebuah studi menunjukkan bahwa anak-anak dan dewasa muda yang menghabiskan banyak waktu untuk menonton TV dan bermain game bakal dua kali lebih mungkin menderita gangguan konsentrasi yang pastinya juga bakal mempengaruhi kemampuan mereka dalam belajar.
  • Rasa percaya diri. Well, apa pula hubungan screen time dengan rasa percaya diri seseorang? Kata Ruston, more time watching videos or other content on digital devices means less time exploring and creating our own experiences, stories, or art. Hal inilah yang pada akhirnya bakal membuat kita nggak pede dengan kemampuan diri kita sendiri.
  • Kemampuan sosial. Bener sih kalo kemanjuan teknologi dan meningkatnya kegiatan di dunia maya dapat mempermudah serta mendorong kita untuk berkomunikasi. Tapi seperti yang menjadi sorotan dalam film dokumenter “Sreenagers”, remaja juga dapat bersembunyi di balik layar untuk menghindari komunikasi yang tricky atau awkward. “Rather than challenge themselves to do that in person, they go to the screen for a diversion,” kata Ruston, yang bakal mempengaruhi kemampuan mereka dalam bersosialisasi. Kurangnya komunikasi tatap mata juga memperbesar masalah online bullying di kalangan remaja.
  • Emosi dan kepribadian. Beberapa studi telah menunjukkan dampak negatif peggunaan perangkat digital terhadap emosi dan kepribadian remaja. Misalnya aja, pada tahu 2010 lalu peneliti menemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari di depan layar TV atau komputer punya peluang lebih tinggi dalam mengalami kesulitan psikologis on a standar questionnaire. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kecaduan game dan internet dapat memperkecil bagian otak yang bertanggung jawab terhadap melakukan perencanaan, empati, kasih sayang, serta impulse control.

 

KEBIASAAN YANG BISA KITA TERAPKAN UNTUK MEMBATASI SCREEN TIME

 

Bisa dibilang mustahil lah ya bagi kita untuk nggak menggunakan perangkat digital sama sekali di zaman yang udah serba canggih kayak sekarang. Oleh sebab itu langkah paling masuk akal yang bisa kita ambil adalah membatasi  screen time dengan sebisa mungkin nggak menggunakan alat-alat elektronik tersebut kecuali kita bener-bener membutuhkannya. Kita bisa memulainya dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan sederhana berikut:

  • Bener-bener beristirahat ketika kita lagi mengambil break dari belajar atau pekerjaan, jangan malah ngecek HP buat melihat chat yang masuk atau scrolling timeline media sosial. Kita juga bisa mencoba exercise kecil-kecilan setelah duduk terlalu lama;
  • Batasi penggunaan perangkat digital untuk bersenang-senang. Cari alternatif kegiatan yang bisa kita lakukan ketika bosan, instead of nonton TV, main games, internetan, atau main HP;
  • Daripada menyibukkan diri dengan HP di jalan, coba deh buat mengganti kebiasaan ini dengan membaca buku, memperhatikan orang-orang di sekitar, atau melihat pemandangan ke luar jendela;
  • Sepakat buat nggak memegang HP atau gadget lainnya ketika lagi berkumpul dengan temen-temen atau keluarga. Well, nggak jarang kan kita tetep sibuk dengan gadget masing-masing bahkan ketika kita lagi berkumpul dengan orang lain?;
  • Charge HP di luar kamar dalam keaadan mati. Dengan gini, seenggaknya kita nggak bakal bisa menggunakannya sampe kondisi batre bener-bener penuh;
  • Berhenti menggunakan gadget sebelum tidur dan begitu bangun tidur. Misalnya aja dengan sekedar beralih dari alarm HP ke alarm analog. Dengan gini, seenggaknya HP nggak bakal lagi jadi hal pertama yang kita liat begitu membuka mata;
  • Kesannya kontradiktif sih tapi kita juga bisa membatasi screen time dengan memanfaatkan aplikasi-aplikasi kayak Freedom, Off the Grid, dsb yang emang bertujuan mengingatkan dan managing waktu yang kita gunakan untuk menggunakan HP.

 

Baca juga:

 

 

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
Photo by Steinar Engeland on Unsplash
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar