BERGAUL NGGAK NGEHARUSIN KITA KEHILANGAN JATI DIRI LHO, GIRLS

January 03, 2019

BLEND-IN-WITHOUT-LOSING-YOURSELF

 

For friendship, we tend to do anything. Padahal budaya geng sering mensyaratkan beberapa kebiasaan yang “Nggak kita banget”! Mulai dari gaya dandan, tempat hang-out sampe tingkah laku yang kalo nggak kita ikutin, pasti dianggep aneh dan nggak kompak. Apa kita harus nerima dan ngikutin begitu aja? Definitely no! Tapi bukan berarti juga kita harus “balik badan” dan menolak untuk berteman.

 

 

KEEP THE FAITH

Banyak di antara kita yang pengen banget diterima dalam lingkungan sampe berani melakukan sedikit kenakalan, kayak berbohong, bolos sekolah, dsb. Padahal kita sendiri tau bahwa itu salah! Alasannya bermacam-macam, mulai dari solidaritas antar temen, mendapatkan pengakuan dari kelompok, atau untuk nunjukkin identitas diri. Well, dalam kehidupan remaja seperti kita, pergaulan emang penting untuk pengembangan kepribadian. Tapi punya prinsip dalam bergaul, itu lebih penting! Biarpun temen atau lingkungan makin hari makin keluar jalur, kita nggak langsung ‘hanyut’ terbawa arus, because you know what’s right and stick to it. Jangan lakukan sesuatu yang berlawanan dengan kata hati.

If we don’t like it, don’t do it. Jangan sampe kehilangan diri sendiri demi pertemanan. Punya prinsip dan berani memegangnya, tapi tetep fleksibel. That’s the basic point in making true friends.

 

GET CONFIDENCE

Self esteem remaja seusia kita yang labil dan naik turun, ternyata sering merugikan diri sendiri. Padahal punya rasa percaya diri yang besar berarti kita lebih tahan terhadap berbagai tekanan karena punya cara berpikir yang kokoh. Kita lebih in control terhadap berbagai situasi dan gampang berhadapan dengan orang dari lapisan manapun. Beda lagi dengan orang yang pede-nya rendah atau selalu menilai dirinya negatif. Dia sering canggung dalam situasi-situasi yang menekan. Di saat temen se-geng merokok semua, langsung deh tergoda untuk mencoba. Makanya, selama masih positif, jangan ragu buat melakukan hal-hal yang bikin kita pede.

 

STRONG CHARACTER

Kalo kira udah punya prinsip dan kepercayaan diri yang kuat, nggak sulit kok untuk membentuk karakter yang kuat juga. FYI, orang berkarakter lemah biasanya bertindak hanya berdasarkan perasaan. Nggak tau apa yang ia inginkan, terombang-ambing dan nggak konsisten. Akibatnya, nggak seorang pun bersedia mengikutinya. Nah, yang kayak gini nih yang gampang terbawa arus. Sedangkan orang yang berkarakter kuat adalah orang yang tahu tujuan dari tindakannya. Untuk punya karakter positif, kita harus mengenali diri sendiri. Sifat apa yang harus kita latih dan apa yang harus diperbaiki.

 

SUPEL

Orang yang supel, ramah dan suka bergaul selalu disukai. Mereka biasanya diterima di lingkungan apa aja karena selalu membawa keceriaan. Orang supel tau bagaimana menghadapi orang dari berbagai lapisan, baik temen-teman yang seusia sampe yang jauh lebih tua. Pokoknya, berteman tanpa pilih-pilih! Ketika menghadapi situasi baru, walau awalnya tampak grogi, namun dia dapat segera menyesuaikan diri. Mudah beradaptasi akan mempercepat siapapun meraih simpati. Orang kayak gini yang bakal selalu menerima pujian “Nggak ada lo, nggak rame!”...

 

OPEN MINDED

Alaminya, orang akan menarik diri dari sesuatu yang sangat berlawanan dengannya. Misalnya, kita anti banget pergi clubbing dan selalu berpikir bahwa orang pergi clubbing pasti orang “nggak bener”. Jadi malas deh bertemen dengan orang kayak gitu. Takut terpengaruh lah, takut ikut terjerumus lah, takut kena cap nakal lah, dsb. Hmmm... kalo terus menilai seperti itu terhadap semua orang yang berbeda dengan kita, lama-lama jumlah temen kita bisa makin berkurang tuh. Soalnya, nggak mungkin kan kita hanya berteman dengan orang yang benar-benar sepaham sama kita? Nah, di sinilah pentingnya being open minded. Jangan menilai perbedaan sebagai sesuatu yang buruk. Remember, every coin has its own two sides. Banyak persahabatan yang awet justru karena didasari oleh perbedaan. Soalnya, bisa lebih saling mengisi dan melengkapi. Nggak salah kan berteman dengan orang yang berbeda banget dengan kita, asal dia bisa menjadi temen yang menyenangkan?

 

DON’T BE A BACKSTABBER

Jangan suka bergosip di belakang! Kalo ada yang mempercayakan kita dengan suatu rahasia, keep it to yourself. Yang namanya kepercayaan itu barang mahal lho. Sekali dilanggar, susah banget untuk meraihnya lagi. Bayangkan kalo kita nggak sengaja keceplosan ngomongin rahasia orang ke pihak lain. Bisa-bisa kita dicap mulut ember, bukan aja dari si pemberi rahasia tapi juga dari semua orang yang akhirnya tau rahasia itu. Reputasi kita sebagai pengumbar rahasia orang akhirnya tersebar luas dan bikin semua orang males berteman dengan kita. Nobody wants to be friends with backstabber...

 

DARE TO SAY NO!

Di saat temen-temen kita punya arus tertentu yang bikin kita nggak nyaman untuk melakukannya, nggak usah ragu bilang “nggak”! Misalnya menolak ajakan ngerokok. Kalo mereka emang temen yang baik, they’ll respect your strong decision. Kalo nggak, it’s their problemJelaskan kenapa dan mengapa kita kekeuh bilang “nggak”. Penjelasan kita juga harus masuk akal, cerdas, tapi nggak menampilkan kesan sok suci. Coba deh ambil pendekatan dengan cara humoris, dalam arti jelaskan dengan nada kocak sambil dibawa bercanda. Orang akan lebih gampang menerimanya dan malahan akan ikutan ketawa dengan jokes kita itu.

 

 

Written by Gracia Silaban, rewritten by Pratamanita Utami Rahayu
Photo Source:
shutterstock
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar