TANYA KE DIRI SENDIRI: SIAPKAH KITA BUAT DUNIA KERJA?

January 09, 2019

AM-I-READY-FOR-A-JOB?

 

Dunia sekolah yang kita jalani saat ini terasa menyebalkan? Tugas yang nggak ada habisnya, guru yang galak, belum lagi pelajaran atau mata kuliah yang membosankan... huh, pengen cepet-cepet lulus! Hmm, if you think school is that annoying, wait until you have a job! Kalo ada satu kata yang bisa menggambarkan dunia kerja, then it must be crazy! Gimana nggak? Dalam dunia kerja kita bakal nemuin hal-hal yang menjungkirbalikkan perasaan dan hidup kita lho.

 

 

Lets say, saat menghadapi setumpuk pekerjaan dengan deadline mepet. Kalo di sekolah atau kampus, bikin tugas yang asal jadi, palingan dapet nilai jelek, sedangkan di dunia kerja, bisa dimarahin bos abis-abisan! Makanya, sebelum memulai sebuah profesi, kita harus mempersiapkan diri biar mampu menghadapi kerasnya dunia kerja.

 

1. SIAP MENTAL

Udah pernah ada yang nonton kan, gimana perjuangan Andrea Sachs waktu bekerja sebagai asisten Miranda Priestly di “The Devil Wears Prada?” itu cuma gambaran kecilnya aja lho ya. Kenyataannya, you’ll find many more difficult situation at work. Misalnya saat harus menghadapi customer yang marah-marah, rekan kerja yang bersaing nggak sehat, atau bos galak dan susah dibikin puas. Untuk itu... apapun profesinya, mental baja alias tahan banting jadi syarat mutlak untuk masuk ke dunia kerja. Otherwise, seseorang bakal sering gonta-ganti kerjaan karena setiap “kepentok” dikit, langsung keluar. Ya, kalo pindah-pindah terus gimana bisa improve buat naik ke jabatan yang lebbih tinggi?

 

2. KUAT FISIK

Di kota-kota besar kayak Jakarta, udah mulai jarang ditemukan jam kerja nine to five teng! Karena begitu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, hampir setiap karyawan sering ketemu lembur. Mau kerja di law firm, kantor akuntan, hospital, advertising, kontraktor, stasiun TV, sama aja! Contohnya ya kita yang di kantor Gogirl! ini. Liputan di hari Sabtu atau Minggu sih udah biasa! Namanya juga kerja di bidang media. Kerja lembur bukan berarti besoknya boleh bangun siang, lho! Tetep aja harus bangun pagi dan dateng ke kantor tepat waktu. Capek? Pastinya... makanya diperlukan fisik yang kuat dan nggak gampang sakit. Makan yang bener dan mengonsumsi multivitamin itu wajib hukumnya ya!

 

3. PROFESIONAL

Profesionalisme adalah menjalani profesi dengan sebaik-baiknya. Bentuk profesionalisme karyawan secara umum adalah mentaati semua peraturan perusahaan, jarang datang terlambat, dan selalu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Tapi ada juga yang lebih spesifik untuk setiap profesi. Misalnya, seorang perawat yang profesional harus selalu ramah dan berusaha menghibur pasien, bukannya pasang muka jutek setiap ditanya-tanya terlalu banyak.

Contoh lainnya, saat mencoba buka usaha sendiri, pastikan kita nggak mencampur aduk uang usaha dengan uang pribadi. Bersikap profesional emang berat dan terkadang harus mengorbankan perasaan dan keinginan pribadi. Maka itu sebaiknya kenali dulu resiko dan tuntutan profesi yang kita pilih, karena tanpa profesionalisme, karir bisa mandek alias jalan di tempat. Nggak mau dong kita kalo harus berakhir kayak gitu?

 

4. HIGH PRESSURED

Komitmen terhadap hasil akhir merupakan salah satu prinsip kerja yang harus kita miliki. Dengan begini, kita nggak tanggung-tanggung dalam melakukan pekerjaan. Karena bisa aja... kita ngerasa udah bekerja keras, tapi hasilnya masih kurang bagus. Itu tandanya ada yang kurang efektif/efisien, atau kita harus, bekerja lebih keras lagi. Nah, tekanan untuk always do your best terkadang sangat melelahkan cause we dont always get the best. Tapi sekali lagi, emang begitulah dunia kerja.

 

AM-I-READY-FOR-A-JOB?

 

Well, okay girls sebelum kita mulai paranoid dan memutuskan untuk nggak bekerja seumur hidup... dunia kerja juga bisa memberikan kita banyak hal lho! Jangan takut untuk terjun ke sana, demi hal-hal yang ini...

 

1. SELF RECOGNITION

Unlike high school and campus life, di dunia kerja seseorang nggak lagi dinilai dari how cool she or he is. Di sini kita nggak perlu ngerasa minder kalo nggak sekeren, serame, atau secantik temen-temen. Dengan bekerja, kita bisa tetep pede karena orang-orang akan lebih mengakui keberadaan kita, terlepas dari what you look like and who you really are.

 

2. ACHIEVEMENTS

Dengan bekerja dan menghasilkan sesuatu, kita telah meraih sebuah pencapaian. Rasanya bangga banget kan kalo design logo yang kita buat dicetak besar di atas sebuah neon sign? Atau saat bahan presentasi yang kita bikin, disukai dan diterima klien. Wah... over-the-top experience deh pokoknya!

 

3. GAJIAN

Setiap usaha pasti ada hasilnya. Nggak ada yang lebih menyenangkan daripada menerima, mengirit, dan menabung gaji hasil kerja keras tiap bulannya. After a few months, cek saldo tabungan, wow... I’m rich!

 

4. NEW WORLD

Setelah kira-kira 17 tahun mengenyam pendidikan formal, dunia kerja bakal menawarkan suasana baru. Di sinilah tempat kita mengaplikasikan segala ilmu yang udah dipelajari semasa sekolah dan di kampus. Termasuk ilmu bersosialisasi dan berorganisasi. Bekerja juga membuka kesempatan untuk ketemu lebih banyak orang dan melihat hal-hal baru. Jangan heran kalo setelah bekerja nanti, kita baru sadar kalo dunia ini emang nggak selebar daun kelor.

So, jawabannya apa nih? Are you ready for a job?

 

 

Written by Ika Virginaputri, rewritten by Dahlia Puspitasari
Photo Source:
Berbagai sumber
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar