ALASAN DEEP CONVERSATION ITU PENTING BUAT KITA

July 05, 2018

 ALASAN-DEEP-CONVERSATION-ITU-PENTING-BUAT-KITA

 

Pernah nggak merasakan kesepian yang parah banget sampai-sampai kita merasa seolah nggak ada satu pun orang yang peduli sama kita? Di saat-saat seperti itu, kita lagi butuh berinteraksi sama orang lain supaya nggak merasa sendirian. Suatu kesempatan akhirnya kita punya waktu buat jalan bareng temen-temen, nonton film terbaru di bioskop dan makan bareng di resto favorit bersama. Anehnya, setelah acara bareng temen berakhir, rasa kesepian itu kembali menyerang. Kok kayaknya interaksi tadi nggak ada apa-apanya?

 

Jawabannya adalah sedalem apa interaksi kita sama orang lain. Di saat kita kesepian, kita membutuhkan interaksi mendalam dengan orang lain atau yang biasa disebut dengan deep conversation. Lebih jauh lagi, sebetulnya kita membutuhkan koneksi yang mendalam (deep connection) dengan seseorang. Bentuknya bisa jadi keluarga, sahabat, atau pacar. Menurut penelitian dari University of Arizona dan Washington University Amerika Serikat yang dipublikasikan di Jurnal Psychological Science,  mahasiswa yang sering melakukan deep conversation bersama teman-temannya jauh lebih bahagia dibandingkan mahasiswa yang lebih sering berinteraksi tapi hanya melakukan small talks.

Emangnya apa sih deep conversation itu? Kenapa melakukan deep conversation sangat penting dan bisa bikin kita merasa nggak lagi kesepian?

 

BEDAKAN DEEP CONVERSATION DAN SMALL TALK

 ALASAN DEEP CONVERSATION ITU PENTING BUAT KITA


Bertemu dan berinteraksi sama temen-temen adalah kegiatan menyenangkan. Tapi, ketika pada akhirnya interaksi dengan temen-temen ternyata nggak cukup bikin hati gundah kita membaik, kita patut mempertanyakan interaksi apa yang kita lakukan dengan mereka. Sekedar shopping, main di timezone, atau nonton film di bioskop yang sebenernya cuma kegiatan ekskapis (menghindarkan diri dari kesulitan)?

Well, sebenernya yang kita butuhkan pas lagi merasa kesepian dan diliputi perasaan negatif adalah melegakan isi pikiran kita. Caranya tentu aja dengan sharing beban pikiran kita ke orang lain. Ngobrol. Masalahnya, ngobrol seperti apa yang kita lakukan sama temen-temen pas lagi main bareng?

Ada dua jenis obrolan yang harus kita bedakan kedalamannya, yaitu small talk dan deep conversation. Small talk atau obrolan ringan adalah perbincangan yang isinya seputar permukaan kehidupan kita; series yang lagi kita tonton, playlist yang lagi sering kita dengerin sehari-hari, dosen yang susah ditemui buat bimbingan skripsi, atau tugas dan kerjaan yang nggak kelar-kelar. Selain itu, kehidupan pribadi juga sebenernya bisa jadi bahan small talks lho selama obrolannya nggak mengandung emosi. Perbincangan pribadi yang bisa jadi small talks contohnya  pacar yang ngasih surprise ulang tahun di tengah malam, mantan yang berusaha ngedeketin kita lagi, atau pilihan jurusan buat seleksi masuk perguruan tinggi.

Sementara itu, deep conversation adalah perbincangan mendalam yang memerlukan energi dan kerelaan saat kita melakukannya, serta melibatkan emosi. Nggak cuma mengobrolkan cerita pribadi kayak putus dari pacar, pekerjaan di kantor yang berat banget, atau masalah pertemanan yang bikin capek hati. Deep conversation juga melibatkan obrolan tentang passion dan impian kita, perasaan kesepian kita, rasa insecure yang menghantui kinerja kita di kampus, atau rasa bersalah yang bikin kita nggak fokus mengerjakan skripsi. Yang paling jelas terlihat, deep conversation ini melibatkan emosi, alias mentransfer emosi kita ke lawan bicara. Hasilnya, kita merasa beban pikiran kita berkurang sebagai efek dari sharing perasaan yang udah kita lakukan.

 

MANFAAT TERBIASA MELAKUKAN DEEP CONVERSATION

ALASAN DEEP CONVERSATION ITU PENTING BUAT KITA


Satu hal yang harus digarisbawahi dari deep conversation adalah ketersediaan (availability) kedua belah pihak, baik di pihak kita maupun lawan bicara. Percakapan harus terjadi dua arah, berbeda dengan sekedar ‘curhat’ yang cenderung butuh komunikasi satu arah. Mengenai pentingnya curhat, Gogirl! udah pernah bahas di artikel Kenapa Membicarakan Masalah Kita dengan Orang Lain itu Perlu.

  • Meringankan beban pikiran kita, terutama ketika kita bingung merasa nggak ada masalah apa-apa tapi tetep overthinking. Kita merasa nggak ada masalah berarti yang menimpa kita akhir-akhir ini, tapi kita heran kenapa kita merasa hampa dan insecure sama diri sendiri. Nah, bedanya sama curhat, deep conversation membantu kita mengurai perasaan hampa dan insecure Obrolan yang kita lakukan sama lawan bicara bisa seputar (1) gimana awalnya kita merasakan perasaan demikian, (2) apa sebenernya perasaan insecure dan hampa itu, serta (3) kenapa kita bisa merasa hampa dan insecure sama diri sendiri. Isi dari deep talks lebih ke mengurai secara kritis ‘sebenernya apa sih yang lagi kita rasain?’.
  • Membantu kita mendapat insight dari lawan bicara. Karena melibatkan ketersediaan kedua belah pihak, deep conversation membuat kita dan lawan bicara saling berdiskusi. Kita dan lawan bicara sama-sama sadar kalo yang dilakukan bukan sekedar curhat untuk didengarkan, melainkan bertukar isi pikiran. Kita dan lawan bicara punya reference dan experience berbeda, sehingga berbincang mendalam bisa membuat kita seolah-olah mendapat ‘pengetahuan baru’ dari dia. Dan karena deep conversation bukan perbincangan buat nyari solusi, di akhir perbincangan kita pasti jadi lebih mengenal diri sendiri.
  • Memperdalam koneksi kita dengan lawan bicara. Tanpa kita sadari, deep conversation udah menyingkap sekat keintiman (intimacy) antara kita dan lawan bicara. Kita merasa percaya dan dipercaya karena udah saling sharing soal apa yang sama-sama dirasakan. Di lain kesempatan, kita bisa memilih orang yang sama buat kembali melakukan deep conversation, sebab ada sisi diri kita yang udah diketahui lawan bicara kita itu.

 

PILIH ORANG YANG TEPAT UNTUK JADI TEMEN SHARING

ALASAN DEEP CONVERSATION ITU PENTING BUAT KITA

Salah satu kunci sukses melakukan deep conversation adalah kita harus memilih lawan bicara yang tepat buat berbincang. Meskipun sebenernya semua orang bisa kita ajak berbincang secara mendalam, tapi ada kepuasan tersendiri kalo kita berdiskusi dengan orang yang tepat. Berdiskusi sama orang yang nggak tepat cenderung memberi kita dua manfaat awal tanpa memperdalam koneksi kita dengan lawan bicara. Nah, orang yang tepat buat melakukan deep talks adalah 1) Salah satu orang terdekat kita, entah itu sahabat, pacar, atau keluarga, 2) Teman yang kita ketahui punya pola pikir yang sama dengan kita soal sesuatu yang ingin kita diskusikan, 3) Teman yang suka membaca dan mempelajari psikologi atau filsafat, sebab itu artinya mereka senang berpikir dan berdiskusi, dan 4) Teman yang punya latar belakang pengalaman yang sama dengan kita.

Well, selamat mencari orang yang tepat buat ber-deep conversation ria sama kita! Semoga perasaan dan pikiran kita diberi kelegaan sehingga kita kembali fokus dan berenergi menjalani keseharian.

 

BACA JUGA:

INGAT 5 HAL INI KETIKA RAGU MENGUNGKAPKAN ISI HATI DAN PIKIRAN!

7 CARA EFEKTIF MENGATASI PIKIRAN NEGATIF DI KEPALA KITA

MAU PUNYA MENTAL YANG KUAT? BEGINI CARANYA GIRLS!

Written by Asmi Nur Aisyah
Photo Source:
Harli Marten on Unsplash
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar