ABSEN SECARA EMOSIONAL DARI ORANG TERDEKAT ITU BOLEH, KOK

November 01, 2018

ABSEN-SECARA-EMOSIONAL-DARI-ORANG-TERDEKAT-ITU-BOLEH-KOK

 

Pernah nggak merasa nggak mau berhubungan sama orang-orang terdekat? Alesannya bisa karena temen kita lagi sering curhatin masalahnya sementara kondisi mental kita lagi lelah mendengarkan masalah orang lain. Alasan lain, kita lagi bener-bener sibuk dengan pekerjaan tertentu dan butuh konsentrasi, sebab kita mungkin bukan tipe orang yang bisa multitasking.

 

Masalahnya, absen alias mendiamkan temen deket begitu aja itu bener-bener bikin perasaan nggak enak. Kita takut dianggap nyuekin dan mengabaikan, sehingga besar kemungkinan temen deket kita itu malah makin buruk suasana hati. Akibatnya, nggak jarang kita tetep merespon curhatan atau ajakan bertemu dari temen deket kita itu, cuma hati kita nggak sepenuhnya kita berikan. Ketersediaan kita jadi sekedar formalitas dengan landasan perasaan ‘nggak enak’.

Tahu nggak sih, absen secara emosional dari orang-orang terdekat kita itu sah-sah aja, kok. Soalnya, ada kalanya kita lagi pengen memikirkan diri sendiri dan fokus dulu berdamai sama diri sendiri. Absen sejenak secara emosional itu bukan berarti kita tega sama temen kita yang lagi butuh, tapi lebih ke bentuk ketidaktegaan terhadap diri sendiri. Gogirl! punya tips yang bisa diterapkan ketika kita pengen absen secara emosional dari orang terdekat tanpa merenggangkan hubunan kita sama orang itu. Simak, ya!

 

PRINSIPNYA: JANGAN ABAIKAN TEMANMU YANG MEMBUTUHKAN

ABSEN-SECARA-EMOSIONAL-DARI-ORANG-TERDEKAT-ITU-BOLEH-KOK

Lho, tadi katanya nggak apa-apa ‘absen sejenak secara emosional’, tapi kok prinsip utamanya jangan mengabaikan mereka? Well, maksud dari mengabaikan adalah bener-bener mengabaikan. Nggak bales pesan mereka, nggak angkat telepon mereka, dan nggak ngasih kabar sama-sekali sama mereka. Tetep respon mereka, tapi ungkapkan kalo saat ini kita lagi nggak bisa sepenuhnya menaruh perhatian ke mereka. Singkatnya, kita lagi nggak bisa menerima curhatan saat itu. Katakan kita lagi sibuk apa, lagi punya masalah apa, dan lagi ada di mana. Jangan lupa minta maaf dulu, ya. Biar bagaimana pun, menjalin hubungan dekat entah itu persahabatan atau pacaran mensyaratkan komitmen buat selalu ada di sisi orang terdekat itu, bukan?

 

KATAKAN BAIK-BAIK: SAAT INI KITA LAGI NGGAK BISA NERIMA CURHATAN

ABSEN-SECARA-EMOSIONAL-DARI-ORANG-TERDEKAT-ITU-BOLEH-KOK

Setelah mengatakan kalo saat ini kita lagi nggak bisa menerima curhatan, jangan lupa beri perkiraan waktu kira-kira kapan kita bisa dihubungi kembali. Dengan begitu, kita tetep ngasih dia harapan kalo sebenernya kita bukan nggak pengen dia hubungi, tapi lebih ke butuh waktu buat menyendiri. Nanti, kalo kita udah bisa konsentrasi lagi dan udah nggak sibuk sama pikiran negatif kita sendiri, kita pasti bisa lagi dengerin curhatan orang-orang terdekat. Selain ngasih waktu perkiraan, cara lain yang bisa kita lakukan adalah membiarkan mereka mengetik terlebih dahulu isi hatinya, lalu memohon izin agar kita bisa membacanya di kemudian hari ketika suasana emosi kita udah membaik.

 

KALO NGGAK TEGA, BILANG: NGGAK YAKIN BAKAL SEPENUHNYA MENYIMAK

ABSEN-SECARA-EMOSIONAL-DARI-ORANG-TERDEKAT-ITU-BOLEH-KOK

Kalo masih nggak tega dengan cara sebelumnya, hal lain yang patut kita coba adalah, kita membiarkan mereka curhat dan mengeluarkan emosinya ke kita. Tapi, kita kasih disclaimer dulu ke mereka kalo kita lagi nggak bisa sepenuhnya menyimak curhatan. Ini berlaku baik di komunikasi teks maupun telepon, ya. Nah, dengan ngasih disclaimer duluan, itu artinya kita minta dimaklumi seandainya di tengah curhatan kita bakal lupa sama detail cerita, nggak bisa kirim balesan pesan dengan cepat, dan bahkan sama sekali nggak bisa ngasih solusi. Dengan begitu, kita ngasih pemahaman kalo bukan cuma mereka yang emosinya bisa naik turun, tapi kita juga.

 

KALO BERANI EKSTRIM: KATAKAN KALO KAMU LAGI NGGAK BISA DIGANGGU

ABSEN-SECARA-EMOSIONAL-DARI-ORANG-TERDEKAT-ITU-BOLEH-KOK

Cara terakhir ini beda sendiri, karena bukan buat diterapkan ketika kita pengen absen secara emosional dari orang terdekat yang menghubungi kita. Jauh dari itu, cara ini jadi bentuk antisipasi dari temen-temen kita yang suatu saat bakal mencari kita buat curhat, nangis di pundak kita, atau ngajak ketemu buat melepas emosi negatif. Caranya yaitu mengirim pesan atau kabar ke temen-temen kita yang isinya pernyataan kalo kita lagi nggak bisa dihubungi dalam waktu dekat. Beri penjelasan, kalo kita lagi pengen mengurai emosi negatif dalam diri kita buat memahami diri sendiri, dan kita bakal mengabari mereka kalo emosi kita udah netral kembali. Singkatnya, kita emang lagi pengen ‘menghilang’ secara emosional dari mereka sejenak, mungkin dalam waktu yang nggak bisa ditentukan. Cuma, yang perlu diinget adalah, jangan lupa kabari mereka ketika suasana hati kita membaik.

 

BACA JUGA:

5 HAL YANG NGGAK KITA SADARIN SAAT KENA ‘SILENT TREATMENT’

YANG HARUS KITA LAKUKAN SAAT KENA ‘SILENT TREATMENT’

9 BENTUK KEKERASAN EMOSIONAL YANG KADANG NGGAK KITA SADARIN

Written by Asmi Nur Aisyah
Photo Source:
Photo by Adi Constantin on Unsplash
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar