8 TANDA KITA PATUT PERTIMBANGKAN CARI PEKERJAAN LAIN

July 10, 2018

8-TANDA-KITA-PATUT-PERTIMBANGKAN-CARI-PEKERJAAN-LAIN 

 

Setelah lulus dan mendapat pekerjaan, hal yang selanjutnya dipikirkan tentu apa yang akan dilakukan selanjutnya. Apakah kita bakal settle di pekerjaan yang sekarang? Apakah kita cukup hanya menghabiskan masa kontrak dalam pekerjaan pertama ini supaya bisa mencoba pekerjaan lain? Apakah kita bermaksud kuliah di jenjang yang lebih tinggi, atau bahkan kuliah sambil bekerja? Semua pilihan itu balik lagi ke diri sendiri. Tapi, apa pun yang kita pilih nanti, kuncinya ada di pekerjaan yang kita jalani saat ini. Apakah kita bakal bertahan lama di pekerjaan yang sekarang, atau sebenernya kita patut pertimbangkan cari pekerjaan lain?

 

Well, Gogirl! merangkum ada delapan tanda kalo kita nggak cocok sama pekerjaan yang sekarang. Itu artinya, kita patut mempertimbangkan buat nggak melanjutkan kontrak kerja atau resign kalo kita udah jadi karyawan tetap. Nah, dari delapan tanda di bawah, kalo kita mengalami lebih dari dua, segeralah pikirkan pekerjaan lain apa yang cocok buat kita nantinya.

 

PENGHASILAN NGGAK SESUAI KEBUTUHAN

8-TANDA-KITA-PATUT-PERTIMBANGKAN-CARI-PEKERJAAN-LAIN

Pertimbangan pertama tentunya penghasilan. Perlu diperhatikan apakah penghasilan kita di bawah rata-rata upah yang ditentukan pemerintah? Kalau iya, coba tambahkan tunjangan yang diberikan. Kalau masih di bawah rata-rata juga, pertimbangkan lama bekerja. Mungkin perusahaan punya kebijakan berbeda untuk karyawan baru yang masih dalam tahap percobaan. Nah, coba tanya juga kemungkinan kenaikan gaji setelah melalui masa percobaan. Jika masih merasa nggak sesuai dengan kebutuhan atau underpaid, mungkin ini pertanda kita nggak harus melanjutkan masa kontrak di pekerjaan yang sekarang.

 

KEMAMPUAN KITA NGGAK TERLALU DIAKUI

8-TANDA-KITA-PATUT-PERTIMBANGKAN-CARI-PEKERJAAN-LAIN

Alasan kita perlu mempertimbangkan cari pekerjaan lain nggak harus berhubungan dengan penghasilan. Ketika kita merasa kemampuan kita nggak diakui oleh rekan-rekan kerja atau atasan, kita juga patut mempertimbangkannya. Nggak diakui di sini bisa jadi emang kita merasa pekerjaan yang kita lakukan nggak sesuai ekspektasi, kita melakukan pekerjaan yang bukan minat kita, atau kita terlalu terburu-buru menerima pekerjaan di awal. Akibatnya, kemampuan kita jadi nggak all out alias nggak dimanfaatkan secara maksimal.

 

JARANG BANGET DAPET APRESIASI

8-TANDA-KITA-PATUT-PERTIMBANGKAN-CARI-PEKERJAAN-LAIN

Kita udah berusaha mengerjakan pekerjaan secara maksimal, tapi kita merasa atasan nggak cukup mengapresiasi apa yang kita lakukan buat perusahaan. Dalam hubungan kerja, apresiasi itu perlu untuk memberi kita keyakinan apakah kita layak loyal di perusahaan sekarang. Apresiasinya bisa berupa materil maupun moril. Misalnya, kita merasa upah lembur yang kita dapat nggak sesuai dengan jumlah jam kerja tambahan yang kita lakukan. Atau, kita mengerjakan proyek lain di luar pekerjaan utama, tetapi nggak dapet bonus sama sekali. Di samping itu, apresiasi moril bisa berupa ucapan terima kasih atau evaluasi hasil pekerjaan. Ketika kita melakukan pekerjaan dengan sangat baik, sudah sewajarnya atasan mengevaluasi pekerjaan kita yang lain agar hasilnya setara dengan hasil terbaik tersebut. Dari situlah kita bisa belajar buat meningkatkan kinerja diri.

 

KREATIVITAS LEBIH TERASAH DI LUAR PEKERJAAN

8-TANDA-KITA-PATUT-PERTIMBANGKAN-CARI-PEKERJAAN-LAIN

Buat mengisi waktu luang, kita punya aktivitas di luar pekerjaan utama kita, entah itu organisasi, klub, komunitas, atau kerelawanan. Atau, kita gemar membuat vlog di YouTube dan ikut berbagai lomba. Anehnya, kita justru merasa kreativitas kita malah lebih terasah di luar pekerjaan. Padahal, waktu yang kita habiskan lebih banyak di kantor dalam satu pekan. Kalo hal ini kejadian sama kita, itu artinya pekerjaan kita yang sekarang nggak cukup membuat kita tertantang buat mengeluarkan seluruh kreativitas dan effort kita.

 

BOS YANG KURANG ‘MERANGKUL’

8-TANDA-KITA-PATUT-PERTIMBANGKAN-CARI-PEKERJAAN-LAIN

Sebagai atasan, bos atau pemilik perusahaan adalah pihak yang berpengaruh besar terhadap motivasi bekerja kita di kantor. Kita harus paham kalo kita nggak cuma bekerja untuk diri sendiri, tapi juga untuk kemajuan perusahaan yang dimiliki oleh pemiliknya. Sudah sepatutnya kita merasa dirangkul buat berkontribusi terhadap kemajuan perusahaan, sehingga kita pun jadi punya kebanggaan tersendiri. Tapi, kalo yang kita rasakan justru sekedar berkontribusi terhadap kesuksesan sang pemilik perusahaan karena merasa nggak ‘terangkul’, mungkin perlu dipertimbangkan apakah kita akan jadi karyawan yang loyal atau nggak. Anyway, sebenernya kasus ini lebih relate kalo kita kerja di small company dengan jumlah karyawan yang nggak terlalu banyak, contohnya perusahaan start up yang baru dirintis.

 

PERUBAHAN SISTEM YANG TERLALU SERING

8-TANDA-KITA-PATUT-PERTIMBANGKAN-CARI-PEKERJAAN-LAIN

Perubahan sistem kerja wajar terjadi di perusahaan, apalagi kalo kita bekerja di perusahaan yang baru dirintis atau perusahaan dengan skala kecil. Sebagai pekerja profesional kita juga dituntut buat cepat berdaptasi dalam bekerja, termasuk dalam perubahan sistem di pekerjaan kita. Tapi, kalo kita merasa perubahannya terlalu sering, kita patut mempertanyakan ada apa sebenernya dengan tempat kerja kita yang sekarang. Perubahan sistem yang terlalu sering menandakan kalo sistem-sistem yang udah dicoba di waktu sebelumnya nggak ada yang bekerja dengan baik. Kalo kita merasa oke dengan itu, tandanya kita siap sewaktu-waktu mengubah ritme kerja kita sendiri. Tapi kalo ternyata seringnya perubahan sistem malah membuat kita sulit belajar banyak karena harus selalu menyesuakan diri, mungkin udah saatnya kita pertimbangkan cari pekerjaan lain.

 

LUPA KAPAN TERAKHIR EXCITED SOAL KERJAAN

8-TANDA-KITA-PATUT-PERTIMBANGKAN-CARI-PEKERJAAN-LAIN

Kita masih inget banget betapa excited-nya kita pas pertama kali ditelepon perekrut dan mendapat kabar kalo kita diterima kerja. Kita juga makin excited pas pertama kali masuk kantor dan jadi karyawan baru, kenalan sama karyawan lain, dan mengerjakan pekerjaan baru. Tapi, setelah menjalani beberapa bulan, kok kita lupa gimana rasanya excited sama pekerjaan di perusahaan yang sekarang. Rasanya kita udah nggak pernah lagi antusias tiap mendapat pekerjaan, malah lebih sering ngeluhnya. Kepuasan pribadi pun jarang kita dapatkan, karena kita cenderung hanya ‘bekerja’ buat mencari uang. Kalo kita merasakan ini, mungkin kita sebenernya nggak cocok sama pekerjaan yang sekarang. Melakukan hal yang nggak bikin kita puas saat menyelesaikannya setiap hari, bukannya itu nyiksa banget?

 

KEMUNGKINAN KENAIKAN KARIR SANGAT MINIM

8-TANDA-KITA-PATUT-PERTIMBANGKAN-CARI-PEKERJAAN-LAIN

Pada awalnya kenaikan karir nggak pernah jadi concern kita selama bekerja di perusahaan ini. Tapi, kalo kita merasa nyaman dan menganggap kalo pekerjaan sekarang cocok banget, kita mungkin kepikiran buat bertahan lama di perusahaan yang sekarang. Kalo kita niat bertahan lama, coba deh liat peluang kenaikan karir. Setelah di posisi ini, coba cari tahu posisi apa yang bisa kita tempati dan kira-kira berapa lama waktu mencapainya. Kalo kita oke dengan lama waktu tunggu rata-rata tersebut, nggak perlulah kita mencari pekerjaan lain. Semua karir dalam pekerjaan nggak ada yang menanjak secara instan, bukan? Tapi kalo ternyata setelah riset sana-sini lama kenaikan karir di tempat kerja kita terhitung sangat lambat, barulah pertimbangkan cari pekerjaan lain. Selain itu, pertimbangkan juga sejauh apa posisi yang bisa kita tempuh di pekerjaan yang sekarang. Kalo ternyata kita hanya bisa mentok di satu posisi di atas posisi yang sekarang, mungkin kita perlu pertimbangkan cari pekerjaan lain dengan jenjang karir yang lebih panjang.

 

BACA JUGA:

ALASAN KITA NGGAK BOLEH ASAL PILIH FIRST JOB

SEMUA YANG WAJIB KITA TAHU SEBELUM NERIMA PEKERJAAN PERTAMA

MEMPELAJARI SYARAT PENGALAMAN KERJA DARI SINDIRAN DEO MICHAEL

Written by Asmi Nur Aisyah
Photo Source:
Shutterstock, kelliesconsignments.com, gifimgs.com, giphy.com
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar