7 SCIENTIFIC WAYS TO BE HAPPY. PICK ONE FOR YOUR OWN HAPPINESS!

December 31, 2018

7-SCIENTIFIC-WAYS-TO-BE-HAPPY

 

Most people are wired with the notion bahwa kita harus sukses terlebih dahulu baru bisa senang. Menurut sains, it’s actually the other way around. Happy people tend to achieve more in life. And this is as legitimate as it gets, karena dibuktikan oleh tiga psychologists, Lyubomirsky S, King L, Diener E, US National Library of Medicine, National Institute of Health. It’s time to flip your perspective on happiness girls!

 

 

1. MAKE GRATITUDE A HABIT

 

7-SCIENTIFIC-WAYS-TO-BE-HAPPY

 

Menurut studi yang dilakukan Emmons RA dan McCullough ME dalam Journal of Personality and Social Psychology, practicing gratitute atau acknowledging hal-hal baik yang kita punya atau yang kita lalui, dapat meningkatkan rasa optimisme pada level emosi kita secara keseluruhan. Making gratitude as a habit dapat dilakukan melalui hal-hal sesederhana mengatakan terimakasih kepada orang-orang yang telah membantu kita.

 

2. LEND SOMEONE A HELPING HAND

 

Saat peneliti dari Harvard memberikan sejumlah uang kepada subjek penelitian mereka, beberapa membelikan barang untuk diri mereka sendiri, sementara beberapa orang lainnya memilih untuk membelikan barang untuk orang lain. Mereka yang membelikan barang untuk orang lain mengalami peningkatan happiness level secara signifikan dibandingkan dengan mereka yang tidak. Nggak cuma itu, menurut studi yang dilakuin  oleh Stephan Meier dan Alois Stutzer di Zurich, orang-orang yang melakukan pekerjaan volunteering (dengan sukarela untuk membantu orang lain) reportedly have higher life satisfaction.

 

3. EXPELLING NEGATIVITY THROUGH WRITING

When you feel like negativity is controlling your life, dan rasanya impossible banget for you to get over it, ada cara instan untuk get rid of it. And guess what - it’s by physically getting rid of it, dengan menulis di secarik kertas dan buang jauh-jauh. Ini dibuktikan oleh studi yang di-publish oleh Sage Journals. Beberapa subjek penelitian memilih untuk literally burn that paper down to ashes. Afterwards, it is recommended to communicate your feelings dengan orang terdekat.

 

4. PRACTICE MEDITATION

 

Mungkin kita sering banget denger suggestion untuk coba meditasi di kala ngalamin stres. Tapi apa sih sebenernya benefit dari meditasi itu? Bedasarkan temuan dari Massachusetts General Hospital, setelah subjek mereka yang telah melalui 8 minggu treatment dengan meditasi, ada perkembangan pada bagian otak yang berhubungan dengan compassion and self-awareness. Dalam penelitian tersebut bagian otak yang berasosiasi dengan stres justru mengecil, sehingga seseorang lebih bisa mengembangkan kreativitasnya lebih baik lagi. 

 

5. HAVE A RESTFUL SLEEP

 

Pulling an all-nighter, alias nggak tidur sama sekali karena kesibukan “yang memaksa” sangat sangat nggak direkomendasikan dalam kondisi apa pun. Karena berdasarkan riset yang dilakuin oleh Harvard Med School, kurang tidur dapat menyebabkan masalah-masalah yang berhubungan dengan tingkat kesehatan fisik dan mental. Kurang tidur dapat menyebakan performa akademis dan pekerjaan kita menurun, juga ngerusak mood yang kita punya dalam beraktivitas seharian.

 

6. SPEND TIME UNDER THE SUN

 

7-SCIENTIFIC-WAYS-TO-BE-HAPPY

 

Cahaya matahari merupakan vitamin D booster, walaupun terkenal akan kegunaannya sebagai bahan penguat tulang, sebenernya fungsi matahari nggak hanya itu. Ternyata kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kita ngalamin depresi lho! Dan depresi nggak boleh dianggap remeh. Menurut American Psychiatrist Association, depression is considered a serious medical illness, and decrease the ablity for someone to function normally. Tapi nggak usah khawatir kalo kita termasuk tipe orang indoor, karena cukup dengan ngabisin 20 menit bearaktivitas di luar juga udah cukup banget kok!

 

7. EXERCISE MORE

 

Bagi kita yang suka mager olah raga di luar rumah, pikir-pikir lagi deh! Berdasarkan studi yang dipublikasi dalam buku The Happiness Advantage oleh Shawn Anchor, a.k.a American Happiness Researcher, olahraga itu tiga kali lebih efektif dalam mengatasi depresi dibandingkan dengan mengonsumsi obat-obatan. Terbukti saat hanya 9% dari subjek penelitian relapse, atau kembali lagi ngerasa depresi setelah berhenti rutin olahraga. Itulah mengapa olahraga itu direkomendasiin banget dilakuin secara rutin.

 

 

Written by Vida Zinia PH (Gogirl! Apprentice)
Photo Source:
huffingtonpost.com, fthmb.tqn.com, gainesvillescene.com, 7-themes.com, lifeofafighter.com, cdn.skim.gs, madison365.com
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar