6 TANDA KITA MULAI MENJADI PRIBADI YANG LEBIH DEWASA!

September 14, 2018

6-TANDA-KITA-MULAI-MENJADI-PRIBADI-YANG-LEBIH-DEWASA

 

Bertambahnya usia kita merupakan suatu hal yang pasti. Tapi untuk menjadi pribadi yang dewasa merupakan pilihan, dan nggak semua orang bisa bersikap dewasa. Ada mereka yang usianya masih terbilang muda, tapi sudah bisa berpikir dewasa. Tapi banyak juga dari kita yang sudah memasuki usia dewasa, tapi kelakuan dan pemikirannya masih seperti remaja yang mencari jati diri. Patokan memiliki sikap dewasa sendiri pun terkadang masih rancu dan membinggungkan kita. Nah untuk menilai apakah diri kita ini sudah menjadi pribadi yang lebih dewasa atau belum, kita bisa menilainya dengan melihat 6 tanda berikut ini. Jika kita memiliki 6 sikap ini, maka kita sudah bisa nih disebut seseorang yang berpikir dan bersikap secara dewasa.

 

1. IT’S OKAY TO BROKEN HEART

Siapa sih yang nggak pernah merasakan patah hati? Rasanya hampir setiap orang pernah ada di posisi yang kita alami. Bahkan banyak kok yang merasakannya hingga berkali-kali. Nah, dalam proses ini juga pribadi kita diam-diam dilatih dan diukur, apakah kita sudah menjadi seorang dengan pribadi yang dewasa atau belum.

Sedih saat menghadapi sakit hati boleh-boleh aja sih. Toh sedih hal yang wajar alias manusiawi banget. Menangani kesedihan pun setiap orang memiliki caranya masing-masing. Nah kalo kita mampu menangani kesedihan dengan tak berujung putus asa dan drama berlebih, serta mampu melihat sisi positif dari patah hati. Selamat, dengan begitu kita sudah belajar untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa, karena kita sudah mulai mengerti bahwa putus asa tak akan menghasilkan apa-apa, selain kerugian untuk diri sendiri, dan kita sudah belajar untuk mengikhlaskan sesuatu serta bersikap lebih sabar.

 

2. NGGAK MUDAH TERPROVOKASI

Hidup di era digital memang memudahkan kita untuk mendapatkan segala macam informasi. Bahkan peristiwa terkini pun bisa dalam hitungan detik atau saat itu juga kita ketahui. Tapi karena banyaknya informasi yang update dengan sangat mudah dan cepat, tentunya kita harus menyikapinya dengan lebih baik. Kita dituntut untuk bisa lebih cerdas sebagai pengguna media sosial, yang berarti kita tak bisa langsung percaya dengan semua informasi dan broadcast yang disebar, baik oleh teman kita ataupun orang lain.

Apalagi saat kita ingin ikut menyebarkannya ke pihak lain. Kita perlu mencari tahu kebenarannya pada sumber yang memang terpercaya terlebih dahulu nih, agar kita tidak turut menjadi penyebar hoax. Selain itu jika ada ribut-ribut di sosial media, kita pun sebaiknya bersikap netral saja, terutama jika kita tidak mengerti pokok permasalahanya dengan baik. Nah, ketika kita sudah bisa menjadi pengguna informasi yang bijak, di situlah kita bisa dibilang naik level menjadi salah satu orang yang berpikir dan berkepribadian dewasa.

 

3. BERANI MENGAKUI KESALAHAN

Dewasa itu saat kita sudah berani mennggakui kesalahan kita tanpa ragu. Kita juga nggak mencari alasan dan menuduh orang lain atas kesalah kita. Soalnya, jika kita terus tidak mau meminta maaf dan menjadikan orang lain sebagai korban dari kesalahan kita, tentunya banyak orang akan mencap kita memiliki sifat yang kekanak-kanakan.

Jadi kita bisa dibilang pribadi yang dewasa, saat kita berani dengan besar hati meminta maaf, juga tidak mencari alasan lain atas kesalahan kita. Memang sih minta maaf itu sulit, tapi jika kita mau menjadi seorang yang lebih dewasa, rintangan inilah yang harus kita lewati.

 

4. TIDAK LAGI MEMPERTANYAKAN DAN MERATAPI NASIB

Bila kita terus bertanya ke diri sendiri tentang masalah yang kita hadapi, serta selalu mengeluhkan sesuatu yang tak menyenangkan. Itu tandanya kita belum siap untuk menjadi sosok yang dewasa. Sebab jika kita sudah dewasa, kita tentunya mengerti bahwa yang mengalami kesulitan itu bukan cuma kita di hidup ini. Di luar sana, masih banyak tentunya orang lain yang menghadapi masalah yang lebih besar daripada kita. Jadi stop mengeluh jika kita ingin membentuk diri menjadi sebuah pribadi yang dewasa.

Lagipula mengeluh tidak akan mengurangi masalah kita kok. Beberapa orang mungkin menanggapi dengan rasa prihatin. Tapi mana pernah kita tau, kalo ada sebagian yang justru menganggap kita kurang dewasa karena hanya bisa mengeluh dan mengeluh saja. Jadi lebih baik hadapi masalah yang ada, dan stop untuk meratapi nasib kita

 

5. LEBIH BERANI MENGUTARAKAN ISI HATI DAN PIKIRAN

Dalam hidup, tentunya ada kala kita memiliki pemikiran dan cara pandang yang berbeda dengan orang lain. Terkadang, untuk mengutarakan uneg-uneg dan ide, kita kerap kali masih takut nih. Beragam alasan dari mulai tidak yakin dengan pikiran dan perasaan kita, sampai karena takut dicap galak menjadi penghalang utama kita berbicara secara jujur.

Tapi sesungguhnya ketika kita berani mengutarakan ketidaksukaan dan pikiran berbeda kita di depan orang lain, itu membuktikan bahwa kita dewasa dalam urusan bersosialisai lho. Toh selama penyampaian uneg-uneg kita ini masih dengan cara yang baik dan sopan, rasanya tak perlu dianggap berlebihan. ‘Kan masih lebih baik blak-blakan daripada cuma bisa ngedumel atau ngomong di belakang. Sebabnya memendam sesuatu pun tak akan mengubah apapun kan. Dan berani bicara, merupakan satu langkah yang tentunya akan diambil seseorang dengan kepribadian yang dewasa dalam mengahadapi perbedaan perasaan dan pola pikir.

 

6. TINGGINYA SIKAP SERTA RASA TOLERANSI

Selain berbeda pola pikir dan cara pandang, tentunya ada perbedaan lain yang kita temukan di kehidupan bermasyarakat. Sebut saja perbedaan suku, ras, agama dan bahasa. Menghadapi perbedaan tersebut memang nggak mudah sih, tapi jika kita berhasil menerima perbedaan tersebut dengan rasa dan sikap toleransi antar sesama, tentunya lingkungan sekitar juga akan menghargai pribadi kita dan menilai bahwa kita adalah seseorang yang berpikir juga bersikap dengan sangat dewasa.

Jadi sebenarnya keberagaman di Indonesia juga bukan suatu masalah besar, juga bukan hal yang menakutkan kok. Tapi coba jadikanlah keberagaman kita ini sebagai salah satu ujian yang harus kita lewati dalam proses pendewasaan diri.

 

You also want to read:

PUTUS CINTA MENGAJARKAN KITA AKAN 6 HAL INI

YUK LEBIH BIJAK MENANGGAPI KOMENTAR NEGATIF DI DUNIA MAYA

SUSAH NGUBAH KEBIASAAN? MUNGKIN 5 ALESAN INI PENYEBABNYA

Written by Caroline Cahyani Gunawan
Photo Source:
Unsplash
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar