5 TIPE ORANG YANG HARUS ADA DALAM SUPPORT SYSTEM KITA

October 10, 2018

5-TIPE-ORANG-YANG-HARUS-ADA-DALAM-SUPPORT-SYSTEM-KITA

 

Support system adalah sekumpulan orang yang senantiasa memberikan dukungan praktis maupun emosional buat kita. Mereka bisa jadi adalah orangtua, anggota keluarga, pasangan, sahabat, dan orang-orang terdekat lainnya yang bener-bener peduli dengan kita dan karenanya selalu ada buat kita ketika kita membutuhkan. Mereka bakal mendorong kita buat terus melangkah ke depan, memberikan bantuan ketika kita merasa kewalahan/terbebani, menawarkan feedback yang positif dan kritik yang konstruktif, serta meningkatkan rasa percaya diri, self-esteem, dan self-worth kita dengan kehadirannya dan kata-kata yang disampaikannya. That’s why a personal support system can be beneficial for our mental health and overall quality of life dan karenanya penting banget bagi kita buat memilikinya dalam hidup.

 

Berdasarkan teori psikologi, social support alias dukungan sosial biasanya dikategorisasikan menjadi empat jenis perliaku berikut:

  • Emotional Support. Melibatkan dukungan emosional yang diberikan baik secara fisik (contoh: memberikan pelukan atau tepukan di punggung) maupun non-fisik (contoh: mendengarkan dan berempati). Misalnya aja gimana sahabat-sahabat terdekat selalu siap mendengarkan curahan hati kita soal masalah yang sedang kita hadapi dan berusaha menghibur kita biar merasa lebih baik.
  • Esteem Support. Melibatkan dorongan yang diberikan untuk meningkatkan rasa percaya diri kita. Misalnya aja gimana orangtua selalu bilang kalo mereka yakin dengan kemampuan kita, mengingatkan kita soal kelebihan yang kita punya, dsb yang membuat kita lebih percaya juga dengan kekuatan diri kita sendiri.
  • Informational Support. Melibatkan pemberian informasi atau saran yang dapat membantu kita mengambil langkah selanjutnya dalam hidup. Misalnya aja gimana senior kita di kampus yang udah terlebih dahulu memasuki dunia kerja memberikan nasihat soal apa aja yang harus kita persiapkan sebelum memulai karier di industri yang sama dengan dia.
  • Network Support. Melibatkan komunikasi yang menegaskan sense of belonging kita dalam suatu kelompok. Misalnya aja gimana keterlibatan kita dalam himpunan mahasiswa jurusan membuat kita merasa seperti punya keluarga baru atau keterlibatan kita dalam komunitas pecinta alam membuat kita seneng karena para anggotanya punya hobi yang sama dengan kita.

PS: Ada juga tangible support yang melibatkan dukungan nyata dari seseorang yang rela bertanggung jawab buat kita. Misalnya aja gimana orangtua atau pihak lain yang bertindak sebagai pengasuh menyediakan tempat bagi kita buat tinggal, memberi kita makan, membesarkan kita, membiayai pendidikan kita, dsb.

Nah, dari penjabaran di atas kita bisa liat kan apa aja kebutuhan kita sebagai seorang manusia? Untuk dapat memenuhinya, setelah membaca berbagai referensi Gogirl! akhirnya menyimpulkan kalo kita seenggaknya butuh lima jenis orang ini dalam support system kita (di luar orangtua/pengasuh yang memberikan kita tangible support), di mana peran-peran berikut bisa aja diemban oleh satu atau dua orang terdekat ataupun beberapa orang berbeda:

 

5-TIPE-ORANG-YANG-HARUS-ADA-DALAM-SUPPORT-SYSTEM-KITA

 

1. THE LISTENER

Tipe pendengar adalah orang yang pertama kali kita cari ketika sesuatu terjadi pada kita, ketika kita merasa harus mengeluarkan unek-unek dan luapan emosi yang udah nggak bisa kita pendam sendiri, atau sekedar membutuhkan bahu untuk menangis dan bersandar. Dia adalah pribadi sabar yang senantiasa menyediakan telinganya untuk mendengarkan curahan hati kita tanpa judgement, di mana di depan mereka kita nggak takut buat mengekspresikan perasaan dan diri kita yang sesungguhnya. Well, pasti kita pernah merasa sekedar ingin didengarkan dan dihibur tanpa interupsi saran maupun penghakiman? Pada saat-saat kayak ginilah kita membutuhkan the listener. It’s not healthy to keep things bottled up, so it's refreshing to have that one person in your life who will listen to your every word.

 

2. THE SUPPORTER

Seperti namanya, the supporter adalah tipe orang yang senantiasa mendukung kita apapun yang kita lakukan – tentunya dengan catatan apa yang kita perbuat tersebut adalah sesuatu yang baik ya. Ketika kita nggak yakin dengan kemampuan diri kita sendiri, dialah yang bakal meyakinkan kita kalo kita sebenernya bisa. Dia jugalah yang bakal selalu menyemangati kita buat terus maju dan nggak menyerah. He/she’s our own personal cheerleader, di mana dengan semangat darinya kita pun bakal merasa lebih bersemangat juga dan lebih percaya diri dalam menghadapi apapun yang ada di depan kita.

 

3. THE REALIST

Orang-orang terdekat yang sekedar mendengarkan, menyemangati, dan berpihak kepada kita apapun yang terjadi tentunya nggak bakal membantu kita buat berkembang. Makanya selain the listener dan the supporter, kita juga butuh the realist alias si realistis yang bakal menyadarkan kita dari kesalahan, kekurangan, kesombongan, dan angan-angan kita. Dialah yang bakal mengkritik kita ketika berbuat salah dan dengan jujur memberi tau apa kekurangan kita ketika kita membutuhkan saran. He/she’s also the one who will bring us back to earth ketika kita membuat goal yang bisa dibilang mustahil buat dicapai – bukan dalam artian mematahkan semangat kita ya, hanya aja sekedar mengingatkan kita buat lebih realistis. Kata-kata the realist mungkin bakal menyakiti kita sesekali, tapi kita tau kalo maksud dia baik dan cuma dengan disadarkan oleh dialah kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

 

4. THE MENTOR

The mentor adalah dia yang bakal memberikan kita life-changing advice, seseorang yang bijak dengan pengalaman yang nggak kita punya dan karenanya kita bisa belajar darinya. Mentor di sini bisa jadi adalah orangtua, kakak, senior, atasan, temen, atau siapapun yang udah pernah berada di posisi kita sebelumnya dan karenanya bisa mengarahkan kita dan membantu kita dalam mencapai hal yang ingin kita capai – baik ketika kita bicara soal hidup, karier, atau apapun. Misalnya aja ketika kita mau memulai suatu bisnis, ada baiknya bagi kita buat puya temen ngobrol yang udah terlebih dahulu sukses merintis bisnisnya. Atau ketika kita sedang bingung mencari jati diri, kita harus punya temen diskusi yang udah terlebih dahulu melewatinya dan lebih bijaksana dari kita, sehingga dia bisa memberikan kita advice dan membimbing kita kehilangan arah.

 

5. THE PARTNER IN CRIME

Last but not least, we also need partner in crime! Atau lebih tepatnya a group of like minded people, yaitu orang-orang yang punya pemikiran, tujuan, nilai-nilai, dan ambisi yang sama dengan kita. Kita dan mereka punya minat dan dasar-dasar nilai yang sama dan karenanya bisa saling memahami dan mendukung satu sama lain. This group understands where you are in your journey because they too are on their own journey. Mereka bakal membuat kita tetap bersemangat dan memotivasi kita buat terus maju ke depan, karena kita merasa punya rekan yang satu tujuan dengan kita. Misalnya aja, temen-temen yang suka menjalankan project bareng kita buat yang tertarik dengan dunia kreatif, di mana bersama mereka kita terpacu buat melakukan sesuatu yang produktif. Atau se-simple temen-temen yang punya ketertarikan yang sama terhadap budaya Korea Selatan, sehingga kita punya temen ngobrol dan motivasi buat mempelajari bahasanya bareng-bareng.

 

Baca juga:

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
Unsplash
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar