5 TANDA LDR KITA DAN PACAR NGGAK PATUT DIPERTAHANKAN

July 06, 2018

5-TANDA-LDR-KITA-DAN-PACAR-NGGAK-PATUT-DIPERTAHANKAN

Sebelumnya Gogirl! udah sering banget membahas soal tips buat kita yang bakal atau lagi menjalani long distance relationship (LDR). But sometimes, it just didn’t work out. LDR emang nggak mudah buat dijalani dan nggak apa-apa kok kalo pada akhirnya kita memutuskan buat nggak mempertahankannya. Terutama kalo kita mulai menyadari lima tanda ini dalam hubungan kita dan pacar.

 

 

1. NGGAK ADA USAHA BUAT BERKOMUNIKASI

 

5-TANDA-LDR-KITA-DAN-PACAR-NGGAK-PATUT-DIPERTAHANKAN

 

Semua pasti setuju kalo salah satu kunci utama LDR adalah komunikasi. Emang sih seperti yang pernah Gogirl! bahas di artikel “TIPS SUPAYA LDR KITA SELALU LANCAR NGGAK BERMASALAH”, komunikasi berlebih terkadang malah membuat kita bosen atau bahkan risih karena merasa diposesifin. Tapi saling memberikan kabar secara rutih tuh tetep wajib lho hukumnya. Walaupun kita harus bisa saling memahami kesibukan satu sama lain, nggak memberikan kabar sama sekali bisa dibilang egois nggak sih? Karena pihak yang nggak diberikan kabar pasti bakal terus-terusan merasa khawatir. Kalo kata relationship coach Vince Brantley seperti dikutip dari Bustle, “Communication must be both consistent and equally initiated”. Jadi di saat pacar udah mulai hilang dan muncul seenaknya tanpa menunjukkan usaha sama sekali buat menjaga kontak di antara kita, bahkan setelah kita mengeluhkannya, kayaknya dia emang udah nggak niat buat mempertahankan hubungan ini deh. Terus buat apa kita berusaha mempertahankannya sendirian?

 

2. NGGAK ADA LAGI KEPERCAYAAN DI ANTARA KITA

 

5-TANDA-LDR-KITA-DAN-PACAR-NGGAK-PATUT-DIPERTAHANKAN

 

Well, sebenernya hubungan apapun harus didasari oleh rasa percaya sih, tapi faktor ini jadi makin penting ketika kita dan pacar terpisah oleh jarak. Bisa dibilang LDR mustahil dijalani tanpa rasa percaya antara kedua belah pihak, karena besar kemungkinan kita bakal terus-terusan merasa curiga dan insecure ketika membayangkan apa yang dilakukan oleh satu sama lain ketika kita lagi nggak bersama. Seperti yang sebelumnya pernah Gogirl! bahas di artikel “9 HAL YANG MESTI DISIAPIN SEBELUM MUTUSIN BUAT LDR”, salah satu hal yang harus kita persiapkan sebelum menjalani LDR adalah siap buat nggak baperan. Kalo kita nggak bisa melakukannya, atau pacar kita yang nggak bisa melakukannya dan karenanya terus-terusan bertanya “Cowok yang ada di Instagram Story kamu itu siapa? Kalian sering jalan bareng ya selama aku nggak ada? Kamu selingkuh ya?”, berarti mungkin kita emang nggak cocok buat LDR. Daripada kedepannya kita atau dia terus dibayang-bayangi oleh perasaan cemas, mending akhiri aja di sini.

 

3. NGGAK ADA KESEPAKATAN SOAL KOMITMEN

 

5-TANDA-LDR-KITA-DAN-PACAR-NGGAK-PATUT-DIPERTAHANKAN

 

LDR bakal susah banget dijalani tanpa komitmen. Makanya sejak awal baiknya pastikan dulu kalo kita dan pacar emang punya visi yang sama. Coba deh diskusikan, apakah kita berdua bener-bener serius dengan hubungan ini dan karenanya rela berjuang buat mempertahankannya walaupun artinya kita harus keluar effort lebih? Lebih pentingnya lagi, apakah kita siap berkomitmen buat saling setia alias berjanji buat nggak tergoda dengan cowok atau cewek lain apapun alesannya? Karena suka nggak suka, LDR pasti bakal membuat kita merasa kesepian pada saat-saat tertentu dan alesan inilah yang seringkali mendorong kita buat berpaling ke orang lain. Kalo salah satu aja di antara kita ternyata nggak berani buat berkomitmen, coba pertimbangkan lagi deh apakah hubungan ini worth it buat dipertahankan. Karena berarti keseriusan kita atau pacar masih dipertanyakan kan? Apa lagi kalo pacar udah terbukti pernah mengkhianati kita. Duh, mendingan segera tinggalin aja deh. 

 

4. NGGAK ADA USAHA BUAT BISA KETEMU

 

5-TANDA-LDR-KITA-DAN-PACAR-NGGAK-PATUT-DIPERTAHANKAN

 

Mau sesering apapun kita ngobrol lewat telepon atau videocall, setuju kan kalo tetep nggak ada yang bisa ngalahin rasanya melepas kangen dengan ketemu langsung? Selama masih bisa diusahakan, penting banget bagi kita buat sesekali menyempatkan diri bertatap muka. Karena seperti dikutip dari Huffington Post, salah satu tips yang bisa membuat LDR works adalah membuat jadwal rutin untuk bertemu. Misalnya aja ketika kita dan pacar cuma terpisah antara Jakarta dan Bandung, bisalah kita menyempatkan diri buat ketemu langsung seenggaknya sebulan sekali. Atau kalo jaraknya lebih jauh lagi, misalnya pacar kita kuliah di luar negeri, pastikan kalo kita bisa bertemu setiap enam bulan sekali atau setahun sekali ketika dia balik ke Indonesia. Karena logikanya kalo kita saling sayang, harusnya kita kangen dan nggak sabar buat segera ketemu dong, ya nggak? Jadi kalo pacar udah mulai keliatan nggak ada usaha buat bisa bertemu dengan kita, padahal dia punya waktu, ongkos, dan kesempatan buat melakukannya, patut dipertanyakan tuh perasaan dan keseriusannya. Selain itu, LDR juga harus jelas jangka waktunya – because eventually we all need to settle down. Nggak tau sampe kapan kita harus LDR sama dengan mempertaruhkan nasib kita sendiri. Jadi kalo kita dan pacar sama-sama nggak punya rencana kedepannya, baiknya segera akhiri aja deh hubungan yang nggak jelas mau dibawa ke mana ini.

 

5. HUBUNGAN INI CUMA JADI BEBAN BUAT KITA

 

5-TANDA-LDR-KITA-DAN-PACAR-NGGAK-PATUT-DIPERTAHANKAN

 

Last but not least, kalo LDR ini cuma berakhir jadi beban buat kita, jangan ragu buat mengakhirinya. Because we deserve to be happy. Nggak apa-apa kok kalo setelah mencoba, ternyata kita nggak kuat dengan rasa sepi, khawatir, atau malah jadi meragukan perasaan/kesetiaan kita terhadap pacar di tengah jalan. Karena LDR sebenernya bisa jadi kesempatan yang baik bagi kita buat merefleksikan kembali arti dari hubungan yang lagi kita jalani. Intinya sih kalo kita udah nggak bahagia, atau kita merasa lebih nyaman sendiri/bersama orang lain, buat apa kita lanjutkan hubungan ini, ya nggak? It’s that simple.

 

You may also want to read:

 

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
travelpraylove.com
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar