5 HAL YANG NGGAK KITA SADARIN SAAT KENA ‘SILENT TREATMENT’

June 01, 2018

5-HAL-YANG-NGGAK-KITA-SADARIN-SAAT-KENA-SILENT-TREATMENT

Sumber foto: Sutterstock

 

Siapa yang pernah kena silent treatment dari orang lain? Silent treatment adalah sebutan buat perlakuan mendiamkan orang lain sama sekali. Orang yang melakukan silent treatment bakal cuek banget sama kita, bahkan kita seolah-olah dianggap nggak ada sama dia. Nggak cuma pas ketemu, orang yang melakukan silent treatment juga bakal mendiamkan kita kalo kita ngechat, nelpon, atau berusaha menghubunginya melalui media sosial.

 

Nah, biasanya yang melakukan silent treatment itu adalah salah satu orang terdekat kita. Silent treatment dilakukan sama seseorang ketika orang itu merasa ada sesuatu yang salah dengan hubungannya dengan kita. Entah kita melakukan kesalahan, atau dia kecewa sama kita, kita nggak tahu pasti dan cuma bisa menebak-nebak. Ketika kita merasa punya salah pun kita jadi bingung harus ngapain, sebab orang itu sama sekali nggak merespon ketika kita berusaha meminta maaf dan membicarakan masalah yang sebenarnya.

Seorang psikolog sekaligus penulis dan penyiar Ashley Berges membagikan 5 hal yang nggak kita sadarin dari perlakuan silent treatment lewat videonya. Kalo kamu saat ini lagi menghadapi pacar, sahabat, atau anggota keluarga yang lagi melakukan silent treatment, coba simak rangkuman Gogirl! di bawah ini.


BENTUK PASIF-AGRESIF DARI KEKERASAN EMOSIONAL

5-HAL-YANG-NGGAK-KITA-SADARIN-SAAT-KENA-SILENT-TREATMENT


Tanpa kita sadari, silent treatment adalah bentuk kekerasan emosional yang pasif agresif dari orang lain terhadap kita. Ketika seseorang mendiamkan kita, tentu kita bakal bertanya-tanya sebenernya kesalahan apa yang kita lakukan sama orang itu. Sialnya, kita susah banget dapet jawaban karena orang itu sama sekali nggak merespon ketika kita berusaha bertanya secara langsung, lewat chat, dan media sosial. Telepon? Jangan ditanya, nggak pernah dijawab! Pokoknya, silent treatment itu menyiksa banget karena bisa bikin kita kepikiran terus sehingga mengganggu konsentrasi kita sehari-hari. Apalagi kalo ternyata orang tersebut masih suka update di media sosial. Kita jadi merasa keberadaan kita sama sekali nggak dianggep sama dia. Lebih jauh lagi, kita pun semakin bertanya-tanya, sebesar apa sih dosa kita sama dia? Apakah kebaikan yang kita lakukan selama ini nggak berarti sama sekali sampai-sampai dia tega mendiamkan kita seperti ini?


MENIMBULKAN RASA SAKIT TANPA TERLIHAT MENYAKITI

5-HAL-YANG-NGGAK-KITA-SADARIN-SAAT-KENA-SILENT-TREATMENT


Silent treatment
dari orang yang kita sayang bisa menimbulkan rasa sakit berlebih. Hebatnya, orang yang melakukannya nggak perlu menyakiti kita sama sekali. Cukup mendiamkan dan menganggap kita nggak ada, kita udah merasa sakit hati dan hampa banget. Itulah kenapa silent treatment bisa jadi bentuk ‘hukuman’ yang diberikan seseorang yang nggak tega menyakiti kita. Soal kecenderungan menghukum ini, Gogirl! udah sempet membahasnya dalam artikel Sadar Nggak kalo Kita Cenderung Gemar Menghukum Orang Lain?. Nah, nggak menutup kemungkinan orang yang melakukan silent treatment ini adalah orang yang nggak enakan. Mereka nggak mampu mengumpat, memarahi secara langsung, dan mengekspresikan rasa kecewa sama kita. Sebagai gantinya, mereka mendiamkan kita buat membuat suasana hati mereka lebih baik. Mereka nggak tahu kalo secara biologis, orang yang kena silent treatment tanpa sadar mengaktifkan anterior cingulate cortex, bagian di otak yang memproses rasa sakit yang dialami fisik.


MERUPAKAN MEKANISME KONTROL DARI SESEORANG

5-HAL-YANG-NGGAK-KITA-SADARIN-SAAT-KENA-SILENT-TREATMENT


Orang yang melakukan silent treatment nggak menyadari kalo perlakuannya ini merupakan bentuk mekanisme kontrol terhadap orang lain. Kalo diibaratkan permainan, pelaku silent treatment inilah yang punya aturan tapi sekaligus pion dalam permainan. Sebagai lawan, kita nggak bisa ngapa-ngapain selain mengikuti permainan yang dia buat. Tapi, bahkan kita pun nggak tahu aturan seperti apa dalam permainan yang lagi ktia mainkan. Kita bener-bener clueless, sekalipun kita tentu berusaha menebak-nebak. Perlakuan silent treatment ini bikin kita nggak bisa berargumen, nggak bisa minta maaf, nggak bisa bertanya, dan nggak memastikan apa yang salah dengan hubungan kita dengan si pelaku silent treatment. Kalaupun kesalahan ada di kita, kita juga bingung gimana cara memperbaiki kesalahan tersebut.



CARA ORANG LAIN MENGUASAI DAN CARI PERHATIAN KITA

5-HAL-YANG-NGGAK-KITA-SADARIN-SAAT-KENA-SILENT-TREATMENT


Sebagai mekanisme kontrol, silent treatment jadi cara orang lain buat menguasai sekaligus mencari perhatian kita. Soalnya, pemecahan masalah nggak akan terjadi kecuali pelaku silent treatment memecah kebisuan yang selama ini dia lakukan. Pelaku silent treatment ini menguasai kita secara total, soalnya dia nggak cuma jadi pemegang kunci pemecahan masalah, tapi juga kelanjutan hubungan. Kalo dia adalah sahabat kita, dialah penentu apakah persahabatan kita akan kembali baik seperti dulu atau ngak. Kalo dia adalah pacar kita, dialah penentu patutkah hubungan pacaran ini dipertahankan atau justru harus dilepaskan. Dengan menguasai kita, sebenernya pelaku silent treatment ini lagi berusaha mencari perhatian kita. Silent treatment bikin kita terus-terusan berusaha menghubungi dia, memohon-mohon maaf secara berlebihan, bahkan bisa memancing kita melakukan hal gila. Nggak sedikit orang yang kena silent treatment membeberkan perasaannya di media sosial dan berujung jadi gosip panas di mata orang lain.


BIASANYA DILAKUKAN SAMA ORANG ‘NARSISTIS’

5-HAL-YANG-NGGAK-KITA-SADARIN-SAAT-KENA-SILENT-TREATMENT


Dari kacamata psikologi, Berges berpendapat kalo pelaku silent treatment kemungkinan punya sisi narsistik kuat dalam kepribadiannya. Dalam video TED-ed, narsistik dijelaskan sebagai sebuah anggapan berlebihan terhadap diri sendiri. Orang yang narsis menganggap dirinya lebih dari orang lain, entah itu lebih pintar, lebih penting, atau lebih layak, sehingga mereka merasa pantas mendapat perlakuan istimewa. Dalam hubungan persahabatan atau pacaran, orang yang narsistik menganggap dia seharusnya bisa diperlakukan lebih baik sama partnernya. Ketika kita melakukan kesalahan, dia menganggap kalo kita memperlakukan dia secara nggak adil, dan kita pantas dihukum untuk itu. Karena dia tahu kita sayang banget sama dia, silent treatment jadi senjata ampuh buat ‘menghukum’ kesalahan kita. Gogirl! menyimpulkan, ketika menjalani hubungan, seorang narsistis adalah pihak yang punya kecenderungan takut dikecewakan dibandingkan takut mengecewakan partnernya.

 

You may also want to read:

5 TANDA UDAH SAATNYA BAGI KITA BUAT MENGAKHIRI PERSAHABATAN

10 TANDA HUBUNGAN KITA DAN PACAR UDAH NGGAK SEHAT LAGI

INI LHO CARA BUAT PUNYA HUBUNGAN YANG SEHAT SAMA PACAR


 

 

Written by Asmi Nur Aisyah
Photo Source:
Shutterstock, giphy.com
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar