TAHUN 2018 BAKAL JADI 'THE YEAR OF CREATIVE ECONOMIC' BUAT INDONESIA

March 13, 2018

 2018-BAKAL-JADI-THE-YEAR-OF-ECONOMIC-INDUSTRY-BUAT-INDONESIA

sumber foto: Iqbal Julianto

 

Siapa di sini yang punya cita-cita buat berkarir di bidang ekonomi kreatif? Gogirl! mau ngasih kabar bahagia, nih. Tahun ini, ekonomi kreatif diprediksikan bakal mencapai puncaknya sepanjang kurun waktu empat tahun ke belakang. Soalnya, tahun ini ekonomi kreatif diprediksikan bakal menyumbang lebih dari Rp1000 triliun buat pendapat negara, lho! Nah, ini rangkuman Gogirl! buat menjawab kenapa tahun ini bakal jadi year of economic industry di Indonesia.

 

SUMBANGAN BESAR EKNOMI KREATIF BUAT PENDAPATAN NEGARA

 

2018-BAKAL-JADI-THE-YEAR-OF-ECONOMIC-INDUSTRY-BUAT-INDONESIA

sumber foto: Iqbal Julianto

 

Ekonomi kreatif ngasih sumbangan yang cukup besar buat Produk Domestik Bruto (PBD) tiga tahun terakhir. PDB sendiri adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam periode tertentu. Pada 2016, kontribusi ekonomi kreatif pada PDB naik sebesar 4,95%, dari Rp852,56 triliun jadi Rp922,58 triliun, yang berarti meningkat dari 7,38% jadi 7,44%.

Kalo dibandingin negara lain, kontribusi ekonomi kreatif Indonesia terhadap PDB cukup tinggi. Pada 2016, ekonomi kreatif di Amerika Serikat menyumbang sebesar 11,12% untuk PDB dan Korea Selatan sebesar 7,44%. Dibandingin sama Rusia yang menyumbang 6,06% dan Kanada sebesar 4,50%, sumbangan ekonomi kreatif di negara kita jauh lebih besar.

Selain ngasih sumbangan besar buat PDB, ekonomi kreatif juga berkontribusi dalam kenaikan nilai ekspor nasional. Pada 2016, nilai ekspor ekonomi kreatif meningkat sebesar 3,23% dari USD19,4 milyar jadi USD20 milyar. Dari total nilai ekspor nasional, kontribusi ekonomi kreatif pada 2016 mencapai 13,77%, meningkat dari tahun sebelumnya yang cuma 12,88%.

 

SUBSEKTOR UNGGULAN YANG JADI BIDIKAN KARIR PALING DIMINATI

 

2018-BAKAL-JADI-THE-YEAR-OF-ECONOMIC-INDUSTRY-BUAT-INDONESIA

sumber foto: Iqbal Julianto

 

Zaman sekarang, komentar “Mau jadi apa kamu?” udah nggak relevan lagi buat kita yang bercita-cita meniti karir di bidang ekonomi kreatif. Profesi seperti musisi, aktris, atau seniman yang termasuk ke dalam bidang ekonomi kreatif, pada kenyataannya mengalami peningkatan pesat selama tiga tahun terakhir. Pada 2016, jumlah tenaga kerja di bidang ekonomi kreatif meningkat 5,95% dari 15,96 juta jiwa ke 16,91 juta jiwa.

Di samping itu, pekerjaan bidang ini bisa dibilang minim diskriminasi gender. Dari semua tenaga kerja itu, 54,96% berjenis kelamin perempuan, lho! Meskipun sebenernya, dominasi pengusaha perempuan ini cuma keliatan di subsektor kuliner sama fashion. Di subsektor lainnya, jumlah pengusaha laki-laki masih lebih banyak. But still, it’s a good sign, right?

Dari 16 subsektor ekonomi kreatif, tiga yang punya pendapatan paling tinggi pada 2016 adalah kuliner (Rp382 triliun), fashion (Rp166 triliun), sama crafting atau kriya (Rp 142 triliun). Sementara itu, 5 subsektor dengan pertumbuhan tertinggi adalah broadcasting TV dan radio (10,33%), film, animasi, dan video (10,09%), seni pertunjukan (9,54%), desain komunikasi visual (8,98%), sama aplikasi dan game developer (8,06%). So, melihat pertumbuhan pesat ini, nggak ada salahnya salah satu dari kelima subsektor jadi pilihan karir kita di masa depan. Kalo ke depannya ekonomi kreatif meningkat terus, kita jadi bisa memprediksi minat generasi Z buat berkarir di bidang ini bakal meningkat juga.

 

BEKRAF NGGAK TANGGUNG-TANGGUNG BANTU MODAL EKONOMI KREATIF INDONESIA

 

2018-BAKAL-JADI-THE-YEAR-OF-ECONOMIC-INDUSTRY-BUAT-INDONESIA

sumber foto: dokumentasi Bekraf

 

Buat mendukung majunya perekonomian kreatif, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia menyediakan dana ekonomi kreatif tiap tahunnya. Dana yang disediain nggak cuma dari pemerintah, tapi juga dari berbagai perusahaan investor dan perbankan. Tahun 2017, Bekraf mengeluarkan bantuan insentif modal kerja dengan nilai maksimal Rp200 juta per badan usaha. Saat itu ada 24 badan usaha yang lolos dan didanai Bekraf, dan keduanya merupakan subsektor kuliner sama aplikasi dan game developer. Tahun ini, Bekraf menyediakan dana buat perbaikan infrastruktur ruang kreatif. Dilansir dari Sindo, dana yang disiapin sebesar Rp66 milyar.

Selain dari pemerintah, Bekraf juga menyediakan program-program yang bisa jadi sarana pelaku ekonomi kreatif dalam mendapatkan modal. Contohnya buat subsektor film, animasi, dan video, Bekraf mengadakan forum financing Akatara yang mempertemukan filmmaker sama calon investor. Ada juga program Bekraf Financial Club yang tujuannya mengajak pihak perbankan untuk berinvestasi di bidang ekonomi kreatif. Selain kedua hal ini, masih banyak program lain yang tujuannya memberikan modal buat para pelaku ekonomi kreatif.

“Gagasan kreatif tak akan pernah habis, sehingga diharapkan dapat menggantikan sumber daya alam (SDA) menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” kata Kepala Bekraf Bapak Triawan Muaf dalam acara Bincang Bareng Bekraf di Museum MACAN Jakarta (26/2).

So, siapa nih yang punya minat berkarir di bidang ekonomi kreatif?

 

Source: Infografis Ringkasan Data Statistik Ekonomi Kreatif Indonesia, bekraf.go.id

 

 

 

Written by Asmi Nur Aisyah
Photo Source:
dokumentasi Bekraf, Iqbal Julianto (@iqbaleee23)
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar