BISNIS FASHION LEBIH MUDAH DENGAN ADANYA INSTAGRAM

October 22, 2018

BISNIS-FASHION-LEBIH-MUDAH-DENGAN-ADANYA-INSTAGRAM

 

Bisa punya brand sendiri kayaknya adalah cita-cita yang berat ya? Apa lagi ketika kita berbicara soal bisnis di bidang fashion. Duh, kayaknya cuma orang-orang tertentu deh yang bisa bergelut di dunia ini. Terus bukanya modalnya harus gede ya? Apa lagi kita yang baru mulai gini pastinya belum punya banyak sumber daya buat membantu, jadi mau nggak mau harus mengurus semuanya sendirian. Mau dimulai dari mana buat dapet customer juga bingung. Well, adakah di antara kita yang sebenernya tertarik buat merintis usaha, khususnya usaha mode, tapi masih ragu karena kekhawatiran-kekhawatiran tersebut? Then you should really read this guys.. Karena faktanya memulai bisnis di bidang apapun, termasuk fashion, udah jauh lebih mudah lho sekarang!

 

POTENSI BISNIS DI BIDANG FASHION

Sebelumnya Gogirl! sempet menyinggung di artikel “TERTARIK MEMULAI BISNIS DI BIDANG FASHION? BACA DULU YANG INI” kalo usaha di bidang fashion sekarang lagi jadi primadona di Indonesia. Khususnya ketika kita berbicara soal bisnis online, data Instagram menunjukkan kalo mode dan kecantikan adalah kategori konten yang paling banyak diminati oleh para penggunanya di Indonesia setelah musik dan entertainment. Selain memiliki komunitas Instagram terbesar di Asia Pasifik (Juli 2017), Indonesia juga adalah salah satu negara dengan jumlah profil bisnis terbanyak selain Amerika, Brazil, Rusia, dan Inggris (Maret 2017).

Dari statistik ini kita bisa liat kan kalo bisnis online di bidang fashion, lebih tepatnya yang menggunakan Instagram sebagai platform, bisa dibilang sangat amat potensial sekarang – terutama mengingat berbagai kemudahan yang bisa didapet oleh kita baik sebagai penjual maupun pembeli. So, nggak perlu ragu kalo kita emang tertarik buat mencoba peruntungan di bidang ini!

 

MAKIN MUDAH MEMULAI BISNIS DENGAN ADANYA BERBAGAI PLATFORM ONLINE

Di antara banyaknya kemudahan yang bisa kita dapet dari memulai bisnis di zaman sekarang, salah satunya yang paling menguntungkan adalah gimana kita nggak perlu lagi keluar modal buat membuka toko karena udah adanya berbagai platform online yang bisa kita manfaatkan. Mulai dari website, online marketplace kayak Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dsb, sampe media sosial (medsos) kayak Facebook dan Instagram, saat ini siapapun bisa dengan mudahnya ‘membangun’ toko virtualnya sendiri kapanpun dan dari manapun. Para penjual juga bisa menjangkau target konsumen yang lebih luas, di mana udah banyak banget Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bisa mendapatkan pembeli nggak cuma dari luar kota tempat mereka tinggal, tapi juga dari luar negeri berkat the power of online platform and social media.

 

BISNIS-FASHION-LEBIH-MUDAH-DENGAN-ADANYA-INSTAGRAM

Communication Manager Instagram Asia-Pasifik Putri Silalahi.

 

“Industri mode dulu dikenal sebagai industri yang eksklusif dan hanya untuk kalangan tertentu. Namun dengan Instagram, siapa aja yang punya mimpi mendesain dan memulai bisnis dapat dengan mudah menampilkan kreasi mereka dan menemukan pembeli,” kata Communication Manager Instagram Asia-Pasifik Putri Silalahi dalam rangkaian perjalanan Instagrammable Business yang diadakan pada 11-12 Oktober 2018 lalu.

Selama dua hari, Gogirl! dan rekan-rekan media lain diajak buat mengunjungi para pelaku UMKM mode yang berlokasi di Bandung, kota yang dinobatkan sebagai pusat inovasi kreativitas dan kewirausahaan oleh The United Nations Educations, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2015 lalu. Mereka semua mengawali bisnisnya secara online dan besar berkat Instagram, bener-bener membuka wawasan kalo ternyata membangun bisnis sukses kayak mereka tuh memungkinkan banget kok!

 

MEREKA YANG BISNISNYA SUKSES BERKAT INSTAGRAM

 

BISNIS-FASHION-LEBIH-MUDAH-DENGAN-ADANYA-INSTAGRAM

Founder Jumma Kids Winny Caprina ketika ditemui oleh tim Instagram dan rekan-rekan media di Jumma Kids Studio, Jumat (12/10).

 

JUMMA KIDS

Salah satu UMKM yang Gogirl! kunjungi pada kesempatan kali ini adalah Jumma Kids, brand lokal milik Winny Caprina yang didirikan pada tahun 2014 dan berfokus pada kids fashion. Diawali dengan keinginannya sebagai ibu rumah tangga untuk mengerjakan sesuatu dari rumah dan masalah yang dihadapinya terkait menemukan baju untuk anak-anaknya yang sesuai keinginan (baik dari segi bahan, desain, maupun harga), Mbak Winny akhirnya memutuskan buat merintis clothing line-nya sendiri dengan bantuan sang suami yang emang punya usaha di bidang konveksi.

Bermodal handphone dan berbagai akun medsos (salah satunya Instagram) yang dapat dibuat secara gratis, Mbak Winny bener-bener mengurus segala sesuatunya sendiri, mulai dari inventori, finance, sampe menjadi fotografer dan admin medsos. Sedangkan produksi ditangani oleh suaminya, Tjuk Guritno. Seiring dengan berkembangnya Jumma Kids, Mbak Winny pun mulai merekrut pegawai dan memindahkan tempat kerjanya ke sebuah workshop  yang disebut sebagai Jumma Kids Studio. Di sinilah Mbak Winny dan 15 rekannya (di luar para pekerja vendor produk) mengelola brand kids fashion lokal yang udah nggak asing lagi di telinga kebanyakan orang saat ini.

Jumma Kids bahkan udah punya content creator sendiri yang bertugas memproduksi dan mengelola konten-konten yang bakal dipublikasikan di website dan medsos-medsosnya. Karena walaupun produk Jumma Kids udah dijual di beberapa concept store lokal, 90% konsumen ternyata masih dateng dari Instagram yang kemudian bakal diarahkan buat melakukan pembelian di website.

 

BISNIS-FASHION-LEBIH-MUDAH-DENGAN-ADANYA-INSTAGRAM

Founder Massicot Jewelry Amanda Mitsuri ketika ditemui oleh tim Instagram dan rekan-rekan media di workshopnya, Kamis (11/10).

 

MASSICOT JEWELRY

Ada juga  Massicot Jewelry, brand aksesori yang didirikan oleh lulusan desain produk Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Amanda Mitsuri pada tahun 2013. Mengusung konsep utama eksplorasi material dalam mendesain aksesori buatannya, salah satu hal yang membuat Gogirl! kaget adalah gimana produk Massicot Jewelry yang udah berhasil menembus pasar internasioal kayak Jepang dan Australia ini ternyata bener-bener dibuat sendiri di rumah yang juga dipergunakan sebagai workshop oleh Mbak Amanda (kecuali produksi sepatu yang dibuat dengan bantuan pengrajin di Cibaduyut).

Percaya nggak percaya juga, selain partner desainernya dan seorang admin sales, semua kerjaan lainnya masih dipegang sendiri oleh sang founder bahkan setelah bertahun-tahun. Mulai dari inspirasi membuat konsep koleksi untuk kemudian direalisasikan oleh desainer, mengambil gambar produk untuk dipublikasikan, sampe mengurus akun medsos dan segala kontennya. Yap, nyatanya kebanyakan pelaku UMKM emang one man show aja lho atau bergerak dalam tim kecil kayak gini. Mereka juga nggak perlu keluar uang buat sewa kantor dan toko. Menghemat modal banget nggak sih?

Nah, dari dua contoh di atas kita udah bisa dapet gambaran kan kalo memuali bisnis di bidang fashion sebenerya doable banget di zaman sekarang dengan berbagai kemudahan yang ada? Asal kita tekun dan emang mau mengeluarkan effort lebih buat bener-bener memperjuangkannya, establishing your own brand is totally possible!

 

ALASAN PELAKU UMKM MEMULAI BISNIS LEWAT INSTAGRAM

  • Gratis! Ini sih salah satu alesan kenapa banyak pelaku UMKM mengawali bisnisnya dari medsos sebelum memutuskan untuk membuat website, apa lagi membuka toko offline. Selain nggak perlu mengeluarkan uang sepeser pun, membuat akun medsos kayak Instagram juga gampang banget dilakukan. Walaupun salah satu kekurangannya adalah Instagram belum punya sistem jual beli sendiri, sehingga mau nggak mau pada akhirnya kita tetep harus mengarahkan pembeli ke platform lain, entah menghubungi via Line/Whatsapp atau mengakses website maupun akun online marketplace kita kalo ada.
  • Jumlah pengguna Instagram yang menjanjikan. Well, siapa sih di zaman sekarang yang nggak menggunakan Instagram? Bisa dibilang Instagram adalah medsos paling populer saat ini bila dibandingkan dengan medsos-medsos lainnya, ya nggak? Berdasarkan data, satu miliar pengguna di seluruh dunia menggunakan Instagram setiap bulannya, di mana lebih dari 200 juta akun mengunjungi satu profil bisnis setiap harinya (November 2017). Selain itu, 60% pengguna menyatakan kalo mereka mempelajari sebuah brand secara lebih mendalam dari profil bisnis di Instagram dan 75% di antaranya bakal segera meriset, mempromosikan, atau membeli sebuah produk ketika mereka terinspirasi oleh sebuah postingan. So, bisa diliat sendiri kan seberapa besar peluangnya?
  • Mengedepankan konten visual. Nah, ini dia kelebihan utama Instagram bila dibandingkan dengan platform online. Setuju kan kalo konten visual adalah konten yang paling menarik buat kebanyakan orang saat ini? Di mana konten visual yang dibuat sedemikian rupa buat menjual produk kita tersebut bener-bener bisa kita tampilkan semaksimal mungkin lewat Instagram, baik dalam bentuk foto maupun video. Well, kita sendiri pasti pernah dong melihat suatu tempat di Instagram terus jadi kepengen buat mengunjunginya atau menemukan suatu benda kemudian ingin memilikinya?
  • Banyaknya fitur terukur yang bisa dimanfaatkan. Ini juga yang mungkin nggak ditawarkan oleh berbagai platform online lainnya seperti website dan marketplace. Berbagai fitur di Instagram kayak story, highlight, live, IG TV, question, dan polling nggak cuma memungkinkan kita buat menampilkan konten yang lebih kreatif dan menarik, tapi juga lebih interaktif dengan konsumen – menciptakan tren pemasaran yang unik.

Misalnya aja gimana Matoa, brand jam tangan kayu yang juga merupakan salah stau UMKM yang Gogirl! kunjungi pada kesempatan ini, menggunakan IG TV untuk membagikan behind the scene pembuatan produknya. Atau gimana Jumma Kids sering melakukan Instagram live berupa Q&A session bareng Mbak Winny selaku founder demi menjaga engagement dengan konsumen. Kelebihan lainnya adalah semua fitur ini terukur, di mana kita bisa melihat berapa banyak orang yang melihat konten-konten kita dan seberapa tinggi engagement-nya. So, kita bisa mengevaluasi mana produk atau konten yang works dan mana yang nggak.

 

Baca juga:

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
Instagram, Shutterstock, Orami
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar