NGGAK CUMA DIFABEL, FASHION AERIE REPRESENTASIKAN BANYAK KONDISI

July 12, 2018

NGGAK-CUMA-DIFABEL-FASHION-AERIE-REPRESENTASIKAN-BANYAK-KONDISI

 

Industri retail dan fashion lagi gencar-gencarnya menggaungkan kampanye body positivity dan kesetaraan alias equality. Kampanye ini biasanya diperlihatkan dan disebarkan lewat representasi muka mereka di media, yang berawal dari publikasi mereka sendiri. Berbagai kampanye bertujuan positif ini jadi wujud nyata kalo kalo dunia fashion lagi menyuarakan inti keberadaan mereka di industri, yaitu kepercayaan diri alias confidence. Fashion nggak lagi jadi industri yang merepresentasikan bagaimana sesuatu yang dipakai bisa membuat seseorang terlihat baik, tetapi justru merepresentasikan bagaimana seseorang bisa percaya diri dengan apa pun yang mereka pakai. Kali ini pelakunya adalah industri retail lingerie turunan brand American Eagle, Aerie, lewat kampanye #AerieREAL.

 

Lewat kampanye ini, Aerie merepresentasikan kepercayaan diri lewat model-modelnya yang beragam, yang berarti menggambarkan kesetaraan. Keberagaman yang direpresentasikan oleh Aerie nggak cuma diperlihatkan lewat warna kulit dan bentuk tubuh, tapi kondisi kesehatan seseorang. Dalam kampanye ini, Aerie nggak cuma menggandeng model difabel, tapi juga penyandang beberapa penyakit langka dan kronis. Lewat kampanye ini, Aerie menyuguhkan pesan kalo penyandang kondisi kesehatan atau disabilitas tertentu itu nggak sendirian. Lebih umum lagi, kita semua nggak boleh merasa sendirian di dunia ini, sebab ada orang lain dengan kondisi serupa sama kita. Perasaan semacam inilah yang Aerie harapkan dirasakan sama orang-orang dengan kondisi yang sama dengan para model yang ditampilkan.

More you. More love. More coming soon. Link in bio! ??

A post shared by aerie (@aerie) on

Lewat Twitternya, salah satu model Abby Sams bercerita betapa bangganya dia bisa terlibat dalam proyek kampanye #AerieREAL. Sams menyebutkan kondisi para model dalam kampanye ini, yaitu penyandang diabetes tipe 1 (produksi insulin yang rendah), ostonomi (operasi lubang di bagian tubuh buat membantu kerja sistem suatu organ), vitiligo (kondisi pigmen kulit yang terlihat seperti bercak-bercak), kanker kronis, down syndrome, dan fibromyalgia (nyeri kronis di tulang dan otot). Sams sendiri merupakan penyandang Ehlers-Danlos Syndrome, penyakit keturunan yang menyebabkan gangguan kekuatan dan kelenturan jaringan pada tubuh. Sams juga mengidap postural orthostatic tachycardia syndrome (kelainan detak jantung yang terjadi ketika mengubah posisi), reflex sympathetic dystrophy (kelainan sistem syaraf yang membuat beberapa bagian tubuh terasa nyeri), dan endometriosis (kelainan endometrium yang tumbuh di luar rahim).

Dikutip dari Buzzfeed News, Sams menceritakan kenapa dia bisa terlibat dalam proyek ini. Dia bilang, “Aku mengirim video (ke Aerie) berisi pendapatku sebagai seseorang yang jarang melihat representasi difabel dan penderita penyakit kronis di media. Kubilang, Aerie Real harus menekankan kalo kecantikan itu ada di dalam setiap bentuk, ukuran, etnis, dan kondisi tubuh seseorang. Mereka (Aerie) menyetujui pendapatku dan aku pun terpilih buat ikut pemotretan.” Selain itu, Sams juga bercerita lewat akun media sosialnya tentang betapa bangganya dia jadi representasi buat orang-orang yang jarang disorot di media.

Time for something very big. Earlier this summer I was chosen to be an #AerieREAL model for their newest campaign and the other night they surprsied us all by releasing some of the products early. A wheelchair user is a model for a major company! I am PROUD to say I've done this. PROUD to be a part of it. PROUD to be a model representing a community of disabled and chronically ill people. PROUD to be comfortable in my own skin. As a Christian a lot of people have expressed to me their distaste with what I did here with Aerie, but I have something to say to that. God gave us this life, our bodies, and our struggles to glorify him. These photos are not risque, or provocative, or slutty. This campaign is the epitome of confidence and beauty in who you are as your true self. I have confidence in who I am in Christ even with my disability and my wheelchair, and that translates physically. Being a model in a wheelchair for a major company is kind of a big deal and I want to be transparent about it all. Confidence is hard to come by and even harder to master. Just when I thought I had it my disability and illnesses stripped it away. I was embarrassed to be seen in public with mobility aids, hated how everything looked while I was in my chair. Then God put his hand on my heart and reminded me that i am fearfully and wonderfully made in his image. He put me on this path of life to be the light I needed when I was struggling. To remind young disabled women that they're beautiful no matter what. Beautiful with mobility aids. Beautiful in a wheelchair. Beautiful with an invisible illness. Beautiful, not despite those things, but because of them. That is Aerie Real. . . Image description: Abby holding her hair up and smiling over her shoulder. Shes wearing a black lace bralette and sitting in her wheelchair.

A post shared by Abby Sams (@abby_sams) on

Sebetulnya, kampanye keberagaman lewat #AerieREAL udah digaungkan sama Aerie sejak 2016 lalu. Tapi, saat itu fokus kampanye Aerie hanya pada keberagaman bentuk tubuh. Seiring berjalannya waktu, kampanye ini mulai merambah pada keberagaman warna kulit. Awal tahun ini, kampanye body positivity ini mengenalkan tiga role model baru buat mendampingi model sekaligus ambasadornya Iskra Lawrence. Mereka adalah atlet atletik Aly Raisman, aktris dan aktivis Yara Shahidi, dan penyanyi Rachel Platten. Lebih jauh lagi, pada 2014 lalu Aerie memulai kampanye #AerieREAL dengan mengumumkan kalo brand ini udah nggak lagi mengedit foto para modelnya di photoshop. Tujuannya adalah menunjukkan kalo cantik itu bisa nyata dan realistis, dan semua perempuan bisa percaya diri dengan kondisi tubuh mereka masing-masing.


Di samping itu, secara global industri fashion emang lagi membanting stir strategi bisnis mereka dengan fokus terhadap isu-isu sosial. Karena fashion identik sama penampilan, kini industri ini mencoba mengubah persepsi masyarakat mengenai percaya diri dalam berpenampilan. Fashion mencoba meningkatkan awareness alias kesadaran kita terhadap penerimaan diri, rasa percaya diri, dan body positivity. Tiga isu inilah yang jadi bahasan utama dalam kampanye-kampanye fashion masa kini. Mengenai gimana isu sosial bisa jadi strategi dalam bisnis fashion, sebelumnya Gogirl! udah sempet muat dalam Isu Sosial jadi Cara Baru Bisnis Fashion Makin Berkembang.

So, gimana menurutmu? Apakah #AerieREAL dan kampanye-kampanye sejenis di industri fashion cukup efektif meningkatkan awareness terhadap pentingnya body positivity?

 

Written by Asmi Nur Aisyah
Photo Source:
ae.com
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar