MEMAKNAI TRENDING TOPIC TWITTER #SEBARKANBERITABAIK

May 09, 2018

MEMAKNAI-HASHTAG-#SEBARKANBERITABAIK-YANG-JADI-TRENDING-TOPIC-DI-TWITTER-HARI-INI

photo source: Nascode

 

Pagi ini hashtag #SebarkanBeritaBaik jadi trending topic no. 1 di Twitter Indonesia. Kalo dilihat dari tweet-tweet yang menggunakannya, hashtag tersebut sebenernya jadi trending karena acara “Coffee Morning Polda Metro Jaya bersama Netizen” yang diadakan pada Rabu (9/4) hari ini. Tujuannya adalah mengajak masyarakat buat lebih bijak dalam bermedia sosial, salah satunya dengan lebih banyak menyebarkan konten positif daripada negatif. Gogirl! sendiri nggak hadir secara langsung di acara tersebut. Gogirl! cuma merasa hashtag ini bagus banget buat kita maknai bersama, apa lagi mengingat gimana informasi dan berita yang beredar di masyarakat akhir-akhir ini. Well, kenapa sih menyebarkan berita baik tuh penting? Yuk kita diskusi bareng!

 

 

MEMAKNAI-HASHTAG-#SEBARKANBERITABAIK-YANG-JADI-TRENDING-TOPIC-DI-TWITTER-HARI-INI

sumber gif: giphy

 

Bad news is good news ”. Kita yang pernah mempelajari ilmu jurnalistik mungkin udah nggak asing lagi dengan kalimat ini. Buat yang nggak paham karena baru pertama kali mendengarnya, coba aja liat pemberitaan di media massa mainstream sekarang. Rata-rata isinya pasti nggak bakal jauh-jauh dari konflik, kriminalitas, korupsi, bencana, gosip, dsb. Bahkan rumah tangga orang yang sebenernya merupakan konflik pribadi aja bisa jadi viral dan diperbincangkan seluruh Indonesia.

Nyatanya, berita buruk emang seringkali berhasil menarik perhatian kita, makanya muncul lah istilah “kabar buruk adalah berita baik”. Kayak kata John Tierny dalam artikelnya yang dimuat di The New York Times, “Bad news sells. No news is good news, and good news is no news”. Artinya, “Kabar buruk menjual. Nggak ada yang namanya berita baik, dan kabar baik berarti nggak ada berita”. Namun pertanyaannya, apakah cara berpikir kayak gini patut kita pertahankan?

Dikutip dari Tirto, kecenderungan media massa dalam memberikan porsi lebih besar pada berita buruk keliatannya mulai dipertanyakan akhir-akhir ini, terutama karena dampaknya terhadap masyarakat. Walaupun kabar buruk yang disampaikan emang nyata, nggak sedikit konsumen media yang jadi kelewat cemas atau pesimis karena berita-berita nggak mengenakkan yang membuat dunia ini seolah-olah nggak ada baiknya. Akhirnya kita jadi terpengaruh secara negatif, walaupun sebenernya maksud disebarluaskannya berita-berita tersebut mungkin aja baik (misalnya sebagai bentuk peringatan, kontrol sosial, dsb).

Makanya beberapa tahun belakangan mulai banyak upaya yang dilakukan oleh media massa untuk lebih fokus pada berita-berita baik (atau dikenal dengan sebutan jurnalisme postif/kontruktif), misalnya aja dengan mengadakan rubrik “Good News” di Huffington Post, “The Optimist” di The Washington Post, dan “This Week in Good News” di The New York Times. Bicara soal media lokal, kita juga punya Good News from Indonesia yang emang fokus mengabarkan hal-hal baik yang terjadi di negara kita. Gogirl! sendiri selalu berusaha memuat konten-konten positif dan inspiratif yang harapannya juga bisa membawa pengaruh baik buat pembaca.

 

MASALAH UTAMA KITA SAAT INI: HOAX & UJARAN KEBENCIAN

 

MEMAKNAI-HASHTAG-#SEBARKANBERITABAIK-YANG-JADI-TRENDING-TOPIC-DI-TWITTER-HARI-INI

 sumber gif: tenor

 

Selain disebarkan oleh media massa, banyaknya konten negatif yang beredar di masyarakat saat ini juga merupakan pengaruh dari perkembangan teknologi yang membuat penyebarluasan informasi jadi makin gampang. Well, gimana nggak? Di zaman sekarang siapapun bisa menyebarkan dan menerima informasi dalam hitungan detik, bahkan hanya dengan satu sentuhan jari. Banyaknya informasi yang beredar di masyarakat setiap harinya meyebapkan apa yang dinamakan “ledakan informasi”.

Di era media sosial kayak sekarang, konten negatif dalam bentuk hoax dan ujaran kebencian udah jadi hal yang biasa kita liat di dunia maya. Kedua hal ini adalah masalah yang menjadi concern banyak orang beberapa waktu belakangan – nggak cuma di Indonesia, tapi juga seluruh dunia. Berbagai upaya udah coba dilakukan baik oleh pihak berwajib maupun penyedia platform (misalnya aja dengan membuat regulasi dan mengambil tindakan), namun seperti yang dikutip dari CNN Indonesia, perwakilan media sosial besar kayak Facebook, Twitter, dan YouTube tetep menyatakan kalo hoax, ujaran kebencian, dan propaganda adalah masalah yang sangat kompleks dan karenanya sulit buat diatasi. Jadi kalo menurut Gogirl! sih masyarakatnya yang harus berubah dan kita harus bisa jadi bagian dari perubahan tersebut.

 

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?

 

MEMAKNAI-HASHTAG-#SEBARKANBERITABAIK-YANG-JADI-TRENDING-TOPIC-DI-TWITTER-HARI-INI

 sumber gif: tumblr

 

Coba deh refleksi diri, jangan-jangan sadar nggak sadar kita pernah jadi penyebar hoax, ujaran kebencian, atau konten-konten negatif lainnya. Mulai sekarang coba juga buat nggak lagi menjadi bagian dari tersebar luasnya berita-berita buruk tersebut dan lebih fokus menyebarluaskan konten positif. Seperti hashtag yang jadi inspirasi pembahasan hari ini, #SebarkanBeritaBaik.

Intinya, berusahalah buat lebih bijak dalam menyebarluaskan informasi, entah itu berita, broadcast message, maupun updatean di media sosial. Inget kalo apa yang kita sebarluaskan nggak cuma berdampak buat kita, tapi juga orang-orang yang menerima informasi tersebut. Seperti kata George Couros, “Positivity and negativity are both contagious”. In the end, the choice is on us: yang mana yang mau kita tularkan ke orang-orang di sekitar kita?

 

Sebelumnya Gogirl! udah beberapa kali membahas soal bijak dalam bermedia sosial. Baca juga:

 

 

 

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
Nascode
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar