PEDULI ANAK JALANAN DI INTERNATIONAL DAY FOR STREET CHILDREN

April 13, 2018

LEBIH-PEDULI-ANAK-JALANAN-DI-INTERNATIONAL-DAY-FOR-STREET-CHILDREN

sumber foto: streetchildren.org

 

Tau nggak kalo tanggal 12 April kemarin adalah Intenational Day For Street Children atau Hari Anak Jalanan Internasional? Dalam rangka memperingatinya, yuk refleksikan kembali seberapa pedulinya kita pada mereka yang sadar nggak sadar berpapasan dengan kita setiap harinya.

 

 

 

Kalo kita adalah salah satu orang yang didatangi oleh anak berpenampilan kumuh kayak aktris video eksperimen sosial di atas, kira-kira apa yang bakal kita lakukan? Pernah nggak kita menolak kehadiran anak jalanan persis seperti yang dilakukan oleh orang-orang tersebut? Kebanyakan pasti bakal menjawab “pernah”, ya nggak?

Nyatanya, masih banyak  banget orang yang memilih buat menutup mata akan keberadaan anak-anak kayak mereka di sekitar kita. Sangking seringnya kita bertemu dengan mereka yang sehari-harinya bekerja, bahkan tinggal di jalan, somehow kita jadi menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Padahal kayak kita, mereka juga punya hak buat belajar, bermain, dan hidup dengan nyaman. Latar belakang inilah yang mendorong Consortium for Street Children (CSC) untuk menetapkan tanggal 12 April sebagai International Day For Street Children sejak tahun 2011 lalu. Hari ini tepatnya diadakan dalam rangka mengingatkan dan meningkatkan kepedulian kita terhadap nasib anak jalanan di seluruh belahan dunia, nggak terkecuali Indonesia.

 

LEBIH-PEDULI-ANAK-JALANAN-DI-INTERNATIONAL-DAY-FOR-STREET-CHILDREN

sumber foto: streetchildrenday.org

 

Hak anak sering banget jadi bahan perdebatan masyarakat, tapi entah kenapa orang-orang seringkali lupa kalo anak jalanan juga adalah bagian dari kelompok ‘anak’ tersebut. Masalah ini pun bukan merupakan isu baru di masyarakat kita, di mana anak jalanan lebih rentan terhadap berbagai masalah seperti kekerasan, pelecehan, eksploitasi, kurangnya akses pendidikan, kesehatan, dsb. Oleh sebab itu bertepatan dengan International Day For Street Children tahun ini CSC meluncurkan kampanye “4 Steps to Equality” sebagai panggilan buat pemerintah seluruh negara untuk memberikan perhatian khusus kepada anak-anak jalanan agar mereka bisa mendapatkan hak-hak mereka selayaknya anak-anak lain. Empat step yang dimaksud adalah:

  1. Commit to equality. Mengakui bahwa anak jalanan punya hak yang sama dengan orang lain dan merefleksikannya dalam hukum.
  2. Protect every child. Melindungi setiap anak dari kekerasan dan pelecehan, serta memastikan mereka punya akses terhadap keadilan ketika mereka merasa dirugikan.
  3. Provide access to service. Menyediakan akses untuk layanan-layanan penting seperti rumah sakit dan sekolah selayaknya anak-anak lain sehingga mereka dapat mencapai potensi penuh mereka.
  4. Create new solutions. Memberikan layanan dan peluang khusus yang sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan tantangan hidup para anak jalanan.

Buat dapet lebih banyak informasi soal International Day For Street Children, kamu juga bisa akses www.streetchildren.org dan www.streetchildrenday.org.

 

NASIB ANAK JALANAN DI INDONESIA

 

LEBIH-PEDULI-ANAK-JALANAN-DI-INTERNATIONAL-DAY-FOR-STREET-CHILDREN

sumber foto: streetchildren.org

 

 “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara” – pasal 34 Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

Yap, step pertama dari “4 Steps to Equality” di atas sebenernya udah lama terealisasikan lho dalam UUD negara kita. Tapi bagaimana dengan pelaksanaanya? Dikutip dari Kompas, berdasarkan keterangan Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Kementerian Sosial, hingga Agustus 2017 lalu tercatat sebanyak 16.290 anak jalanan yang tersebar di 21 provinsi  Indonesia. Ibu Khofifah Indar Parawansa yang menjabat sebagai Menteri Sosial pada saat itu bilang kalo beliau optimis target Indonesia Bebas Anak Jalanan bisa tercapai segera, melihat gimana angka tersebut terus turun dari tahun ke tahun.

Sebelumnya, jumlah anak jalanan di seluruh Indonesia pada tahun 2006 mencapai 232.894 anak, pada tahun 2010 sebanyak 159.230 anak, pada tahun 2011 turun menjadi 67.607 anak, dan pada tahun 2015 kembali turun menjadi 33.400 anak. Tentunya angka tersebut nggak 100% menunjukkan kondisi di lapangan karena pastinya ada aja di antara mereka yang nggak tercatat oleh data negara, tapi bolehlah informasi tersebut kita jadikan sebagai motivasi kalo sebenernya masalah ini ada solusinya dan bisa banget dipecahkan kalo kita terus mengusahakannya.

 

APA YANG BISA KITA LAKUKAN BUAT MEMBANTU MEREKA?

 

LEBIH-PEDULI-ANAK-JALANAN-DI-INTERNATIONAL-DAY-FOR-STREET-CHILDREN

sumber foto: goabroad.com

 

Lanjut mengutip perkataan Ibu Khofifah, gerakan sosial menuju Indonesia Bebas Anak Jalanan nggak bakal bisa tercapai tanpa bantuan masyarakat. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka? Sebenernya tepat nggak sih kalo kita memberikan uang receh yang ada di saku ketika bertemu dengan pengemis atau pengamen di jalan?

Masih dikutip dari Kompas, Yayasan Komunitas Sahabat Anak  bilang kalo memberikan uang kepada anak jalanan malah bakal memotivasi mereka buat kembali ke sana dalam rangka mendapatkan lebih banyak uang. Hal ini akan membuat mereka berpikir kalo lebih baik bagi mereka buat meminta-minta, mengamen, berjualan, atau melakukan pekerjaan lainnya di jalan daripada sekolah. Orangtua mereka pun mungkin banget punya pikiran yang sama.

Makanya menurut Yayasan Komunitas Sahabat Anak, cara terbaik yang bisa kita lakukan untuk membantu anak jalanan adalah dengan  turun langsung sebagai sahabat mereka. Sekarang banyak banget organisasi, komunitas, atau kelompok-kelompok sosial yang mengumpulkan relawan buat membantu anak-anak di jalan, misalnya aja dengan menjadi guru yang mengajari mereka berbagai ilmu dan keterampilan atau sebagai pengumpul dana dan makanan yang nantinya bakal disalurkan kepada mereka. Kita juga bisa membuat gerakan kita sendiri. Tapi kalo kita tetep mau membantu mereka secara finansial, Gogirl! saranin sih sumbangkanlah uang kita lewat lembaga-lembaga terpercaya.

 

 

 

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
streetchildren.org, streetchildrenday.org, goabroad.com
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar