KISAH PENYELAMATAN TIM SEPAK BOLA REMAJA THAILAND

July 09, 2018

KISAH-PENYELAMATAN-TIM-SEPAK-BOLA-REMAJA-THAILAND

Sumber foto: Royal Thai Navi via Asociated Press

 

Insiden terjebaknya tim sepak bola remaja Thailand bersama pelatihnya mengingatkan kita sama film Hollywood berjudul ‘Sanctum’. Film ini menceritakan sekelompok remaja yang melakukan ekspedisi ke Gua Esa’Ala di Papua Nugini tapi malah terjebak di dalamnya. Bedanya, dalam film itu para tokoh mengenakan peralatan ekspedisi lengkap sementara tim sepak bola remaja Thailand nggak memakai peralatan pengamanan apa pun.

 

Dilansir dari Sky News dan New York Post, Insiden tim sepak bola bernama Wild Boars ini bermula ketika mereka dan para pelatih melakukan latihan sepak bola pada 23 Juni lalu di kawasan Gua Tham Luang Nang Nong, Thailand Utara. Bersama pelatih bernama Ekapol Chantawong melewati kawasan itu untuk bisa sampai di lapangan bola di dekat pegunungan Doi Nang Nong. Selain itu, mereka masuk ke dalam gua untuk melakukan semacam ritual inisiasi kelompok. Mereka mengabaikan peringatan yang dipasang di mulut gua dan malah masuk ke bagian gua yang lebih dalam. Ketika mereka sudah berada di dalam gua, hujan deras turun dan airnya masuk memenuhi beberapa bagian dalam gua.

Ketika kawasan taman nasional udah tutup malam harinya, seorang petugas menemukan sepeda dan beberapa peralatan mereka di mulut gua. Setelah melapor pada pihak berwajib, pencarian pun dimulai pada hari Senin (25/6). Nggak cuma tim pencarian dari Thailand, tim penyelamatan internasional pun ikut berpartisipasi dalam upaya penyelamatan mereka. Jalur yang ditempuh di dalam goa sangat berbahaya, bahkan satu orang penyelam bernama Samarn Kunan tewas dalam upaya penyelamatan ini, dilansir dari BBC. Barulah pada Senin (2/7), lokasi keberadaan tim sepak bola dan pelatihnya berhasil ditemukan. Ternyata, penyelam butuh waktu seenggaknya 11 jam di dalam air buat menyelamatkan mereka.

Pada awalnya, mereka diprediksikan baru bisa keluar dari gua setelah musim hujan berakhir. Selain itu, opsi lain buat menyelamatkan mereka pada awalnya adalah mengebor gua, tapi ini terlalu susah dilakukan. Maka, opsi mengeluarkan mereka dengan cara menyelam sambil menyedot air buat menurunkan kedalaman perairan di gua pun dipilih. Kemarin (8/7) enam dari 12 anggota tim berhasil dikeluarkan dari gua. Operasi dihentikan sementara selama 10 jam dan dilakukan lagi pagi ini buat mengeluarkan pelatih dan anggota tim tersisa. Berdasarkan  kabar dari twit Bangkok Post, saat ini tersisa tiga orang di dalam, yaitu dua anggota dan sang pelatih Ekapol.

 

 

KENAPA MEREKA SULIT DISELAMATKAN?

 

KISAH-PENYELAMATAN-TIM-SEPAK-BOLA-REMAJA-THAILAND

Sumber foto: nationmultimedia.com

 

Mengikuti kisah tragis terjebaknya mereka di dalam gua pada awalnya pasti terdengar ganjil. Ngapain mereka latihan sepak bola sampai ke dalam gua? Kenapa mereka bisa masuk gua tapi susah keluar? Kenapa medan penyelamatan seberbahaya itu sampai-sampai menewaskan satu orang penyelam?

Jawaban buat pertanyaan pertama udah dijawab sebelumnya, yaitu melakuan ritual inisiasi di tengah-tengah waktu latihan. Jawaban kedua, mereka masuk saat hujan belum turun sehingga kondisi gua cukup kering dan airnya nggak setinggi setelah hujan turun. Sementara itu, buat pertanyaan ketiga, jawabannya adalah kondisi gua Tham Luang Nang Nong yang luas dan kompleks.

Dilansir dari Republika, komplek gua ini terbentang sepanjang 10 kilometer dengan lebih banyak jalan masuk berukuran sempit. Jalan sempit ini semacam jadi penyambung antara satu ruang gua ke ruang gua lainnya. Ketinggian di dalam gua pun bervariasi, dan kebetulan mereka berada di ruang gua yang lumayan tinggi, dan itulah alasan mereka bertahan sepuluh hari di dalam gua. Nah, jalan masuk menuju ruang gua tempat mereka ini nggak cuma sempit, tapi juga gelap, penuh oleh air, bebatuan, dan lumpur. Itulah kenapa penyelam kesulitan bertahan, sebab tangki oksigen cuma bisa bertahan sepanjang 30 meter.

Sementara itu, menurut Koordinator Nasional Komisi Penyelamatan Gua Nasional di AS sekaligus editor buku Manual of US Cave Rescue Techniques, Anmar Mirza, suhu di dalam gua cukup hangat. Kehangatan dalam gua ini membantu mereka bertahan, soalnya mereka nggak harus khawatir kena hipotermia. Di sisi lain, dia juga bilang kalo manusia emang bisa bertahan selama itu hanya dengan air dan tanpa makanan. Keputusan mereka menunggu pertolongan itu tepat, soalnya nggak ada yang bisa menjamin keselamatan mereka kalo mereka nekat mencoba berenang menerjang banjir dalam gua untuk mencari jalan keluar.

 

 

KONDISI GUA DI INDONESIA TERNYATA SERUPA

 

KISAH-PENYELAMATAN-TIM-SEPAK-BOLA-REMAJA-THAILAND

 

Sumber foto: pesonaindo.com

 

Dilansir dari Kompas, gua-gua di Indonesia punya kondisi yang kurang lebih sama kayak Gua Tham Luang Nang Nong, Thailand Utara. Pada musim hujan, air masuk ke dalam gua-gua di Indonesia dan menyebabkannya banjir sehingga jadi berbahaya buat dimasukin wisatawan. Pada 2012 lalu, tiga anggota Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia (Hikespi) tewas pas lagi ikut pendidikan lanjutan susur gua di Gua Seropan II Gungkidul, Yogyakarta. Menurut Presiden Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) Cahyo Alkantana, biasanya risiko kecelakaan lebih sering terjadi di gua-gua ‘liar’ yang belum disurvei. Di sisi lain, menurut data Masyarakat Speleologi Indonesia (MSI), kecelakaan di dalam gua juga seringkali terjadi gara-gara penelusur terjatuh atau tertimpa bebatuan.

Oleh karena itu, Cahyo meminta siapa pun yang mau menelusuri gua untuk memerhatikan catchmen area, alias daerah tangkapan hujan di kawasan gua. Dilansir dari BBC Indonesia dia bilang, “Apabila hujan cukup lebat, itu kemungkinan besar permukaan air di catchment area itu akan naik. Nah kita stop dulu tidak boleh ada kegiatan wisata penelusuran gua. Harus ditutup dengan tegas. Kalau diabaikan maka bisa terjadi kecelakaan.”

Masih dilansir dari BBC, penelusur gua Nafikurochman menghimbau penelusur gua pemula buat memerhatikan tiga hal ini sebelum memulai penelusuran:

  1. Perhatiin musim dan perubahaannya.
  2. Analisis gua dan risikonya secara rinci.
  3. Jangan sembrono, jangan terlalu berani mengeksplor gua tanpa informasi yang cukup.

 

 

 

Written by Asmi Nur Aisyah
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar