GOGIRL! WEEKEND WEBSTORY: KATA ZODIAC

September 02, 2018

GOGIRL-WEEKEND-WEBSTORY-KATA-ZODIAC

 

“Makin hari, kamu makin keren deh.” Igo, sahabat sekaligus teman sebangku Naufal datang dengan senyum ala iklan pasta gigi.

 

 Melihat senyum itu, Naufal yakin pasti Igo ingin meminta suatu bantuan darinya

“Mau minta tolong apa?”

Igo nyengir lebar, senang tidak perlu melewati basa-basi. “Tau kan minggu depan ada acara bakti sosial di sekolah?”

Naufal mengangguk. Agenda itu sudah menjadi kegiatan rutin SMA Anantara dalam tiga bulan sekali. Igo yang menjabat sebagai anggota OSIS tentu sering disibukan dengan acara bakti sosial. Sedangkan Naufal, sejak dulu kurang berminat—atau lebih tepatnya antipati—pada kegiatan seperti  itu. 

Minatnya lebih berorientasi pada ekskul yang dapat membuat tubuhnya bugar, seperti basket contohnya.

“Terus kenapa?” tanya Naufal sambil mengangkat kedua alisnya.

“OSIS lagi kekurangan sukarelawan.” Suara Igo berubah prihatin. Bukankah sebagai generasi muda, mereka seharusnya lebih empati kepada sesama? Tapi kenyataannya, justru teman-temannya yang lain tidak ambil pusing. Menolak ajakannya untuk ikut bergabung ‘ngamen’ dan jualan untuk menyumbang anak panti asuhan karena gengsi dan merasa itu tidak penting.

“Kamu mau bergabung jadi sukarelawan?” tawar Igo kemudian.

Awalnya Naufal ogah, memikirkan harus bangun pagi demi mengikuti bakti sosial itu. Tapi raut wajah Igo benar-benar sedih. Dan ia tau, di balik wajah sangar sahabatnya, Igo berhati emas.

“Oke, kapan kegiatannya dimulai?” sahutnya. Barangkali Naufal juga harus membuka pintu hatinya sekali-sekali.

****

Kesabaran Naufal benar-benar diuji ketika harus merelakan dirinya terkena asap, debu, serta panas matahari yang menyengat siang itu.

Menyanggupi janjinya pada Igo, disinilah ia sekarang. Berjualan puding dan snack homemade di jalan-jalan, menawarkannya kepada pengemudi mobil dan motor demi menggalang dana untuk panti asuhan.

Sambil berdecak kesal, Naufal menutupi wajahnya dengan lengan agar tak terkena panas.

“Baru pertama kali ya?”

Cetusan bernada ringan dari seorang gadis bertubuh mungil dengan rambut gelombang sebahu yang ada di sebelah Naufal, membuat cowok itu menolehkan wajahnya.

“Iya,” sahutnya singkat.

“Pantes.” Gadis itu terkekeh.

“Pantes apanya?”

“Tuh, nutupin muka! Takut panas?”

Disindir begitu, Naufal buru-buru menurunkan tangannya. Gengsi, ditegur begitu oleh gadis mungil itu!

“Padahal kalo main basket siang-siang tahan, kenapa pas bakti sosial begini kamu malah anti banget sama panas matahari?”

Pertanyaan itu lugas, membuat Naufal tertegun. Ia merenungi kalimat itu, kemudian malu sendiri.

Benar juga! Saat bermain basket, ia rela dijemur matahari sampai kulitnya gosong. Tapi kenapa untuk tujuan yang lebih mulia seperti ini ia malah ogah-ogahan?

Seketika Naufal membungsukan dada. Berpose tegap dan langsung semangat kembali menawarkan jualannya, seraya melempar senyum dan terima kasih pada gadis berlesung pipi itu.

****

Kali berikutnya, Igo yang heran.

Naufal malah semangat sekali menawarkan diri menjadi sukarelawan untuk bakti sosial yang berikutnya. Usut punya usut, ternyata sahabatnya yang populer kepiawainnya bermain basket itu sedang pdkt dengan Syandira. Gadis yang dikenal Igo karena aktif dalam bakti sosial sekolah.

Walau tujuannya seperti itu, Igo menerima Naufal dengan tangan terbuka. Ia hanya berharap, suatu hari sahabatnya dapat membantu dengan ikhlas tanpa embel-embel apapun.

Karena sering bertemu, hubungan Naufal dan Syandira menjadi lebih dekat hingga berujung pada pengukuhan status mereka yang diinginkan Naufal lebih dari sekedar teman.

Seumur hidup, penembakan cinta Naufal selalu berakhir dengan jawaban iya secara spontan. Tapi ritme itu runtuh begitu berhadapan dengan Syandira, malah menanyakan sesuatu yang diluar dugaan.

“Zodiac kamu apa?” Pertanyaan itu tegas, tanpa basa-basi. Ditambah lagi Syandira pasang wajah serius.

“Aquaris,” sahut Naufal. Bingung. Apa korelasi pertanyaan barusan dengan ‘penawarannya’ menjadi pacar gadis itu?

Diam-diam, Syandira bersorak dalam hati. Sekali lagi, rubik horoskop andalannya tokcer! Baru tadi pagi ia membaca tentang ini.

Bahwa dirinya sebagai penyandang titel Aries sejati, paling cocok dengan Aquarius!

****

                Terbukti, dinamika hubungan Syandira dan Naufal bisa dikatogerikan akur setelah jalan beberapa bulan. Walau keduanya kadang sama-sama keras kepala dan suka berdebat, tapi semuanya terlewati dengan fase marah-ngambek-kemudian baikan lagi. Malah jadi lebih mesra setelah berantem!

                Naufal yang berkarakter tenang seperti air, mampu menghanyutkan Syandira yang terkenal ceplas ceplos serta doyan ngambek. Baginya, aksi mewek Syandira malah bikin gemas. Walau dirinya termasuk penganut hidup ‘go with the flow’ Syandira mampu menyertenya ke dalam dunia yang berbeda. Dunia yang lebih asik. 

Sedangkan bagi Syandira, selain ganteng dan terkenal sebagai ace di tim basket sekolah, Naufal ahli di bidang pelajaran eskakta. Dan sebagai penyukai cowok tipe smart, Syandira kecipratan mendapat nilai yang bagus akibat diajari pacarnya. Jadilah mereka cocok karena ekspektasi masing-masing saling terpenuhi.

Yang mengusik hubungan adem ayem itu hanya satu, obsesi Syandira pada ramalan zodiac. Mood cewek itu anjlok begitu membaca horoskop di majalah langganannya.

Aries : hubungan dengan pacar mulai diuji

“Ngapain baca begituan sih?” Dengan sebal Naufal merebut majalah yang sedang dibaca pacarnya. Heran juga, kenapa perempuan jaman milenial macam Syandira masih saja percaya dengan zodiac! Padahal tulisan semacam itu bisa dikarang bebas oleh siapa saja.

“Coba liat nih ‘jaga kesehatan agar tidak sakit’ ya iyalah, ga perlu dikasih tau horoscope kalau nggak mau sakit ya harus jaga kesehatan!” Naufal mendengus.

“Huh, aku nerima kamu juga karena zodiac kita cocok, tau!” Syandira merebut kembali majalahnya, kemudian melanjutkan aktifitas membacanya yang tadi diinterupsi.

Ego Naufal sedikit tersentil mendengar itu. Jadi, karena alasan seklise itu Syandira jatuh hati padanya?

“Bodo, ah!” Naufal jadi kesal sendiri, melempar bola basketnya dan pergi meninggalkan Syandira dengan hati tak karuan.

*****

Aries : duh, lagi-lagi dia membatalkan janji!

Seketika hati Syandira mencelos. Memang, ini sudah kedua kalinya membatalkan acara kencan mereka. Dan itu berujung dengan aksi ngambek Syandira, hingga Naufal datang ke kelasnya.

“Udah dong, Syan. Masa ngambek terus sih?” Naufal menarik-narik tangan pacarnya dengan lembut.

Tapi Syandira tidak semudah itu luluh. Bukannya dimaafkan, Naufal malah disuruh pergi.

Adegan itu makanan sehari-hari bagi Irene, teman sebangku Syandira. Ia sudah sering menyaksikan pasangan itu berantem, tapi cepat juga kembali akur. Diam-diam, ia mengulum senyum melihat Naufal dicuekin.

Sadar sudah menjadi bahan tertawaan Irene, Naufal kembali membujuk pacarnya. “Kemarin aku ga enak sama tim basket, udah berapa kali nolak tawaran hangout bareng. Tapi aku janji, ga bakal ngebatalin acara kita lagi,” ucapnya.

Masih dicuekin juga, Naufal menoleh pada Irene demi memohon bantuan.

“Ren, kasih tau dong! Masa aku dicuekin mulu sama dia?”

“Tuh, kasian si Naufal. Maafin gih!” ucap Irene.

Entah karena masih terbawa emosi gagalnya acara nge-date mereka, atau jauh di dalam lubuk hatinya, Syandira kesal melihat keakraban Irene dan Naufal.

Memang jauh sebelum mereka jadian, ia pernah mendengar gosip bahwa Naufal pernah pdkt pada Irene.

Awalnya Syandira berusaha mengacuhkan, tapi lama-kelamaan kenapa ia mulai curiga bahwa mereka memang masih ada apa-apanya?


****

Aquarius : mulai tertarik sama pacar sahabat

Dengan sebal, Syandira melirik Irene. Dalam hati kecilnya, Syandira mengakui bahwa Irene memang pantas mendapat predikat sebagai cewek paling hits satu sekolah. Bagaimana tidak? Parasnya yang ayu, pembawaannya yang anggun membuat Irene terkenal. Singkat kata sahabatnya itu benar-benar sempurna!

Tidak dapat ditampik, api cemburunya berkobar. Sekali lihat saja, dirinya sudah kalah telak jika dibandingkan dengan Irene.

Siapa sih cowok di sekolah yang tidak tertarik pada Irene? Ditambah lagi fakta menyebalkan bahwa anggota tim basket biasanya akan ‘naturally’ jadian dengan anak cheers macam Irene! Sementara Syandira lebih terlihat seperti langit dan bumi jika disandingkan dengan Naufal yang populer.

                Alhasil, ketika Naufal membatalkan nge-date mereka untuk ketiga kalinya, Syandira nekat. Malam itu, Syandira melancarkan aksinya.

Kecurigaannya terbukti ketika melihat Naufal malah menjemput Irene dan berhenti jalan-jalan ke mall. Walau hatinya sudah teriris melihat pengkhianatan sahabat dan pacarnya, Syandira tetap berani menghampiri mereka.

“Jadi karena ini kamu selalu batalin janji ngedate kita?” cetusnya, diiringi keterkejutan di wajah Naufal dan Irene.

“Tunggu dulu, Syan! Aku bisa jelasin.” Naufal memegang tangan Syandira, tapi ditepis gadis itu dengan kasar.

“Ini nggak seperti yang kamu bayangkan, Syan!” Irene ikut buka suara.

“Nggak! Ini tuh emang seperti yang tertulis di horoskop bulan ini,” ucap Syandira sambil menahan tangis. “Kalian main belakang!”

Naufal yang tadinya sudah hampir membuka rahasianya, jadi terpancing emosi mendengar perkataan Syandira.

                “Kamu dan semua artikel konyol horoskop itu!” Naufal menggeleng tak percaya. Bisa-bisanya saat begini pacarnya malah lebih percaya pada ramalan sampah itu ketimbang penjelasannya.

                “Konyol darimana? Udah terbukti berapa kali kalo kata zodiac itu bener!”

                “Cih!” Naufal mendesis. “Kalo gitu ga ada gunanya aku ngomong, kamu toh tetap percaya sama kata zodiac ketimbang pacar sendiri!”

****

                Padahal baru tiga hari, tapi Syandira merasa sangat kesepian. Adu mulut mereka di mall berakhir dengan ucapan kata putus pada hubungannya dengan Naufal. Walau cowok itu masih berusaha berbaikan dengannya, Syandira tutup kuping. Tidak dihiraukannya setiap kali Naufal datang ke kelas dan mencoba bicara.

                Ia tidak bisa mentoleransi pengkhianatan Naufal dan Irene!

                Dengan sengaja ia mem-block semua akun sosial media serta nomor hp Naufal. Apalagi hatinya sakit teringat perkataan Naufal tempo lalu.

                Obat yang paling mujarab bagi patah hati adalah menyibukan diri dengan kegiatan lain. Syandira bermaksud datang lebih dulu ke panti asuhan ketimbang teman-temannya yang lain di bakti sosial berikutnya.

                “HAPPY BIRTHDAY TO YOU…” Alunan lagu selamat ulang tahun menyambut Syandira begitu ia masuk ruangan.

                Semua teman-temannya ada disana, bersama anak-anak panti. Dan Naufal ada di posisi paling depan, membawa kue yang bertuliskan lilin dengan angka 17.

                “Maaf ya, mesti diem-diem bikin surprise sampe kamu salah paham,” ucapnya lembut. “Tadinya aku dan Irene bolak-balik cari hadiah untuk kamu, tapi bingung harus beliin apa. Kemudian, Irene bilang kamu akan lebih senang kalo ulang tahun ini bisa berbagi sama anak-anak yang kurang mampu.”

                Syandira tak dapat menahan air mata yang selama ini dipendamnya. Ia menghambur dalam pelukan Naufal sambil mengucap maaf.

                Walau ramalan itu seringkali jitu, tapi bukankah ia harusnya lebih percaya pada pacarnya dan mendengarkan penjelasan Naufal lebih dulu? Bukannya malah percaya kata zodiac seratus persen.

                “Maafin keegoisan aku ya,” ucap Syandira sambil terisak.

                “Masih percaya kata zodiac?” tanya Naufal sambil melepaskan pelukannya.

                Syandira menatap wajah pacarnya dengan senyum mengembang, “Nggak!”

                “Padahal katanya abis berantem, Aquarius bakal beliin Aries es krim stroberi. Tapi karena kamu udah ga percaya kata zodiac…” Dengan sengaja Naufal pura-pura menjauh, memberi jarak sedikit ketika Syandira dengan manja menggamit lengannya.

                “Kayaknya nggak perlu percaya kata zodiac untuk itu deh.” Syandria melet ke arah Naufal. “Pacar aku emang baik kan?”

                Naufal tertawa renyah, kemudian mengedipkan matanya genit. “Kalo mau pacaran jangan disini, mending sekarang kita selesaikan bakti sosialnya dulu baru abis itu nge-date ke tempat lain?”

                Syandira menggeleng. “Kata zodiac, birthday party-nya dirayain di panti asuhan aja sekalian bagi-bagi makanan. How’s that sounds?” tanyanya dengan senyum merekah.

                “Cool! Itu adalah kata zodiac terbaik yang pernah aku denger,” tutup Naufal.

               

 

 

*Cerita fiksi ini merupakan karya orisinal penulis kontributor Gogirl!, penayangan sudah mendapatkan persetujuan dari penulis. Dilarang mengutip dan menyadur tulisan dari website ini. Bagi yang ingin mengirimkan karya tulis cerita untuk WEB STORY GOGIRL!, silahkan kirimkan ke esnoe.metha@gogirl.id, dengan format Word A4, font Calibri 11, spasi 1, minimal 900 kata, beserta data diri. Cerita harus orisinil hasil karya penulis, dan tidak menyinggung SARA. Cerita yang akan ditayangkan akan dihubungi oleh redaksi dan mendapatkan honorium. Cerita yang lewat dari 4 bulan tidak ditayangkan atau tidak dihubungi oleh pihak redaksi, maka berhak untuk mengirimkan ke media lain atau menggunakannya untuk kepentingan lain.

Written by Diva Beshia
Photo Source:
Shutterstock
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar